3 Samurai yang Menjadi Pemersatu Jepang

Sejarah Jepang tidak bisa dilepaskan dari cerita kehebatan para samurai pada dulu. Terdapat 3 tokoh sentral yang berperan besar dalam proses penyatuan (unifikasi) jepang yang dahulu terbagi menjadi banyak klan. Istilah “Nobunaga yang membeli mie, Hideyoshi yang memasak, dan Ieyasu yang makan” merupakan gambaran dari peran mereka masing-masing dalam usaha mempersatukan jepang.
Selain peran yang dilakukan oleh mereka berbeda, cara yang dilakukan oleh ketiga jenderal ini dalam mempersatukan jepang pun berbeda. Hal ini dapat diketahui oleh ungkapan :

Bagaimana jika seekor burung tak mau berkicau?
Nobunaga menjawab, “Bunuh saja!”
Hideyoshi menjawab, “Buat burung itu ingin berkicau.”
Ieyasu menjawab, “Tunggu.”

Pepatah ini cukup menggambarkan sifat dari ketiga jenderal ini, dimana Nobunaga yang mempersatukan jepang dengan Kekejaman dan perilakunya yang agresif, Hideyoshi yang mempersatukan jepang dengan taktik dan strategi yang baik, serta Ieyasu yang mempersatukan Jepang dengan kesabaran.

ODA NOBUNAGA
Jenderal yang memulai usaha penyatuan jepang.

Mengapa Nobunaga disebut sebagai orang yang membeli mie? Karena pada dasarnya ialah orang yang memulai usaha penyatuan Jepang. Oda Nobunaga merupakan pemimpin (daimyo) dari sebuah provinsi yang bernama Owari. Usaha penyatuan jepang dimulai dari penaklukan provinsi Mino dari tangan Saito pada pertempuran di Inabayama.

Nobunaga juga merupakan orang pertama yang menggunakan senjata api yang dibeli dari bangsa portugis sebagai senjata untuk berperang. Dengan senapan inilah, ia berhasil mengalahkan Katsuyori yang merupakan putra dari Takeda Shingen pada pertempuran di Nagashino. Puncak kesuksesan Nobunaga adalah ketika ia berhasil menduduki Kyoto yang merupakan ibukota kekaisaran.

Namun impiannya untuk menyatukan jepang harus berakhir dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh salah satu jenderalnya yaitu Akechi Mitsuhide. Akechi Mitsuhide yang harusnya menyerang Mori bersama Toyotomi Hideyoshi nyatanya berbalik arah dan menyerang Nobunaga di Kuil Honno-ji.

TOYOTOMI HIDEYOSHI

Hideyoshi meneruskan tekad Nobunaga untuk menyatukan Jepang

Hideyoshi merupakan salah satu jenderal Nobunaga. Ia memulai karir militernya sebagai pembawa sandal sang daimyo. Karena kepintaran dan kecerdasannya, ia mulai diakui oleh Nobunaga sehingga dijadikan salah satu jenderal militernya. Hideyoshi lah yang meneruskan tekad dari Nobunaga untuk menyatukan Jepang. Oleh karenanya dalam sejarah ia berperan sebagai orang yang “Memasak”.

Sepeninggalan Nobunaga, Hideyoshi bangkit dan menyerang Mitsuhide untuk membalaskan kematian tuannya. Ia berhasil mengalahkan mitsuhide yang melarikan diri ke benteng Sakamoto pada pertempuran Yamazaki. Dengan cepat Hideyoshi pun mengambil alih kepemimpinan dengan mendirikan markas besar di Osaka. Siapa yang menyangka bahwa anak seorang petani dapat menjadi daimyo yang hebat dan sekarang sedang berusaha menyatukan Jepang.

Kekuasaan Hideyoshi semakin berkembang setelah mengalahkan klan Shimizu dan Chosokabe. Ia juga mampu mengalahkan klan Hojo serta menjatuhkan benteng Odawara yang terkenal karena sangat sulit untuk ditaklukan. Namun, dikarenakan ia merupakan anak seorang petani dengan kasta yang rendah, ia tidak bisa menjadi Kaisar dan hanya bisa menjadi seorang Kampaku (setingkat perdana menteri). Namun secara fakta di lapangan, ialah orang yang memegang kekuasaan penuh atas seluruh militer di daerah feodal Jepang.

TOKUGAWA IEYASU

Ieyasu akhirnya berhasil mewujudkan penyatuan jepang

Ieyasu merupakan salah satu bawahan dari Oda Nobunaga, namun jabatannya masih dibawah Hideyoshi. Setelah meninggalnya Hideyoshi, Jepang kembali bergejolak dengan ditandai oleh Ieyasu yang bergerak untuk menjadi ahli waris dari Hideyoshi dan berusaha mengambil alih kekuasaan. Ishida Mitsunari yang merupakan Jenderal setia Hideyoshi tidak terima dengan tindakan Ieyasu karena awalnya Hideyoshi menyerahkan kekuasaannya kepada Hideyori (anaknya) dan meminta Ishida Mitsunari untuk membantu Hideyori.

Akhirnya pada tahun 1600, simpatisan Hideyoshi yang dipimpin oleh Ishida Mitsunari menyatakan perlawanan kepada Ieyasu lewat pertempuran di Sekigahara. Terdapat kurang lebih 200.000 tentara yang terlibat pada peperang ini. Pertempuran ini dimenangkan oleh pihak Ieyasu dengan dikalahkannya Ishida Mitsunari. Sisa-sisa simpatisan Hideyoshi yang ada di Osaka juga ikut dilenyapkan. Perang di Sekigahara tercatat sebagai peperangan yang tonggak awal dari penyatuan Jepang dibawah Keshogunan Tokugawa Ieyasu.

Setelah tersingkirnya klan Toyotomi, Ieyasu pun membagikan wilayah kepada setiap pemimpin klan sesuai dengan kontribusinya dalam peperangan di Sekigahara. Penyatuan Jepang akhirnya benar benar terwujud dengan Tokugawa Ieyasu yang menjadi puncaknya. Tidak heran jika Ieyasu disebut-sebut sebagai orang yang “makan”, karena atas usaha dari dua Jenderal besar sebelumnya yang telah membuat jalan untuk mempersatukan jepang, sehingga Ieyasu dengan mudah melaluinya.

Khairul Apandi
Peramu Kata

Latest articles