Wabah PMK Serang Hewan Ternak, Apakah Berbahaya Bagi Manusia?

ENSIPEDIA.ID, KENDAL – Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) menyerang ribuan hewan ternak di Aceh dan Jawa Timur pada awal Mei 2022 hingga saat ini.

Mengenal Apa Itu PMK 

Wabah PMK kembali menyebar di Indonesia setelah tiga dekade bersih dari penyakit tersebut | tribun.news.com

Dikutip dari Portal Kabupaten Bogor, PMK atau yang dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan oleh virus. Adapun virus yang menyebabkannya yaitu Virus tipe A family Picornaviridae, genus Apthovirus.

Apakah Berbahaya Bagi Manusia?

PMK tidak menjangkiti manusia

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan bahwa PMK hanya tersebar pada hewan berkuku belah, seperti sapi, kambing dan babi. Ia juga menegaskan bahwa penyakit ini tidak akan menjangkiti manusia.

“Dari apa yang disampaikan Kementerian Kesehatan PMK ini tidak menular pada manusia ini yang penting,” kata Syahrul dalam konferensi pers, Rabu (11/5/2022).

Ia melanjutkan, daging dari hewan yang terinfeksi PMK masih diperbolehkan untuk dimakan, asalkan tidak memakan bagian tubuh hewan yang terjangkit penyakit ini. Namun, ada juga syarat dan petunjuk teknis yang harus diikuti.

“Dikonsumsi masyarakat itu masih aman yang tidak boleh pada tempat langsung yang terkena misalnya organ kaki itu harus di amputasi, jeroan nggak boleh seperti bagian mulut, bibir, hingga lidah, itu yang tidak direkomendasikan, yang masih bisa daging pun masih bisa,” kata Syahrul.

Ia mengharapkan tidak ada masyarakat yang panik dengan wabah ini, karena tidak akan menjangkiti manusia. Ribuan petugas kesehatan hewan juga sudah diturunkan di Rumah Pemotongan Hewan guna memantau pemotongan daging ternak berkuku belah.

“Kita harap tidak ada kepanikan di masyarakat, ini kita 24 jam bersama Bupati dan Gubernur setempat,” tuturnya.

Kementerian Pertanian juga telah bersiap untuk menghadirkan vaksin dalam waktu dekat. Baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kita telah menemukan serotype yang ada dan kita akan menghadirkan vaksin dalam waktu yang sangat singkat. Vaksin yang akan kita pakai vaksin nasional tetapi butuh waktu. Minimal dalam 14 hari ini kita ada vaksin yang dari luar negeri, selanjutnya akan kita produksi sendiri di Pusvetma, Surabaya,” kata SYL dalam keterangan resmi Kementan, Rabu (11/5/2022).

Sembari menunggu vaksin, saat ini hewan ternak yang terinfeksi PMK telah diberi obat, vitamin, antibiotik dan penguatan imun sebagai penanganan.

Efeknya pun sudah terlihat, hewan yang tadinya tidak bisa berdiri kini terpantau keadaannya berangsur normal. Dengan begitu, per 11 Mei 2022 sebanyak 33 hewan ternak yang terpapar PMK di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur sudah sembuh total.

Profesor Mustofa Helmi Effendi, Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kesehatan Hewan Unair (Universitas Airlangga) menyebutkan penyakit ini lebih berefek signifikan bagi peternak. Karena, hewan ternak yang terpapar akan mengalami penurunan berat badan. Selain itu, produksi susu sapi juga akan berkurang drastis.

“Anak sapi bisa mati, sapi mengalami penurunan berat badan, ini berarti kerugian ekonomi,” imbuhnya.

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles