Menilik Sejarah Perjalanan Islam Menjadi Agama Mayoritas di Indonesia

ENSIPEDIA. ID, Kendal – Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, bahkan melebihi Arab Saudi dan negara mana pun. Menurut data sensus 2018, sekitar 231 juta penduduk Indonesia memeluk agama islam dengan persentase 86,7% dari total 266 juta jiwa.

Perjalanan Masuknya Islam ke Nusantara

Pada abad ke-18 M, islam menyebar dengan pesat di berbagai pulau di Nusantara.

Disclaimer awal, Nusantara di sini saya artikan sebagai tanah Indonesia, ya. Ahmad Mansur Suryanegara menjelaskan bahwa ada 3 teori besar tentang masuknya islam ke Nusantara, yaitu Teori Gujarat, Makkah dan Persia.

Teori Gujarat menitikberatkan bahwa islam masuk ke Nusantara akibat dari perdagangan yang dilakukan oleh pedagang-pedagang Gujarat (India) sekitar abad ke-13 Masehi.

Teori Makkah, ya, sesuai dengan namanya, teori ini menerangkan bahwa agama islam dibawa oleh para pedagang arab muslim dan kemudian menyebarkannya kepada orang-orang di Nusantara.

Terakhir adalah teori Persia yang menjelaskan bahwa islam tiba di Nusantara akibat peran dari pedagang asal Persia yang pada mulanya singgah di Gujarat lebih dahulu. Perjalanan ini terjadi pada abad ke-13 M.

Sebetulnya, banyak pandangan-pandangan lain mengenai masuknya islam di Nusantara. Seperti pernyataan Van Leur yang menyatakan bahwa islam tiba di Indonesia melalui faktor politik, bukan perdagangan.

Beberapa pakar dan peneliti menyebutkan, ajaran islam dianggap cocok dan sesuai dengan nilai kebudayaan masyarakat lokal pada saat itu. Misalnya adalah ajaran toleransi (karena Nusantara memiliki banyak suku), dan tauhid. Padanan kebudayaan dan ajaran ketuhanan yang cocok, dapat menjadi awal mula bagaimana Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia.

Penyebaran Islam Secara Damai membuat Masyarakat Lokal Semakin Tertarik

Salah satu cara penyebaran islam di Nusantara adalah dengan kesenian | idntimes.com

Penyebaran islam di Nusantara tidak pernah menggunakan kekerasan atau dalam konteks peperangan. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya catatan sejarah mengenai penyerbuan (perang) islam ke Nusantara. Justru, islam menyebar dengan cara yang unik.

Ada beberapa cara yang menyebabkan islam menyebar luas dengan cepat di Nusantara, yaitu antara lain dengan perdagangan, kesenian, perkawinan dan edukasi.

A. Perdagangan 

Menurut teori gujarat, makkah dan persia, islam menyebar di Indonesia melalui peran para pedagang yang berasal dari ketiga wilayah tersebut. Penyebaran awalnya terjadi di pesisir pantai hingga merambat ke pusat perdagangan. Para pedagang mulai mengenalkan islam ke masyarakat lokal dengan ajakan yang damai, tanpa paksaan sekali pun.

Interaksi antara pedagang islam dengan masyarakat lokal terjadi secara intensif dan positif, sehingga memunculkan keakraban pada keduanya. Tentunya hal ini menyebabkan penyebaran semakin mudah terjadi.

B. Kesenian 

Islam tak hanya menyebar lewat perdagangan, tetapi juga kesenian. Salah satu kesenian yang kerap kali digunakan adalah syair. Di Pulau Jawa, penyebaran islam dilakukan oleh Sunan Kalijaga melalui seni pentas/wayang sehingga menarik perhatian masyarakat lokal untuk melihat. Selain itu, ukiran-ukiran kaligrafi juga banyak terlihat pada masjid-masjid dan tempat lainnya.

C. Perkawinan

Perkawinan yang dilakukan oleh penganut agama islam dengan orang yang belum menganut islam sudah banyak terjadi dan menjadi salah satu cara penyebaran islam di Nusantara. Sebelum melakukan perkawinan, seorang muslim mensyaratkan kepada calon suami/istrinya untuk mengucapkan kalimat syahadat terlebih dahulu.

D. Edukasi

Sebelum islam masuk di Nusantara, pendidikan hanya didapatkan oleh kaum bangsawan dan kasta tertinggi yang dianut oleh kaum Hindu, sehingga masyarakat biasa tidak bisa mendapatkannya juga.

Islam menggunakan cara yang berbeda, mereka tidak menggunakan sistem kasta sehingga semua muslim dapat memperoleh kesempatan belajar yang sama. Pelajaran yang diajarkan pun tak sebatas tentang agama, tetapi meliputi ilmu pendidikan, sosial, dll. Meskipun begitu, masa Kerajaan Hindu-Buddha juga menjadi catatan perkembangan ilmu pengetahuan yang mengesankan, khususnya dalam bidang sastra, pemerintah, hukum dan politik.

Penyebaran islam tidak hanya dilakukan oleh pedagang. Wali, sufi pengembara, sultan (raja), seniman, sastrawan, tabib, guru dai juga memiliki peranan yang cukup besar terkait penyebaran Islam di Nusantara. Mereka memainkan peran pada bidang sosial-budaya, pendidikan dan politik.

Melalui perjalanan dan cara penyebaran islam di Nusantara, hanya dalam waktu 3 – 4 abad, agama ini menjadi agama dengan pemeluk terbanyak di Indonesia, alias menjadi agama mayoritas hingga saat ini. Tak dapat dibayangkan, agama yang sekiranya dianggap baru dan jauh dari Nusantara ini ternyata dapat menyebar dengan pesat walau pun tidak menggunakan kekerasan.

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles