Miris, 95 Persen Situs Sejarah Islam di Mekkah dan Madinah Telah Dihancurkan

ENSIPEDIA.ID, Jember – Bagi umat Islam, Mekkah dan Madinah merupakan dua kota yang dianggap suci karena di sanalah agama Islam lahir dan berkembang. Dimulai dari lahirnya Nabi Muhammad dan kemudian mendapatkan wahyu dari Allah swt, hijrah ke Madinah, hingga beliau menghembuskan nafas terakhirnya pun semua terjadi di dua kota suci tersebut.

Sayangnya, situs-situs peninggalan bersejarah umat Islam di Mekkah dan Madinah mayoritas sudah dihilangkan dan digunakan untuk membuat hotel-hotel mewah, pusat perbelanjaan, hingga gedung pencakar langit. Menurut estimasi dari Gulf Institute, 95 persen bangunan yang berumur 1000 tahun di dua kota suci tersebut telah diratakan dan diganti dengan bangunan yang baru.

Kehancuran-kehancuran warisan bersejarah umat Islam itu ditengarai terjadi sejak Dinasti Saud menguasai Arab Saudi yang menganut aliran Wahabi. Pada tahun 1806 ketika pasukan Wahabi mengambil alih Madinah, mereka menghancurkan menghancurkan semua kubah dan bangunan di dalam, dan di luar, pemakaman Baqi. Situs penting yang dihancurkan termasuk Masjid Fatima al-Zahra, Masjid al-Manaratain, dan Qubbat’ al-Thanaya. Bahkan, mereka juga berniat menghancurkan makam Nabi Muhammad, tetapi selalu berubah pikiran.

Pada tahun 1924, pasukan Wahabi melakukan penghancuran kedua untuk pemakaman Baqi Makam, kubah, dan bahkan batu nisan yang paling sederhana pun dihancurkan oleh milisi Wahabi. Pemakaman Baqi adalah tempat dikebumikannya orang-orang terdekat Nabi Muhammad saw, seperti Halimah (orang yang menyusui Nabi), semua istri-istri Nabi kecuali Khadijah, anak-anak Nabi (Ibrahim, Ruqayyah, Umi Kulsum, Zainab, dan Fatimah), hingga Hasan bin Ali (cucu Nabi Muhammad).

Sekitar 70 tahun yang lalu, tempat kelahiran Nabi juga berubah menjadi tempat pasar ternak. Kini tempat tersebut diubah oleh Kerajaan Saudi menjadi perpustakaan Maktabat yang menampung banyak teks dan arsip sejarah tentang nabi dan kota suci. Sayangnya, perpustakaan yang dulunya rumah Nabi itu terancam akan digusur sebagai akibat dari pembangunan proyek Jabal Omar, real estat terbesar di dekat Masjidil Haram dan di Mekah. Adapun rumah dari Istri pertama Nabi Muhammad saw, Siti Khadijah kini telah diubah menjadi toilet umum dan benteng Ajyad yang ada sejak era Ottoman pun turut dihancurkan demi proyek Jabal Omar, seperti yang dilaporkan The Independent.

Bagi kelompok Wahabi, mengunjungi situs-situs bersejarah Islam dan melakukan doa di tempat tersebut hukumnya haram. Polisi agama di Saudi Arabia melarang para peziarah untuk berdoa atau mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan kehidupan Rasulullah dan berusaha untuk menghancurkan situs-situs sejarah tersebut.

Dr Irfan al-Alawi dari Islamic Heritage Research Foundation mengkritisi Kerajaan Saudi terkait dengan penghancuran situs-situs bersejarah umat Islam. Ia bahkan menjuluki Kota Mekkah dengan sebutan “Meccahattan” yang berarti Mekah sudah seperti Kota Manhatten yang ada di New York.

“Sekarang bahkan lebih parah dari New York, sekarang Makkah lebih seperti Manhattan dengan banyak lampu laser di menara jam seperti yang berada di taman hiburan, spiritualitas telah menghilang. Saudi Arabia telah menjadi kapitalisme berhala dan Makkah sekarang telah menjadi Mecca-Hattan seperti Manhattan,” kata Irfan seperti dikutip dari Merdeka.

Ia juga turut mengkhawatirkan pembangunan Masjid Nabawi sebagai upaya lebih luas untuk merubah fokus dari tempat Nabi Muhammad dikuburkan. Jika pembangunan dilakukan, maka makam Nabi Muhammad akan berada di sisi timur masjid yang akan diperluas delapan kali lipat dengan sebuah mimbar baru bagi imam. Terlebih lagi juga terdapat rencana pembongkaran Raudhah, sebuah lokasi di tengah-tengah masjid, yang oleh nabi sendiri dikatakan memiliki keistimewaan untuk berdoa.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles