Sejarah Terpecahnya Korea Menjadi Dua Negara

ENSIPEDIA.ID, Jember – Sejarah terpecahnya Korea menjadi dua negara, yakni Korea Utara dan Korea Selatan memang menarik untuk dibahas. Budaya dari kedua negara tersebut berbeda, padahal kedua negara ini dulunya adalah satu-kesatuan.

Jika dilihat dari segi gaya hidup, kedua negara ini memang sangatlah berbeda jauh, Korea Selatan dapat dikatakan lebih modern dan mengikuti tren yang ada, sedangakan Korea Utara terkesan lebih kuno.

Begitupun dengan sistem pemerintahannya, Korea Selatan dengan bentuk pemerintahan negara kesatuan sistem republik presidensial, serta Korea Utara dengan bentuk negara kesatuan satu partai Juche Songun di bawah keditatoran totaliter.

Dengan beberapa fakta tersebut, tentu sebagian besar dari kita tidak akan menyangkan bahwa kedua negara ini pernah menjadi satu kesatuan yang utuh. Lantas, bagiamana sejarah terpecahnya Korea menjadi dua negara? Simak ulasannya di bawah ini.

Satu Korea

sejarah-terpecahnya-korea-menjadi-dua-negara

Selama berabad-abad yang lalu sebelum terpecah, Semenanjung Korea merupakan satu kesatuan yang utuh dengan dipimpin oleh sebuah dinasti kerajaan. Namun, semua itu berubah ketika semenanjung korea dijajah oleh Jepang pada tahun 1905 ketika terjadinya Perang Dunia II.

Ketika penjajahan itulah yang menjadi awal mula gejolak yang berlangsung selama 35 tahun. “Keputusan dibuat tanpa melibatkan orang-orang Korea. Hanya dari Uni Soviet dan Amerika Serikat. Mereka membagi Korea menjadi dua wilayah kependudukan,” ungkap Michael Robinson, profesor East Asian Studies and History di Indiana University seperti dilansir dari National Geographic.

Sejarah Terpecahnya Korea

sejarah-terpecahnya-korea-menjadi-dua-negara

Ketika Jepang mengalami kekalahan pada Perang Dunia II, terjadi pembagian wilayah di Semenanjung Korea. Kedua negara pemenang perang, Amerika Serikat dan Uni Soviet mengambil alih korea dengan ketentuan bahwa Korea bagian selatan dikuasai oleh Amerika dan Uni Soviet mengambil alih Korea bagian selatan.

Dalam membangun Korea bagian utara, Uni Soviet membangun sebuah rezim komunis. Sedangkan di bagian selatan, pemerintah militer dibentuk dan didukung oleh Amerika Serikat.

Pada tahun 1948, Negeri Paman Sam meminta PBB untuk melakukan pemungutan suara. Namun, Korea yang berada di bagian utara menolak usulan tersebut dan tidak ikut berpartisipasi. Akibatnya, pihak dari Korea bagian selatan membentuk pemerintahannya sendiri yang dipimpin oleh Syngman Rhee di Seoul.

Seakan tidak mau kalah, wilayah Korea bagian utara pun mendirikan negara dengan ideologi komunis yang dipimpin oleh Kim Il Sung–kakek dari Kim Jong-un–dengan beribukota di Pyongyang.

Terjadinya Perang Korea

sejarah-terpecahnya-korea-menjadi-dua-negara

Sebuah perang yang melibatkan Korea Utara dan Korea Selatan terjadi pada tahun 1950 hingga 1953. Sekitar 2,5 juta nyawa melayang akibat dari perang yang melibatkan dua negara Korea tersebut. Keterlibatan Amerika Serikat dari perang ini pun tercium, dengan melakukan pengeboman di desa dan kota yang ada di Semenanjung Korea bagian utara.

Pada akhirnya, Korea Selatan makin erat dengan Amerika Serikat, mampu membangun ekonomi yang kuat, serta menjadi negara yang demokratis. Sedangkan Korea Utara cenderung menjadi negara yang tertutup dengan perkembangan ekonomi yang rendah.

 

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles