Warga: Siang Cari Minyak Goreng Nggak Ada, Setelah HET Dicabut, Stoknya Banyak

ENSIPEDIA.ID, Jember – Pemerintah secara resmi telah mencabut Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dalam rapat kerja antara Kementerian Perdagangan dengan Komisi VI DPR RI.

“Sesuai arahan Presiden, Kementerian Perdagangan (Kemendag) per 16 Maret 2022 menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 11/2022 yang mencabut ketentuan HET Permendag No 06/2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng. Permendag No 11/2022 tersebut baru dan diundangkan, berlaku sejak diundangkan,” ujar Lutfi.

Sebelumnya, ketentuan HET Permendag no 06/2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng menetapkan harga minyak curah sebesar Rp11.500 per liter, Rp13.500 untuk kemasan sederhana, dan Rp14.000 per liter untuk kemasan premium.

Pencabutan Permendag no 06/2022 itu membuat harga minyak goreng kembali naik. Hal ini membuat pengusaha kecil pusing untuk mencari keuntungan karena mereka harus memperoleh laba tanpa memberatkan konsumen.

Azizah (30), salah seorang pengusaha katering kecil Jatiasih, Bekasi mengaku keberatan membeli minyak goreng ukuran dua liter dengan harga Rp50.000.

“Bingung, mau naikin harga takut nggak ada yang beli, nggak dinaikin untungnya tipis banget,” kata Azizah, seperti dilansir dari Kompas.

Selain mengaku keberatan untuk membeli minyak goreng yang harganya mahal, ia juga mengaku heran karena pada Rabu (16/03/2022) Siang stok minyak goreng yang ada pada pasar swalayan habis. Namun, setelah pemerintah mencabut HET pada sore harinya, minyak goreng dengan berbagai merek langsung memenuhi etalase di pasar swalayan dekat rumahnya.

“Nggak masuk akal, siang saya cari nggak ada (minyak goreng), sore pas pengumuman harga subsidi dicabut, langsung baris rapi itu minyak (di etalase),” kata dia.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Jehan (29) yang mengaku heran bagaimana bisa minyak goreng yang awalnya tidak ada stok, seketika memenuhi rak setelah pemerintah mencabut aturan HET.

“Kan nggak mungkin minyak merek ternama selama harga subsidi nggak ada, terus hari terakhir siang masih kosong, sore keluar putusan, malamnya minyak banyak dengan merek ternama,” kata Jehan.

“Kan nggak mungkin dalam beberapa jam itu minyak sampai? Berarti kan sengaja merek ternama nggak ngeluarin produknya selama harga subsidi,” imbuhnya.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles