Akhir Perang Dunia II

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Perang Dunia II merupakan perang global yang berlangsung sejak 1939-1945. Perang Dunia II ini melibatkan banyak sekali negara di dunia, yang dimana terjadi pembagian 2 aliansi yang saling bertentangan, yaitu Blok Sekutu dan Blok Poros. Perang Dunia II menjadi perang paling mematikan sepanjang sejarah, yang dimana memakan korban sebanyak 50 juta sampai 70 juta korban jiwa. Tidak hanya anggota militer, warga sipil juga banyak yang terkena dampak dari perang ini. Mulai dari insiden Holocaust (Pembantaian 6 juta kaum yahudi oleh N*zi Jerman) hingga pemakaian senjata nuklir digunakan dalam perang ini.

  1. D-Day – Pendaratan pasukan sekutu di NormandiaWhat is D-Day? – The D-Day Story, Portsmouth

Pendaratan di Normandia, Prancis atau lebih dikenal dengan D-Day merupakan serangan besar-besaran dari sekutu yang melibatkan 156.000 tentara Amerika, Britania Raya, dan Kanada. Operasi ini dilaksanakan pada 6 Juni 1944.

Pendaratan ini sebenarnya dilaksanakan pada 5 Juni 1944, namun terpaksa ditunda sehari karena cuaca yang tidak memungkinkan pada saat itu. Kurang dari seminggu sejak operasi dimulai, pantai sudah penuh dengan 326.000 tentara, 50.000 kendaraan, dan lebih dari 100.000 ton persediaan perang. D-Day ini dikenal dengan titik awal runtuhnya Kekaisaran Jerman.

  1. Pendaratan pasukan sekutu di Prancis SelatanBeginilah Suasana Pendaratan Pasukan Sekutu di Normandia - Page 3 - Foto Liputan6.com

Operasi Dragoon merupakan operasi pendaratan sekutu di Provence, Prancis Selatan. Operasi ini rencananya pada awalnya akan dilaksanakan bersamaan dengan Operasi Overlord (D-Day), tetapi dikarenakan kurangnya sumber daya yang membuat Operasi Dragoon ini harus dibatalkan.

Pada Juli 1944, Operasi ini dipertimbangkan lagi karena pelabuhan yang tersumbat di Normandia menghalangi masuknya tentara sekutu ke wilayah dalam Prancis. Bersamaan dengan itu, Komando Tinggi Prancis mendorong kebangkitan operasi yang akan melibatkan sejumlah besar pasukan Prancis. Alhasil, operasi itu akhirnya disetujui pada Juli untuk dilaksanakan pada Agustus.

Baca juga : Kenali Charm Point atau Titik Pesona Pada Dirimu – Ensiklopedia Bebas (ensipedia.id)

  1. Pembebasan wilayah Prancis oleh sekutu

2 bulan semenjak pendaratan di Normandia, sekutu sudah mencapai Paris. Pembebasan Paris atau dikenal juga sebagai Pertempuran Paris terjadi dari tanggal 19 Agustus 1944. Sebanyak 550.000 lebih pasukan dari Amerika, Britania, Kanada, Prancis, hingga Afrika ikut serta dalam pembebasan Paris ini. Tentara Afrika turut serta dalam kejadian ini baik terpaksa maupun suka rela. Dari jumlah itu, 134.000 dari Aljazair, 73.000 dari Maroko, 26.000 dari Tunisia, dan 92.000 sisanya dari belahan negara Afrika lainnya.

Jerman mulai mengevakuasi militernya hingga hanya ada 10.000 personel militer, 19 tank dan 69 pesawat pembom yang diterbangkan dari pangkalan udara Jerman di dekat Versailles. Pada tanggal 23 Agustus 1944, tentara Jerman di Paris menerima perintah dari markas besar Jerman untuk menghancurkan jembatan-jembatan di atas sungai Seine dan infrastruktur-infrastruktur lainnya yang dapat digunakan oleh tentara Sekutu untuk maju ke utara sungai Seine. Von Choltitz yang tidak ingin menghancurkan kota Paris tetapi juga tidak ingin dicap menentang perintah Kekaisaran Jerman akhirnya mengambil jalan tengah, yaitu menyerahkan Paris kepada Sekutu dengan melakukan sedikit perlawanan. Dan pada 25 Agustus 1944, Jerman menyerahkan Paris sepenuhnya kepada sekutu.

  1. Pertempuran Sekutu melawan Jepang di Burma (Myanmar)

Pertempuran Burma merupakan salah satu pertempuran yang paling sengit di Palagan Asia Tenggara dalam Perang Dunia II. Pertempuran ini berlangsung di perbatasan Burma-India dan Burma-Tiongkok. Tiongkok bersama Britania Raya dan Amerika Serikat bertempur melawan Kekaisaran Jepang dan Tentara Nasional India.

Upaya invasi ke India menjadi kekalahan terbesar hingga saat itu dalam sejarah Jepang. Dari Jepang sendiri telah menderita 55.000 korban, termasuk 13.500 tewas. Sebagian besar kerugian ini disebabkan oleh penyakit, malnutrisi dan kelelahan. Sekutu menderita 17.500 korban. Mutaguchi dibebastugaskan dari perintahnya dan meninggalkan Burma menuju Singapura dengan malu.

  1. Pertempuran Iwo JimaHari Ini dalam Sejarah: Marinir AS Mendarat di Pulau Iwo Jima Halaman all - Kompas.com

Pertempuran Iwo Jima merupakan awal pertempuran ketika pasukan Amerika mulai menaklukkan Iwo Jima dari kekuasaan Jepang. Tujuannya adalah untuk menaklukkan seluruh pulau, termasuk tiga lapangan terbang. Pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah Perang Pasifik Perang Dunia II. Posisi tentara Jepang di pulau tersebut sangat strategis, dengan bunker yang saling terhubung, artileri tersembunyi, dan terowongan bawah tanah sepanjang 18 km (11 mil). Pasukan Amerika dibantu oleh tembakan meriam dengan kapal-kapal perang dan Marinir Angkatan Udara sudah menembaki Iwo Jima sejak penyerangan dimulai. Invasi ini merupakan invasi pertama pasukan Amerika ke daerah kekuasaan Jepang langsung, dan pasukan Jepang menjaga pertahanan mereka dengan gigih tanpa ada perasaan menyerah. Jenderal pasukan Jepang tidak pernah memikirkan untuk menyerah kepada Amerika hanya untuk menyelamatkan pasukannya, dia dan pasukannya sudah berjanji akan berperang sampai mati, tak peduli seberapa kecilnya kemungkinan untuk menang.

Akibat pertempuran ini, Jepang menderita kerugian yang sangat besar. Sekitar 22.000 tentara ditempatkan di pulau tersebut namun hanya 216 orang yang hidup. Sementara pihak Amerika Serikat kehilangan 6,821 tentaranya serta hampir 20.000 terluka parah. Kemenangan di Iwo Jima menjadi langkah strategis bagi Amerika Serikat untuk mendekati pulau-pulau utama di Jepang.

  1. Pertempuran Anherm – Pertempuran sengit antara Sekutu dan JermanBattle of Arnhem - Wikipedia

Pertempuran Anherm merupakan perang antara sekutu dan Jerman setelah pembebasan Paris. Pertempuran ini terjadi di sekitar kota-kota Belanda, diantaranya Anherm, Oosterbeek, Wolfheze, dan Driel mulai tanggal 17 hingga 26 September 1944.

  1. Uni Soviet mulai menyerang ke Jerman21 April 1945, Tentara Merah Soviet Bantai Pasukan Nazi di Berlin

Uni Soviet mulai melakukan penyerangan ke Jerman pada tanggal 12 Januari 1945. Taktik Stalin kali ini yaitu dengan membebaskan Polandia dan membuat Polandia ikut bertempur melawan Jerman, serta memaksa Hungaria untuk menyerah.

  1. Jerman diserang 2 arah, Sekutu di barat dan Uni Soviet di timurPerang Dunia II di Eropa | Ensiklopedia Holocaust

Jerman yang diserang dari 2 arah, yaitu sekutu yang berada di barat dan Uni Soviet yang berada di timur cukup membuat Jerman dan Italia kewalahan. Selama tiga hari, di garis depan yang lebar menggunakan empat Front, Tentara Uni Soviet mulai menyerang menyeberangi Sungai Narew dari Warsawa. Setelah empat hari Uni Soviet membagi-bagi pasukannya dan mulai bergerak tiga puluh sampai empat puluh kilometer per hari, mengambil negara-negara Baltik, Danzig, Prussia Timur, Poznan, dan menggambar garis 60 km timur dari Berlin sepanjang sungai Oder.

Dini hari pada tanggal 16 April 1945, serangan ke Berlin dibuka oleh bombardiran hebat dari 16.000 artileri dan roket Katyusha oleh Soviet sepanjang hari.

  1. Semakin terpojokkan, Adolf Hitler bunuh diri.Adolf Hitler: Bagaimana pemimpin Nazi ini meninggal dan mengapa banyak misteri di seputar kondisi jenazahnya? - BBC News Indonesia

Menjelang fajar, ketika tentara Soviet berjarak kira-kira 500 meter dari bungker, Hitler mengadakan rapat dengan Jenderal Helmuth Weidling, komandan Daerah Pertahanan Berlin. Ia mengatakan kepada Hitler bahwa pasukan Jerman mungkin akan kehabisan amunisi pada malam itu, dan pertempuran di Berlin akan berakhir dalam waktu 24 jam ke depan. Weidling meminta izin Hitler untuk melarikan diri. Hitler tidak menjawab, dan Weidling kembali ke markasnya di Bendlerblock. Kira-kira pukul 13.00, ia menerima izin Hitl*r untuk melarikan diri malam itu. Hitler, dua sekretaris, dan juru masak pribadinya kemudian makan siang, setelah itu Hitler dan Braun mengucapkan selamat tinggal kepada para staf dan sesama penghuni Führerbunker, termasuk Bormann, Goebbels dan keluarganya, sekretaris, dan beberapa perwira militer.

Beberapa saksi mata melaporkan bahwa mereka mendengar suara tembakan keras kira-kira pukul 15.30. Setelah menunggu beberapa menit, pelayan Hitler, Heinz Linge, membuka pintu ruang kerja ditemani oleh Bormann di sisinya. Linge kemudian menyatakan bahwa ia mencium aroma almon terbakar. Ajudan Hitler, SS-Sturmbannführer Otto Gunsche, memasuki ruang kerja dan menemukan dua jenazah di sofa. Eva, dengan kedua kaki terangkat, berada di sebelah kiri Hitler dan rebah di sisinya. Ginsche menyatakan bahwa Hitler “Duduk… darah tergenang, dengan darah menetes dari pelipis kanannya. Ia menembak dirinya dengan pistolnya sendiri, sebuah pistol Walther PPK 7.65”.

Namun, berita kematian pemimpin Jerman ini banyak diragukan oleh orang-orang. Banyak konspirasi yang beredar mengenai kematian Adolf Hitl*r ini.

  1. Uni Soviet berhasil menguasai BerlinBBC Four - Berlin 1945, Series 1, Episode 2

Sekitar kurang lebih 1,5 juta serdadu Soviet mengepung dan menyerbu ibu kota Jerman. Serangan itu adalah gempuran besar-besaran terakhir dalam perang di Eropa. Saat itu, Jerman yang terpojokkan hanya memiliki sedikit kekuatan untuk melawan kekuatan dari Uni Soviet. Tentara Merah bukan satu-satunya pasukan yang berpartisipasi dalam Pertempuran Berlin. Selama pertempuran itu, Tentara Merah didukung oleh Tentara Ke-1 Polandia yang berkekuatan 200 ribu personel, dan Tentara Sekutu yang dilengkapi oleh senjata Soviet dan berperang dengan memakai seragam dibawah benderanya masing-masing.

Tidak lama sejak pasukan gabungan Soviet berhasil masuk ke Berlin, pasukan merah langsung merebut gedung parlemen Jerman, Reichstag. Dan Jerman resmi menyerah pada 2 Mei 1945.

  1. Kekaisaran Jerman dan Republik Sosial Italia menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada Mei 19457-5-1945: Nazi Jerman Menyerah Tanpa Syarat kepada Sekutu pada Perang Dunia II - Global Liputan6.com

Dengan runtuhnya ibu kota Jerman, Berlin membuat Kekaisaran Jerman dan Republik Sosial Italia menyerah kepada sekutu karena kekuatan militer yang sudah habis diserang sekutu. Dan dengan ini kediktatoran Nazi dan Italia sudah hilang dari Eropa. Namun, tersisa satu musuh lagi, yaitu Jepang.

Latest articles