5 Langkah untuk Mengasah Kemampuan Critical Thinking

ENSIPEDIA.ID, Kendari – Critical thinking atau berpikir kritis adalah kemampuan berpikir jernih dan rasional dalam mempertimbangkan sesuatu atau dalam mengambil keputusan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu dihadapkan dengan berbagai pilihan. Critical thinking membantu kita mempertimbangkan setiap pilihan yang membuat kehidupan kita menjadi lebih baik. Dalam artikel ini, akan disajikan 5 cara yang bisa dilakukan untuk mengasah kemampuan critical thinking atau berpikir kritis.

Kemampuan berpikir kritis hendaknya dilatih. Layaknya massa otot yang setiap hari harus terus ditempa agar bisa terbentuk, demikian pula pikiran yang juga harus dibiasakan untuk berpikir. “Ala bisa karena biasa.” Dengan mempunyai kemampuan berpikir kritis, kita akan dengan mudah mengidentifikasi hoaks, berita bohong, dan informasi palsu sehingga tidak terjebak di dalamnya.

Nah, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengasah kemampuan critical thinking.

 

1. Formulasi Pertanyaan

Mengasah Critical Thinking

Berpikir kritis membuat kita tidak mudah percaya dengan sesuatu. Orang yang kritis pastinya memiliki banyak sekali tanda tanya di dalam benaknya untuk menghilangkan keragu-raguan. Apa? Kenapa? Bagaimana? Siapa? Kapan? Di mana? Pada dasarnya kita harus menguji setiap informasi yang diterima. Dengan adanya kejelasan, rasa ragu-ragu kita akan hilang.

Dengan memformulasi pertanyaan, kita dituntut untuk menjawab pertanyaan yang paling mendasar. Contohnya, Apakah manusia berasa dari kera? Dengan pertanyaan tersebut, kita akan melakukan riset mendalam tentang proses penciptaan makhluk hidup. Jika tidak melakukan pertanyaan, niscaya kita hanya terjebak dalam pusaran mitos. Mempercayai setiap cerita tanpa melakukan pemikiran yang mendalam.

Jadi, jangan sungkan untuk bertanya. Setidaknya, tanyakan kepada diri sendiri. Pertanyaan tersebut akan melatih pikiran kita untuk melakukan pemberontakan. Langkah pemberontakan tersebut lah yang akan membawa kita ke arah yang lebih kritis.

 

2. Kumpulkan Informasi

Mengasah Critical Thinking

Dalam berpikir kritis, kita akan menemukan banyak sekali permasalahan dari pertanyaan yang kita ajukan. Landasan untuk menjawab pertanyaan itu haruslah berdasarkan informasi yang valid dan kredibel. Ingat, mempertanyakan saja tidaklah cukup. Hakikat dari pertanyaan itu untuk dijawab, bukan? Kumpulkan informasi yang relevan.

Contoh kasus, saat seseorang sedang ingin memanfaatkan uang yang kamu punya. Ada banyak pilihan yang bisa dilakukan. Apakah itu diivestasikan, ditabung, atau dijadikan modal usaha. Tentunya bagi orang-orang yang memiliki critical thinking, ia akan mengumpulkan informasi terkait ketiga pilihan tersebut.

 

3. Mengaplikasikan Temuan Informasi

Mengasah Critical Thinking

Dengan memiliki informasi yang ada, akan lebih mudah menganalisis pertimbangan. Yang harus kita lakukan adalah memetakan kelebihan dan kekurangan dari setiap pilihan. Dengan adanya informasi dan pengetahuan yang memadai, otomatis kita juga akan lebih mudah dalam mengambil keputusan. Dalam konteks menganalisis berita bohong, kita bisa mengevaluasi informasi yang diterima dengan cara memberikan pembuktian akan kesalahan-kesalahan.

Seseorang yang critical thinking-nya baik tidaklah hanya pandai dalam mempertanyakan dan menuntut sesuatu. Harus ada langkah konkret juga yang harus dilakukan. Kamu bisa memulai langkah berpikir kritis hari ini dengan cara menulis gagasan atau cara pengomunikasian yang lainnya.

 

4. Pertimbangkan Implikasi

Mengasah Critical Thinking

Apakah melakukan demonstrasi dengan merusak fasilitas umum adalah hal yang benar? Entah benar-salahnya. Namun, Tentu saja itu hal yang tidak baik. Berpikir kritis tidak membawa kita pada tujuan yang membuat orang lain merasa resah. Karena merasa diri telah melakukan proses berpikir secara sistematis, kita lantas menghina kemampuan dan pencapaian orang lain. Tujuan dari critical thinking adalah mempertanyakan hal-hal yang janggal. Sebagai makhluk yang berpikir, hendaklah kita juga menjadi orang yang bermoral.

Implikasi di sini juga dimaksudkan untuk mempertimbangkan hasil dari keputusan-keputusan yang telah di ambil. Jika saya menabung, apa implikasinya? Jika saya berinvestasi, apa implikasinya. Artinya, dengan berpikir kritis, kita bisa menyimulasikan dari setiap pilihan-pilihan yang ada secara jangka panjang.

 

5. Palajari Sudut Pandang Lain

Mengasah Critical Thinking

Pada akhirnya, kita akan tersadar bahwa setiap pertimbangan memiliki sisi negatif dan positifnya masing-masing. Akan ada sudut pandang yang berbeda nantinya. Dengan critical thinking, kesadaran akan luasnya sudut pandang akan timbul. Si A yang memilih menabung punya alasan tersendiri, begitu pula dengan si B yang memiliki alasan sendiri.

Untuk kemampuan berpikir ini, Kamu bisa memosisikan diri untuk membela pilihan yang ditolak intuisi. Contohnya, untuk memilih siapa calon presiden pilihan, posisikan diri sebagai pendukung pasangan calon A. Walaupun kamu seorang pendukung paslon B. Dengan hal tersebut, kita akan memiliki sudut pandang yang luas, setidaknya dari dua sisi yang ada.

 

Baca Juga: Tidak Dapat Menjawab Pertanyaan Saat Presentasi? 3 Trik Ini Bisa Anda Lakukan untuk Mengatasinya

Latest articles