Data Terbaru IUCN: 81 Spesies Hiu Berstatus Terancam Punah

ENSIPEDIA. ID, KENDAL – Hiu merupakan salah satu hewan laut yang paling ditakuti manusia. Saking menakutkannya, mereka direpresentasikan sebagai sosok ‘monster’ yang ganas dalam film-film Hollywood populer.

Dilihat dari ukurannya yang cukup besar, hiu dianggap sebagai predator banyak makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Namun, faktanya justru manusia lah yang menjadi predator ikan besar ini.

Ikan hiu menjadi salah satu predator utama dalam ekosistem laut

Data yang ada menunjukkan penurunan signifikan populasi hiu sejak 1970, di mana jumlahnya menurun hingga 71%. Kondisi ini menyatakan bahwa predator utama di laut ternyata hilang begitu cepat.

Organisasi internasional RFMO (Regional Fisheries Management Organizations) yang mengurusi bidang penangkapan ikan tampaknya belum mampu menangani permasalahan ekosistem laut jangka panjang yang terus menunjukkan tren negatif di mana populasi spesies ikan terus menurun tiap tahunnya.

Hiu sangat rentan ditangkap oleh manusia. Padahal mereka mempunyai peran penting dalam ekosistem laut di mana kedudukannya sebagai predator sangat kuat. Hal ini lah yang juga mendorong diberlakukannya sistem hukum untuk memastikan perlindungan mereka.

Di tahun 1980an, pembahasan mengenai hukum laut mulai diserukan. Salah satunya dengan diterbitkannya Konvensi PBB tentang Hukum Laut atau disebut juga Hukum Perjanjian Laut yang berisi poin-poin mengenai penetapan batas kelautan, pengendalian lingkungan, kegiatan ekonomi hingga penyelesaian sengketa terkait masalah kelautan.

The International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan 81 spesies hiu dalam daftar merah (IUCN Red List). Dari 81 spesies ini, 47 terdaftar sebagai rentan, 21 hampir punah dam 13 sangat terancam punah.

Perburuan dan penangkapan ikan hiu terus menjadi tren dari 1950an hingga saat ini 

Pantauan global di tahun 2014 tentang status 1.041 ikan Chondrichthyan (hiu, pari dan chimaera) memperkirakan hanya sepertiga dari spesies ikan ini yang dianggap berstatus aman. Angka ini adalah jumlah terendah di antara semua kelompok hewan vertebrata yang diketahui hingga saat ini.

Menurut data, 46,8% dari semua spesies ikan Chondrichthyan yang diteliti kekurangan data. Sejak terbitnya data tersebut, laporan tentang status mereka tidak menemukan kabar baik. Di tahun 2019 saja, IUCN merilis Data Daftar Merah terbaru untuk 58 spesies hiu dan pari, 17 di antaranya diklasifikasikan terancam punah.

Faktor utama yang menyebabkan adanya penurunan populasi hiu adalah penangkapan ikan berlebihan atau overfishing. Tindakan ini sangat mengancam stabilitas ekosistem laut, perikanan jangka panjang, ekowisata, ketahanan pangan, hingga status ikan itu sendiri.

Selain itu, faktor yang menghambat upaya untuk penyelamatan spesies hiu ini adalah karena lemahnya kelembagaan, baik regional maupun internasional, kurangnya tenaga terlatih dan rendahnya pemantauan atau pengawasan.

Tak hanya hiu, spesies ikan-ikan lain dalam ekosistem laut juga dapat bernasib serupa apabila tindakan overfishing tidak dibekukan dengan segera. Oleh karena itu, diperlukan penanganan dari badan internasional untuk menangani masalah-masalah umum ini secara efektif.

 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai bidang sosial-hukum, sosial-budaya, geografi, dan astronomi.

Latest articles