Antibiotik: Selamatkan Jutaan Nyawa dan Resistensi Bakteri yang Diakibatkannya

ENSIPEDIA.ID, Kendari – Antibiotik merupakan obat yang paling sering digunakan oleh masyarakat dalam mengatasi peyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Antibiotik merupakan senyawa kimia yang diperoleh dari bahan sintetik yang berfungsi sebagai penghambat atau menghentikan perkembangan bakteri atau mikroorganisme lainnya yang berada di dalam tubuh.

Sering menggunakan obat amoxilin, tetraxilin, atau eritromisin? Obat-obat tersebut merupakan beberapa dari jenis antibiotik. Patutnya, kita harus berterima kasih dengan antibiotik dan penemunya. Pasalnya, dengan obat ini ada banyak penyakit yang bisa diredakan bahkan disembuhkan dengan obat ini.

Sebelum adanya penemuan tentang antibiotik ini, ada banyak penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Contohnya, demam rematik pada zaman dahulu menjadi penyakit yang sulit untuk disembuhkan karena belum ada pengobatan efektif untuk menyembuhkannya.

Penemuan penisilin menjadi awal dari perkembangan antibiotik. Apakah kamu tahu bahwa penemuan penisilin ini ditemukan secara tidak sengaja? Penemuan ini menjadi penemuan yang bisa menyelamatkan jutaan nyawa di dunia.

Sejarah Penemuan Antibiotik

Alexander Fleming, Penemu Penisilin (Elpais.com)

Masyarakat Mesir Kuno sebenarnya telah terlebih dahulu mengetahui manfaat dari antibiotik. Mereka menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme dengan cara memproduksi senyawa dari jamur. Mereka menyembuhkan luka dengan cara mempraktikkan pengobatan tradisional berupa menempelkan roti yang telah berjamur di atas luka.

Namun, dalam dunia kesehatan modern, Alexander Fleming, profesor Bakteriologi di Rumah Sakit St. Mary, London merupakan orang pertama yang menemukan penisilin. Pada tahun 1928, setelah pulang dari liburannya, ia kemudian melihat dan memilah cawan petri penelitiannya. Dalam koloni bakteri Staphylococcus yang ia amati, terdapat satu cawan yang tampak ganjal. Cawan tersebut ternyata ditumbuhi oleh koloni jamur.

Jamur-jamur tersebut diidentifikasi sebagai straun langka yang diberi nama Penicillium notatum. Jamur itu kemudian diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan menjadi cikal bakal antibiotik penisilin.

Dengan penemuan tersebut, terjadi perubahan dalam dunia kedokteran. Fleming, Ernest Chain, dan Howard Florey mendapat Nobel Kedokteran pada tahun 1945.

Antibiotik Menyelamatkan Nyawa Manusia

Antibiotik menyelamatkan nyawa (Freepik.com)

Bayangkan sebelum penemuan penisislin, karena luka goresan sedikit saja pada lengan, bisa membuat infeksi yang sangat membahayakan, bahkan bisa membuat kematian.

Makhluk-makhluk kecil seperti sifilis, staphylococcus, pneumonia, dan difteri menjadi makhluk kecil yang sangat ditakuti. Sama halnya seperti corona virus pada saat ini.

Pasien pertama Penisilin ialah Anne Miller. Ia mengalami keracunan dan membuat bayinya keguguran. Selain itu, ia harus berjuang dalam menghadapi bakteri strepcoccus dalam dirinya.  Dokter John Bumstead yang merawatnya mendengar tentang penemuan penisilin yang diduga ampuh dalam melawan bakteri. Sayangnya, obat tersebut haruslah mengarungi dunia birokrasi kefarmasian. Setelah berjuang, Dokter Bumstead akhirnya berhasil mendapatkan dosis penisilin.

Tubuh Miller akhirnya disuntikkan penisislin dan tubuhnya berangsur membaik. Bakteri di tubuhnya pun seiring berkurang. Ia didaulat sebagai pasien pertama yang diselamatkan oleh antibiotik penisilin.

Penisilin dan antibiotik lainnya membawa harapan hidup di berbagai negara menjadi lebih tinggi.

Bahaya Resistensi Antibiotik

Mikroorganisme (Freepik.com)

Ada bahaya yang mengintai kita semua seiring dengan penggunaan antoibiotik dalam dunia pengobatan. Obat antibiotik pada dasarnya berasal dari bakteri yang telah dilemahkan. Bakteri tersebut kemudian dapat melawan bakteri lain dalam tubuh sebuah makhluk hidup. Mikroba penghasil antibiotik seperti jamur bisa menghambat pertumbuhan mikroba lainnya.

Namun, bahaya resistensi bakteri harulah juga diperhatikan. Resistensi dapat membuat bakteri menjadi lebih kebal dan bisa saja semakin ganas. Contohnya saja, sekitar tahun 1950, terdapat bakteri yang tidak dapat disembuhkan dengan penisilin atau dengan kata lain resisten terhadap antibiotik.

Resistensi ini diakibatkan oleh penggunaan antibiotik yang berlebihan dan irasional. 40% penggunaan antibiotik tidaklah tepat atau kurang tepat, seperti penggunaan antibiotik untuk infeksi virus.

Pada dasarnya, resisten ini tidak hanya terdapat pada antibiotik. Antimicrobial Resistance (AMR) merupakan suatu kondisi ketika mikroba seperti jamur, virus, dan prasir mengalami perubahan dan jadi kebal terhadap obat terkait.  Mikroorganisme akan menjadi lebih kuat dan manusia akan menjadi lebih sulit dalam mengatasi bakteri tersebut. Jadi, hati-hati dalam menggunakan antibiotik, tetap patuhi resep dokter.

Latest articles