Beda dari Lainnya! Suku di Amazon Ini Gunakan Semut Peluru Untuk Tes Kedewasaan

ENSIPEDIA.ID, KENDAL – Kedewasaan merupakan salah satu fase yang banyak ditunggu orang. Ketika sudah dewasa, kita akan dianggap “matang” secara fisik maupun mental. Nah, setiap suku punya cara yang berbeda-beda dalam mengukur kedewasaan anggota sukunya.

Salah satunya ada pada Suku Satere Mawe, yaitu suku asli hutan Amazon di Brazil yang diperkirakan memiliki jumlah populasi sekitar 13.350 jiwa.

Dalam Suku Mawe, terdapat ritual menyakitkan untuk menguji apakah seorang pria dalam suku tersebut sudah memasuki usia dewasa atau belum.

Ritual Sarung Tangan Mematikan

Sengatan semut peluru sangat menyakitkan dan terasa hingga 24 jam bahkan berminggu-minggu | Paragram.id

Ritual inisiasi yang digunakan pada Suku Satere Mawe cukuplah unik tetapi menyakitkan. Pada ritual ini, orang Suku Mawe akan menggunakan semut peluru sebagai “penguji” kedewasaan anak pria di sukunya.

Mulanya, semut akan dibuat tidak sadarkan diri atau “dibius” dengan rendaman obat penenang alami. Dalam kondisi itu, ratusan semut akan dirajut dalam sarung tangan yang terbuat dari daun lontar yang bentuknya mirip sarung tangan oven besar.

Setelah selesai, semut akan dibangunkan menggunakan asap. Sebelum upacara dimulai, tangan remaja pria yang akan diuji diolesi arang terlebih dahulu untuk menangkal sengatan semut peluru. Namun, cara ini ternyata tidak efektif.

Selanjutnya, kedua tangan anak tersebut akan dimasukkan ke dalam sarung tangan semut peluru. Upacara pun dimulai, anak itu biasanya akan menjerit dan menangis kesakitan. Bagaimana tidak, semut yang digunakan pun tidak sembarangan. Semut peluru termasuk salah satu jenis semut terbesar di dunia dengan racun yang akan menimbulkan gelombang rasa sakit beserta sensasi berdenyut dan terbakar layaknya tertembak peluru. Rasa sakit ini juga akan berlangsung selama 24 jam, tetapi lukanya baru akan pulih selama berhari-hari.

Tetua suku dan orang-orang lainnya akan menari sembari menggandeng lengan anak itu. Tangan yang dimasukkan harus didiamkan selama 5-10 menit. Sayangnya, siksaan ini harus dirasakan oleh remaja yang diuji sebanyak 20 kali selama sebulan.

Setelah selesai ritual, tangan anak itu akan direndam dalam air sebagai peredam rasa sakit, tetapi sebagian lengan akan lumpuh sementara.

Dilansir dari national.geographic.com, 2.250 gigitan semut peluru mampu membunuh orang dewasa dengan berat badan 74 kg. Sedangkan rasa sakit gigitannya 30 kali lebih menyakitkan dibanding sengatan lebah.

Setelah berhasil melewati ritual dalam sebulan, anak yang dianggap “lolos” akan diperbolehkan ikut berburu bersama ayahnya ke hutan. Ia juga akan dianggap telah dewasa oleh penduduk suku.

 

 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai bidang sosial-hukum, sosial-budaya, geografi, dan astronomi.

Latest articles