ENSIPEDIA.ID, BOGOR – Membuat sebuah anime bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan serangkaian dari berbagai proses panjang dalam produksi yang harus dilalui sebelum anime itu tampil di layar kaca kalian. Namun, pada 2014 lalu, ada sebuah anime yang memberikan gambaran tentang perindustrian anime secara jelas sehingga membuat penggemar anime merasa teredukasi dan terinspirasi untuk membuat anime atau bahkan bekerja di industri anime. Yap, Shirobako!

Shirobako: Kisah 5 Orang Sahabat yang Terjun ke Industri Anime

Sumber: Pinterest

Plot atau cerita anime serial ini didasari oleh pengalaman kelima orang tersebut yang dahulunya merupakan anggota klub animasi saat SMA, yang mana mereka juga memimpikan untuk memproduksi sebuah anime kreasi mereka sendiri. Serialnya menampilkan keseharian mereka di industri anime serta menjelaskan tahapan-tahapan bagaimana anime itu diproduksi.

Menurut ComicVerse, proses produksi anime terbagi dalam 3 tahap utama, yakni Praproduksi, Produksi, dan Pascaproduksi, yang tentunya akan dibahas 1 per 1.

Tahap Praproduksi

Sumber: Pinterest
  1. Perencanaan
    Di dalam tahap ini, tim dari pihak studio akan membahas ide cerita bersama dengan pihak produser. Hal-hal umum yang dibahas adalah tentang bagaimana penulisan naskah, desain karakter, jadwal produksi, target pemirsa, anggaran, dan perekrutan staf. Hasil diskusi ini bergantung pada pihak produser yang mana jika hasil yang telah dibahas disetujui maka akan berlanjut ke proses pembuatan papan cerita (storyboard), jika tidak disetujui maka pembuatan anime ini dibatalkan.
  2. Pembuatan Papan Cerita (Storyboard)
    Peran dan tanggungjawab dalam tahap ini ditangguhkan kepada sutradara pihak studio yang akan mengarahkan alur cerita dari setiap adegan tokoh melalui papan cerita yang dibuatnya. Selain itu, sutradara akan dibantu oleh penata warna, penata artistik, dan desainer karakter untuk hal teknis dari latar belakang dan desain karakter. Papan cerita berisi potongan-potongan adegan yang memuat gerakan karakter, pergerakan kamera, panjang frame, dan dialog perdetik.

Tahap Produksi

Sumber: Pinterest

Pada tahap ini, sutradara menyerahkan setiap episode kepada asisten sutradara yang mana merupakan tanggungjawab staf bagian masing-masing untuk di produksi.

  1. Layout atau Tata Letak
    Staf bagian ini bertugas untuk memberikan kesan pada latar belakang agar memiliki adegan yang berkesan hidup.
  2. Key-Animator atau Animasi Kunci
    Staf bagian ini diembankan tugas berupa pembuatan animasi dari tata letak yang akan dibuat ulang sesuai dengan frame dan merupakan proses utama dalam produksi sebuah anime.
  3. Animator In-Between
    Staf pada bagian ini merupakan tingkat atas dari Key-Animator, karena berperan memberikan arahan, mengawasi, dan memastikan agar setiap adegan bergerak secara halus dan natural.
  4. Digitalisasi
    Staf yang bertugas pada bagian ini adalah memberikan warna dan efek visual dan/atau menambahkan efek 3D pada setiap adegan yang telah dibuat. Tahap ini diembankan kepada staf penata warna dan penata efek visual.

Tahap Pascaproduksi

Sumber: kaorinusantara

Setelah proses pembuatan animasi selesai, waktunya proses penyuntingan dimulai. Proses penyuntingan meliputi pengisian suara karakter, pemberian efek suara, maupun penyisipan latar musik. Sutradara yang akan mengarahkan proses ini.

Apabila proses penyuntingan telah selesai, sutradara akan mengecek setiap tahap dalam proses produksi serta memastikan tidak ada kendala dalam pengerjaan episode. Kemudian, sutradara akan memberikan saran dan kritik untuk pembuatan episode berikutnya.