Siap-siap Vaksin Booster! Cek Syarat dan Ketentuannya

ENSIPEDIA. ID, Kendal – Pandemi telah berjalan di Indonesia dengan hampir 2 tahun lamanya. Berbagai macam vaksin kini telah hadir dan sudah disuntikkan ke masyarakat umum walaupun belum semuanya mendapatkannya.

Per bulan November, kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 4,25 jt kasus, dengan 144 rb orang meninggal dunia. Hingga kini, sudah ada 75,21 juta orang telah menerima suntikan vaksin 2x.

Kenali Apa itu Vaksin Booster! 

Vaksin COVID-19

Vaksin booster adalah suntikan vaksin dosis ketiga yang dianggap penting untuk melawan COVID-19 karena dapat meningkatkan imun tubuh secara penuh.

Vaksin booster dapat dilakukan apabila jumlah penduduk/target yang divaksin sudah melebihi angka 50%, seperti yang dituturkan oleh Menteri Kesehatan yaitu Budi Gunadi.

Diperkirakan, angka tersebut akan tercapai pada bulan Desember nanti. “Hitung-hitungan di akhir Desember 59% tercapai vaksin dua kali. 80% sudah dapat vaksin pertama, proper memberikan vaksin booster.” Kata Budi.

Syarat Seseorang Menerima Vaksin Booster

Salah satu vaksin yang digunakan untuk vaksin dosis ketiga adalah Moderna

Saat ini, yang diprioritaskan adalah lansia (lanjut usia) karena mereka lah yang berisiko tinggi menderita sakit berat akibat COVID-19. Kemudian, penerima selanjutnya adalah mereka yang memiliki gangguan kekebalan tubuh.

Bagi lansia, vaksin yang direkomendasikan oleh WHO adalah Sinovac dan Sinopharm. Sementara untuk jenis lain, dapat dipertimbangkan sesuai dengan pasokan yang ada.

Selanjutnya, vaksin booster ini ternyata tidak gratis loh! Pemerintah akan menanggung biaya peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) BPJS Kesehatan saja, sementara untuk umum harus merogoh kocek.

“Kita sudah bicarakan dengan pak Presiden, prioritas booster vaksin itu lansia dulu, baru nanti yang ditanggung oleh negara (biayanya) adalah peserta PBI. Jadi, nanti anggota DPR yang penghasilannya cukup, bayar sendiri booster-nya,” tutur Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI, Senin lalu.

Nah, karena berbayar pemerintah memberikan kebebasan untuk setiap orang dalam memilih jenis vaksin yang ingin mereka gunakan. Pilihannya yaitu Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Sinopharm.

Pemerintah juga akan melakukan uji klinis lebih mendalam di perguruan tinggi terkait efektivitas vaksin apabila disuntikan dengan merk yang berbeda dengan dosis kedua.

Besaran biayanya berbeda-beda antara merk yang satu dengan lainnya, antara lain sebagai berikut:

• Sinovac

Digunakan di Brazil hingga Indonesia, harga perkiraan vaksin ini adalah US$ 13.6 atau sekitar Rp 193.000.

Sinopharm

Vaksin merk ini umum digunakan di Asia Timur, Amerika Selatan, hingga Eropa. Harga yang paling murah adalah Rp 128.000 sampai yang paling mahal sekitar Rp 512.000.

Pfizer

Pfizer banyak digunakan di Afrika, Amerika Selatan, Eropa dan Asia. Harga termurahnya adalah Rp 96.000 dan yang paling mahal berkisar antara Rp 329.000.

Moderna

Vaksin yang sudah lazim kita dengar ini dibanderol dengan harga Rp 142.000 – 527.000.

AstraZeneca

Banyak negara di seluruh dunia telah menggunakan vaksin AstraZeneca, sementara untuk harga, perdosisnya antara Rp 31.000 hingga 113.000.

Nah, setelah mengetahui syarat, ketentuan dan harga vaksin booster, apakah ensipedian berniat untuk membelinya? Pastikan tetap mengikuti rekomendasi dari dokter ya!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles