Bagaimana Cara Hewan Dapat Bertahan Hidup Tanpa Makan dan Minum saat Melakukan Hibernasi?

ENSIPEDIA.ID, Jember – Hibernasi adalah cara bagi hewan untuk bertahan hidup di musim dingin tanpa harus mencari makanan atau bermigrasi ke tempat yang lebih hangat. Biasanya, hewan akan tampak seperti mati suri.

Adapun beberapa hewan yang biasa melakukan hibernasi saat musim dingin, yakni beruang, tupai tanah golden mantled, hingga beberapa jenis kelelawar.

Lantas, mengapa beberapa hewan melakukan hibernasi? Bagaimana cara mereka bertahan hidup meski tidak makan dan minum? Apakah manusia bisa melakukan hibernasi? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mengapa Hewan Melakukan Hibernasi

bagaimana-cara-hewan-dapat-bertahan-hidup-tanpa-makan-dan-minum-saat-melakukan-hibernasi
Kelelawar yang sedang melakukan hibernasi (pixabay.com/seagul)

Hewan-hewan yang melakukan hibernasi tergolong ke dalam organisme endotermik, organisme yang dapat mengatur mengatur suhu tubuh denganenghasilkan panas internal. Mereka mampu mengatur suhu tubuhnya dengan kondisi yang stabil meskipun terjadi perubahaan lingkungan.

Meskipun demikian, mereka memerlukan “bahan bakar” yang cukup dalam bentuk makanan untuk menghadapi efek dingin. Selain itu, makanan pada musim dingin sangat susah untuk ditemukan.

Dengan demikian, banyak hewan melakukan hibernasi agar menghemat energi karena susahnya mencari makanan dan bertahan hidup dalam kondisi cuaca yang sangat dingin

Mengapa Hewan Dapat Hidup Meski Tidak Makan dan Minum?

bagaimana-cara-hewan-dapat-bertahan-hidup-tanpa-makan-dan-minum-saat-melakukan-hibernasi
Seekor tupai yang sedang melakukan hibernasi (pixabay.com/wildOne)

Seperti yang kita ketahui, sebelum melakukan hibernasi biasanya hewan mengkonsumsi banyak makanan sehingga badan mereka terlihat lebih besar daripada biasanya untuk membangun simpanan lemak di tubuh mereka.

Baca juga: Mengapa Udara Tidak Dapat Terlihat?

Selain itu, selama masa hibernasi, metabolisme hewan sangat rendah, sehingga memungkinkan mereka tetap bertahan hidup dan menghemat energi. Para hewan yang melakukan hibernasi juga mengalami perlambatan detak jantung dan pernapasan, serta mengalami penurunan suhu tubuh.

Dengan cuaca yang sangat dingin, maka jaringan adiposa coklat akan diaktifkan. Sel-sel ini mengandung banyak mitokondria, yang membakar lemak yang disimpan guna menghasilkan panas dan energi. Ini membantu hewan selama proses hibernasi karena menghasilkan kehangatan yang cukup untuk mengatasi kelangkaan makanan tanpa mati dalam keadaan kedinginan.

Apakah Manusia Bisa Melakukan Hibernasi?

bagaimana-cara-hewan-dapat-bertahan-hidup-tanpa-makan-dan-minum-saat-melakukan-hibernasi
Seorang anak kecil yang sedang tidur (pixabay.com/ddmitrova)

Melansir dari sciencefocus, manusia tidak dapat melakukan hibernasi karena nenek moyang kita berasal di Afrika yang memiliki ikllim tropis dan tidak memiliki riwayat hibernasi. manusia hanya bermigrasi ke daerah beriklim sedang dan sub-arktik dalam sekitar seratus ribu tahun terakhir. Itu tidak cukup lama untuk mengembangkan semua adaptasi metabolik yang kita perlukan untuk bisa berhibernasi.

Selain itu, manusia juga tidak memiliki biologi yang tepat untuk bertahan dari penurunan dramatis suhu tubuh yang dialami hibernator. Sel-sel jantung dari hewan-hewan kecil yang berhibernasi mampu mengatur berapa banyak kalsium yang mereka miliki, terlalu banyak atau terlalu sedikit dan jantung tidak dapat memompa darah. Ini memungkinkan mereka bertahan hidup ketika tubuh mereka berada pada suhu mendekati titik beku. Sel jantung manusia tidak bisa melakukan ini, dan tidak bisa bekerja saat kita terlalu dingin.

Namun, hingga saat ini para ilmuwan sedang mencoba mencari cara untuk menginduksi semacam hibernasi manusia yang dangkal atau mati suri. Jika kita bisa melakukan hibernasi, maka akan memiliki beberapa manfaat. Misalnya, astronot yang sedang berhibernasi mungkin bisa menghabiskan waktu lebih lama di luar angkasa, atau seorang pasien dalam keadaan hibernasi mungkin membuat operasi lebih mudah dan tidak terlalu berisiko.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles