Tak Hanya Pemerkosaan, Ini Deretan Aksi Bejat Herry Wirawan

ENSIPEDIA.ID, Kendal – Belakangan ini, beredar kabar mengejutkan seorang “ustadz” yang melakukan aksi bejat kepada 12 santriwatinya di sebuah pesantren yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

belakang, HW atau Herry Wirawan adalah pria kelahiran Garut, 19 Mei 1985 yang kini berusia 36 tahun. Herry Wirawan juga sudah berstatus menikah. Aksi bejatnya sudah ia lakukan sejak 2016 silam dan baru terbongkar pada bulan Mei lalu. 

Kasus ini terungkap pada momentum lebaran kemarin di mana para santri akan pulang ke rumah masing-masing untuk bertemu dengan keluarganya. Salah satu orang tua korban merasa curiga dengan cara berjalan dan tingkah laku anak perempuannya. Namun, kecurigaan itu hanya bersifat sementara saja. 

Setelah itu, ia mendapat telepon dari orang tua kerabat yang menyuruh orang tua korban untuk memeriksa apakah hamil atau tidak. Kemudian, orang tua korban tersebut meminta kepadanya untuk bercerita kepadanya, barulah terungkap bahwa ia pernah diperkosa oleh Herry Wirawan, pesantren. 

Korban dibawa ke bidan untuk dicek kandungannya, ternyata sudah berumur 5 bulan. Korban juga bercerita bahwa bukan hanya dia yang menjadi korban, tetapi juga teman-temannya mengalami hal serupa. 

Tak hanya memerkosa, Herry juga melakukan bejat lainnya. Apa sajakah itu?

Menilep Dana Program Indonesia Pintar

Kartu Indonesia Pintar | Kastara.id

Dana Program Indonesia Pintar harus digunakan untuk biaya tambahan para pelajar dalam menjalani proses pendidikan, seperti membeli buku tulis, seragam sekolah, uang transport, dll. Namun berbeda dengan Herry Wirawan selaku pemilik pesantren. Ia malah menggunakan dana tersebut untuk keperluan pribadinya dan tidak membagi sepeser pun kepada para santrinya. Tak hanya dana PIP, ia juga mengambil dana BOS yang hingga kini belum jelas digunakan untuk apa.

Menjadikan Bayi Alat Sumbangan 

Ilustrasi Bayi | Pixabay

Selain mengekploitasi remaja secara seksual, Herry juga mengekploitasi para korban untuk kepentingan ekonomi. Menutur pengakuannya ketika di persidangan, ia telah mendaftarkan 8 dari 9 bayi yang dilahirkan para korban sebagai anak yang berstatus yatim piatu. Kemudian, ia menggunakan para bayi tersebut sebagai alat untuk meminta sumbangan atau mengemis ke pihak tertentu.

Dipaksa Menjadi Kuli Bangunan

Pesantren Madani di Kompleks Yayasan Margasatwa, Kecamatan Cibiru, Bandung | Kumparan.com

Bukan hanya itu saja, para santriwatinya juga dipaksa menjadi kuli bangunan sebuah gedung pesantren di daerah Cibiru. Ponpes tersebut adalah Madani Boarding School yang terletak di Kompleks Yayasan Margasatwa, Kecamatan Cibiru, Bandung yang kini telah ditutup setelah digerebek dan dicabut izinnya oleh pihak terkait. 

Dalam melakukan aksi biadabnya, Herry Wirawan mengatakan bahwa ia akan menikahi para korbannya ketika melahirkan. Dia juga dijanjikan bayi-bayi para korban akan dirawat, dibesarkan, dan disekolahkan hingga kuliah.

Herry memerkosa para santriwatinya di apartemen, pesantren, hingga suatu hotel di Bandung. Setelah dilakukan penyelidikan, para korban tak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga menderita trauma psikologis yang membutuhkan waktu lama untuk pemulihannya. 

Untuk menuntut keadilan, para orang tua korban mengharapkan Herry Wirawan dihukum seadil-adilnya, bahkan diperkirakan dihukum kebiri atau seumur hidup. keputusan tetap ada di tangan jaksa yang mendakwa Herry dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara sesuai UU Perlindungan Anak. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles