Akhir dari Perang Dingin

ENSIPEDIA.ID – Perang Dingin, atau biasa dikenal dengan Cold War adalah ketegangan politik dan militer antara Blok Barat yang dipimpin Amerika beserta sekutu NATO-nya, dengan Blok Komunis yang dipimpin Uni Soviet beserta negara-negara satelitnya. Konflik ini berawal dari kemenangan Amerika, Uni Soviet, dan negara sekutu lainnya. Kemenangan ini menyisakan Amerika dan Uni Soviet menjadi 2 negara adidaya di dunia dengan perbedaan ideologi, ekonomi, dan militer. Hal ini membuat Amerika dan Uni Soviet berlomba-lomba untuk menjadi negara paling berpengaruh di dunia. Konflik ini dinamakan Perang Dingin karena kedua negara tidak pernah mendeklarasikan aksi militer secara langsung, namun masing-masing pihak ikut campur dalam peperangan sipil di dunia yang menentukan ideologi dan revolusi suatu negara. Dan kedua negara memiliki senjata nuklir yang dapat mengancam kehancuran besar. Bahkan efek dari Perang Dingin masih dapat dirasakan hingga kini.

Opinion | The Cold War and America's Delusion of Victory - The New York Times

  1. Ditunjuknya presiden baru Amerika yang tegas terhadap komunis, Ronald Reagan

Pada tahun 1980, Amerika menunjuk Presiden ke-40 nya, ia adalah Ronald Reagan. Reagan yang prihatin dengan keadaan rakyat Soviet mengatakan Uni Soviet sebagai “Kekaisaran Iblis”. Reagan pun meningkatkan kekuatan nuklir Amerika untuk melawan Uni Soviet. Ketegangan ini semakin meningkat ketika Uni Soviet menembak jatuh pesawat Korea Selatan di wilayah Soviet. Dan ditengah ketegangan ini, untungnya presiden Brezhnev meninggal, diganti dengan Yuri Andropov, lalu meninggal digantikan oleh Konstantin Chernenko, lalu ia meninggal juga dan pada akhirnya digantikan oleh Mikhael Gorbachev.

  1. Ditunjuknya pemimpin baru Uni Soviet, Mikhael Gorbachev

Mikhael Gorbachev ditunjuk sebagai pemimpin baru Uni Soviet pada tahun 1985, dan semuanya berubah ketika Mikhael Gorbachev memimpin. Filosofi dan pandangan politik Gorbachev berbeda dengan pemimpin-pemimpin lama Soviet. Jika pemimpin-pemimpin lama Soviet memiliki pandangan keras terhadap militer dan membelakangi rakyat, Gorbachev lebih menginginkan kesejahteraan rakyat. Ia merasa bahwa alasan dibalik buruknya ekonomi Uni Soviet adalah karena negara tidak membiarkan rakyat menemukan kepuasan di pekerjaan mereka dan tidak dibiarkan melakukan kebebasan berpendapat yang membuat hidup dalam ketakutan kepada pemerintah.

Gorbachev pun melakukan perjanjian pembatasan senjata nuklir jarak menengah dengan Amerika Serikat pada 1987. Ia merasa pengembangan senjata nuklir harus diperlambat demi pemulihan ekonomi Soviet.

  1. Nasib negara-negara di Eropa Timur

Dengan keputusan “Kebebasan berpendapat” Gorbachev, Perdana Menteri Hungaria bertemu dengan Gorbachev untuk meminta reformasi pada negara Hungaria. Gorbachev pun memutuskan untuk menyerahkan keputusan masa depan negara-negara Eropa timur ke negaranya sendiri. Hungaria pun melakukan pemilihan presidennya pada 1989, dan pada tahun yang sama disusul dengan pemilihan presiden Polandia. Pelarangan perpindahan dari Eropa timur ke Eropa barat pun dicabut. Tirai Besi (Iron Curtain) pun runtuh.

  1. Tuntutan penggabungan Jerman oleh rakyat Jerman

Melihat dari revolusi di Hungaria dan Polandia, pada 4 November 1989 Jerman Timur pun menuntut penggabungan Jerman Timur dan Barat. Lebih dari setengah juta orang memadati jalanan di Berlin kala itu. Dan pada 9 November 1949, Pemerintah Jerman Timur yang mendapat tekanan dari masyarakat kala itu terpaksa menyetujui penggabungan ini meski penyetujuan ini tidak dimaksud akan dilaksanakan langsung. Namun, pada malam harinya ratusan ribu orang beramai-ramai memadati perbatasan Jerman Timur dan Barat. Penjaga perbatasan masih diperintahkan untuk menembak segala bentuk perlawanan rakyat yang bersikeras melewati perbatasan. Namun, petugas kewalahan yang membuat terpaksa memperbolehkan warganya melewati perbatasan Jerman Timur dan Barat.

  1. Jatuhnya Tembok Berlin, yang menandakan penggabungan kembali Jerman Timur dan Barat

Sepanjang malam, warga Jerman merayakan hal ini. Bahkan dari mereka banyak yang berusaha menaiki dan merobohkan Tembok Berlin yang kokoh tersebut. Dan setahun kemudian, reunifikasi Jerman terjadi. Sudah tidak ada Jerman Barat dan Jerman Timur. Setelah 35 tahun lamanya, akhirnya Jerman telah bersatu kembali.

  1. Bulgaria, Cekoslovakia, beserta negara Eropa Timur lainnya mulai melakukan revolusi

Menyusul Jerman, Polandia, dan Hungaria, negara-negara Eropa Timur lainnya melakukan revolusi. Diantaranya Revolusi Velvet yang damai di Cekoslovakia, Pemilu di Bulgaria, dan Revolusi Romania yang agak keras. Hal ini menandakan berakhirnya rezim komunis di Eropa Timur.

  1. Yeltsin, pemimpin Republik Sosialis Federasi Soviet Russia menuntut pemecahan Uni Soviet

Gorbachev telah mengijinkan rakyatnya untuk berdemonstrasi, kini mereka meminta untuk menghapus sistem satu partai, dan Gorbachev menerimanya. Untuk pertama kalinya pemilu diadakan dan kandidatnya tidak disahkan oleh partai resmi. Salah satu rival ambisius dari Gorbachev, Boris Yeltsin mengadakan gerakan demokrasi.

Yeltsin pun terpilih menjadi pemimpin Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia. Dan pembagian kekuasaan antara Yeltsin dan Gorbachev pun menjadi rumit. Hal ini membuat Yeltsin menuntut untuk memecah Uni Soviet menjadi berbagai negara untuk menghilangkan kebingungan pembagian kekuasaan. Aliran keras komunis Soviet kala itu takut akan keputusan yang dibuat Gorbachev akan meruntuhkan Uni Soviet. Mereka pun menculik Gorbachev untuk menuntut kesatuan Uni Soviet. Sayangnya rencana ini digagalkan oleh Yeltsin. Dan akhirnya pada tahun 1991, Gorbachev menyetujui pemecahan Uni Soviet.

  1. Uni Soviet terpecah menjadi beberapa negara, dan konflik dingin dengan Amerika telah selesai

Akhirnya setelah bertahun-tahun konflik dingin dengan Amerika, Uni Soviet pun kehilangan komunismenya dan memecahnya menjadi berbagai negara (Russia, Ukraina, Afghanistan, dan lain-lain). Dengan pemecahan Uni Soviet ini akhirnya konflik nuklir telah padam dan Perang Dunia 3 tidak jadi meletus.

Latest articles