Apa Itu ‘Milky way’ dan ‘Bima sakti’?

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Fenomena alam semesta “Milky Way” yang bahkan imajinasi manusia ‘tak mampu kreasikan — laksana cakrawala di langit malam “Bima Sakti”.

Penamaan Milky Way diambil dari penerjemahan bahasa Yunani, yakni “Galaxías Kýklos” yang berarti “Lingkaran Galaksi”. Fenomena ini juga dikenal sebagai tumpukan cahaya yang membentang luas di langit.

Adapun penamaan Milky Way dari versi bangsa Romawi Kuno, mereka menyebut Milky Way dengan “Via Lactea” yang berarti “Jalan susu”. Pada umumnya memang sama, yakni jalan susu, penamaan itu sendiri didasari karena visual yang menyerupai bercak-bercak susu dan membentuk sebuah jalan.

Sederhananya, Milky Way adalah kumpulan berbagai macam bintang yang bertabur di atas indahnya angkasa sebagai galaksi yang dikelilingi oleh sistem tata surya. Milky Way juga ada kalanya berbentuk spiral dan terdiri dari bintang-bintang yang diperkirakan terdapat 100 – 400 miliar, atau setidaknya 100 miliar planet serta jutaan Nebula yang terkumpul dan terpusat di seantero galaksi Bima Sakti ini.

Apa Itu Bima Sakti dan Mengapa Dinamakan Demikian?

Berbeda dengan Milky Way, penamaan Bima Sakti ‘tak ada hubungannya dengan susu atau jalan, melainkan dinamakan demikian karena pada mata orang Jawa jaman dulu, bentangan galaksi kita ini terlihat seperti Bima (Seorang tokoh wayang) yang dililit oleh naga, mereka melihat itu dengan menghubungkan tiap titik bintang dengan kabut galaksi yang terbentang.

FYI: Galaksi Bima Sakti merupakan sebuah galaksi kecil diantara berjuta galaksi lainnya di alam semesta.

Latest articles