ENSIPEDIA.ID, BojonegoroBeberapa masyarakat memiliki pandangan bahwa korupsi berupa; penggelapan uang untuk kepentingan individu, kelompok ataupun golongan. Namun, yang perlu Anda ketahui beberapa tindakan merupakan korupsi yaitu “Gratifikasi“.

Apa itu gratifikasi?

Gratifikasi | QM Financial

 

Menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.

Seperti apa praktik gratifikasi ilegal?

Gratifikasi yang diberikan kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara selama berhubungan jabatan ataupun pekerjaannya. Maka, penerima gratifikasi dianggap suap. Praktik ini dianggap gratifikasi ilegal.

Bagaimana cara membedakan gratifikasi legal dan ilegal?

1. Praktik gratifikasi legal tujuannya untuk menjaga hubungan baik dan menghargai seseorang, sedangkan gratifikasi ilegal tujuannya untuk mempengaruhi keputusan penerima (dikendalikan).

2. Praktik gratifikasi legal metode pemberiannya bersifat terbuka, sedangkan gratifikasi ilegal secara rahasia dan tidak langsung (melalui perantara).

Nah, dari penjelasan penulis di atas. Apakah ada contoh lain dalam praktik gratifikasi yang salah? Tentu ada. Dikutip dari kemdikbud.go.id contoh praktik gratifikasi dalam dunia pendidikan– memberikan hadiah kepada guru dari orang tua siswa agar anaknya bisa naik kelas. Kemudian, memberikan hadiah kepada dosen dari mahasiswa setelah melaksanakan sidang skripsi.

Kesimpulannya, setiap tindakan ada batasannya dan larangannya. Anda perlu mempelajari dari hal kecil. Supaya hal-hal yang mungkin terlihat sepele dapat diubah kebiasaannya. Agar tercipta lingkungan yang bersih.