Penemuan Langka Embrio Dinosaurus Berusia 72 Juta Tahun

ENSIPEDIA.ID, Kendal – Dinosaurus merupakan hewan bertulang belakang yang mendominasi bumi pada Era Mesozoikum, khususnya di periode Jura dan Kapur. Di periode Jura lah dinosaurus mengalami zaman kejayaan yang menguasai wilayah daratan.

Tim peneliti mengumumkan keberhasilan merQeka dalam menemukan embrio dinosaurus super langka yang terawetkan secara sempurna, dengan kondisi hampir menetas dari telurnya.

Embrio ini ditemukan di Ganzhou, daerah selatan China dan diperkirakan berusia antara 66 – 72 juta tahun.

Termasuk Jenis Dinosaurus Apa Embrio Tersebut? 

Temuan embrio dinosaurus yang “sempurna” |Kumparan.com

Peneliti menyakini bahwa embrio tersebut termasuk jenis dinosaurus theropoda berbulu tak bergigi atau oviraptorosaurus. Embrio ini dinamakan Bayi Yingliang.

Oviraptorosaurus adalah “kadal pencuri telur” yang memiliki ciri fisik berbulu tetapi tidak bergigi dan hidup di wilayah yang kini menjadi Asia dan Ameeika Utara selama periode Kapur Akhir (100 – 66 juta tahun lalu).

Ia mempunyai panjang 27 cm dan disebut-sebut menjadi penemuan embrio dinosaurus terbaik sepanjang sejarah.

Memiliki Hubungan dengan Burung Modern

Rekonstruksi embrio dinosaurus yang ditemukan dalam keadaan “tucking” atau berada di fase hampir menetas | Kumparan.com

Penemuan ini mengungkapkan keterkaitan antara dinosaurus dengan burung modern. Sesaat sebelum menetas, burung modern akan melakukan “tucking” atau embrio di posisi bergulung. Dalam temuan embrio dinosaurus ini, ia melakukan hal yang sama. Artinya, ada hubungan yang terjadi antara dinosaurus dengan burung modern.

“Ini menandakan bahwa perilaku serupa pada burung-burung modern pertama kali berevolusi dan berasal dari nenek moyang dinosaurus mereka,” kata Dr Fion Waisum MA, salah satu peneliti.

Saat ini Bayi Yingliang berasa di Museum Yingliang Stone Nature History, China. Sebetulnya, telur ini pertama kali ditemukan pada tahun 2000, tetapi kemudian disimpan di Museum selama 1 dekade.

Ketika ada renovasi dan penataan ulang museum, barang-barang lama diatur kembali tempat penyimpanannya. Saat itulah para peneliti mulai mengamati lebih lanjut telur tersebut yang diduga terdapat embrio di dalamnya. Ternyata dugaan para peneliti benar!

Diperkirakan, telur tersebut terawetkan oleh timbunan lumpur yang kemudian melindunginya dari para pemangsa.

 

 

 

 

 

 

 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles