Eksperimen Mengerikan “Bahasa Alami” oleh Kaisar Frederick II

ENSIPEDIA. ID, Kendal – Eksperimen merupakan percobaan yang bersistem dan terencana untuk membuktikan kebeneran suatu teori atau sebagainya (KBBI). Percobaan biasanya dilakukan oleh individu atau sekelompok orang dengan tujuan memperoleh informasi dari percobaan tersebut sehingga dapat berguna untuk orang lain juga. Nah, Kaisar Frederick II pernah melakukan percobaan yang bisa dibilang cukup mencengangkan. Apa itu?

Mengenal Kaisar Frederick II

Frederick II, Kaisar Romawi Suci | Wikimedia

Frederick II adalah seorang Kaisar Romawi Suci yang lahir di Lesi, Italia pada 26 Desember 1194. Frederick II berasal dari dinasti Hohenstaufen yang memegang gelar Raja Romawi dari 9 Desember 1212 – 13 Desember 1250.

Kaisar Frederick II menjadi Raja Jerman, Italia, Burgundia dan Sisilia (yang semula dijabat oleh ibunya) serta mendapatkan gelar Kaisar Romawi Suci pada tahun 1220 hingga akhir hayatnya.

Semasa hidupnya, Frederick II pernah melakukan berbagai eksperimen-eksperimen mengerikan, salah satunya adalah mencari apakah ada bahasa ‘alami’?

Eksperimen “Bahasa Alami” oleh Frederick II

Ilustrasi bayi

Ketika melakukan eksperimen, ia tidak sendirian. Ia dibantu oleh seorang biarawan asal Italia yang mempunyai kebencian khusus terhadap manusia. Dalam eksperimen pencarian bahasa alami ini, mereka melibatkan 2 orang bayi.

Bayi-bayi tersebut dimasukkan dalam laboratorium untuk kemudian dilakukan penelitian terhadapnya. Mereka dimandikan, diberi makan oleh ibu angkatnya seperti bayi pada umumnya. Namun, sejak lahir hingga berusia beberapa bulan mereka tidak diajak berbicara sama sekali. Frederick II ingin mengetahui apakah mereka akan berbicara dengan bahasa latin, hebrew, Arab atau bahkan bahasa yang digunakan oleh ibu-ibu mereka.

Komunikasi merupakan salah satu hal pokok yang mendasar bagi seluruh manusia. Apa jadinya ketika mereka tidak diajak berkomunikasi selama beberapa bulan? Bayi-bayi tersebut akhirnya meninggal dengan tragis karena tidak mendapatkan kata-kata sayang, cinta dan suara riang dari ibunya. Dari peristiwa itu, Frederick II dan pembantunya tidak mendapatkan jawaban dari eksperimen ini. Eksperimen pun dihentikan.

Diperkirakan, 2 bayi tadi mengalami stres berat dan depresi yang mendalam akibat dari “mandegnya” komunikasi. Dari sini, kita tahu bahwa komunikasi menjadi hal penting dari bagian hidup kita.

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles