Mengenal 8 Jenis Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences)

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Selama ini menurut anggapan masyarakat umum, jika ingin berprestasi haruslah diperlukan Intelegent Quesioner (IQ) yang juga tinggi. Namun, anggapan tersebut menurut beberapa jurnal dan penelitian (ternyata) keliru, karena IQ (nyatanya) bukanlah faktor tunggal penentu sebuah prestasi dalam belajar seseorang.

Kecerdasan intelektual tidak hanya mencakup aspek matematis dan linguistik saja, masih banyak aspek lain yang harus diperhatikan. Pada tahun 1983, Howard Gardner memperkenalkan sebuah teori yang bernama Multiple Intelligences atau kecerdasan majemuk.

Gardner mengungkapkan bahwa mayoritas orang cenderung lebih menghargai orang-orang yang mempunyai keahlian pada logika (matematik) dan juga bahasa. Seharusnya kita juga memberikan perhatian seimbang terhadap orang-orang yang mempunyai bakat di dalam kecerdasan lainnya, seperti olahraga, musik, designer, dan masih banyak lagi lainnya.

Cukup disayangkan bahwa anak yang memiliki kecerdasan di luar kedual hal tersebut (logika dan bahasa) kurang mendapatkan perhatian dan bantuan dari pihak sekolah. Pihak sekolah cenderung menomorduakan bakat-bakat sepertu olahraga, musik, dan artistik.

Teori ini didasarkan pada pemikiran bahwa tes IQ sangatlah terbatas, karena hanya terpaku pada kemampuan logika dan bahasa. Sebenarnya, setiap orang mempunyai cara tersendiri terhadap masalah yang sedang dihadapi.

Adapun jenis dari Multiple Intelligences terbagi atas 8 jenis, apa saja itu? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Kecerdasan Linguistik

Secara umum, lingustik dapat didefinisikan sebagai ilmu bahasa atau ilmu yang mengambil bahasa sebagai kajiannya. Orang ahli dalam bidang ini disebut sebagai linguis, seorang linguis biasanya menguasai beberapa bahasa.

Sedangkan kecerdasan linguistik merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengorganisasikan pikirannya secara jelas dan mampu menggunakannya secara kompeten lewat kata-kata, seperti berbicara, membaca, dan menulis.

Orang yang mempunyai kecerdasan linguistik umumnya cocok ketika berprofesi sebagai seorang pengacara, orator, negosiator dan lain sebagainya. Hal tersebut dikarenakan orang yang memiliki kecerdasan linguistik memiliki kelebihan untuk mempengaruhi orang lain dengan mudah.

Salah satu orang yang mempunyai kecerdasan linguistik tinggi adalah Helen Adams Keller, salah seorang penulis, aktivis politik dan dosen. Ia gemar menulis artikel dan buku, yang paling terkenal adalah buku The Word I Live dan The Story of My Life.

2. Kecerdasan Logis Matematis

Kecerdasan logis matematis berkaitan dengan kegiatan yang melibatkan kemampuan mengolah angka dengan baik dan/atau kemampuan menggunakan penalaran atau logika dengan benar.

Kecerdasaan ini mencakup kepekaan terhadap hubungan logis, sebab-akibat dan logika-logika lainnya. Dalam kecerdasan logis matematis, kecerdasan yang digunakan adalah pengklasifikasian, menarik kesimpulan serta perhitungan.

Orang dengan kecenderungan mempunyai kecerdasan logis ini seringkali menyukai operasi berhitung dan cepat dalam menyelesaikan permasalahan matematika.

Sudah menjadi hal umum jika seorang Albert Einstein memiliki kecerdasan logis matematis yang tinggi. Sudah banyak paper penelitian yang dilakukan oleh Einstein, salah satunya adalah sebuah paper yang berisi rumus E=mc2.

3. Kecerdasan Visual-Spasial

Seorang artis, seniman ataupun pelukis pada umumnya memiliki kecerdasan ini. Kecerdasan visual-spasial ialah sebuah keahlian untuk memahami, memproses dan berpikir dalam bentuk visual.

Umumnya, seseorang yang memiliki kecenderungan terhadap kecerdasan visual-spasial dapat mendefinisikan wujud gambaran dalam pikirannya menjadi bentuk dua atau tiga dimensi. Anak dengan kecerdasan visual-spasial memiliki metode pembelajaran visualisasi berdasarkan penglihatannya.

Pernahkah sobat ensipedian menonton film Rambo Film Series ataupun Rocky Film Serues? Itu semua merupakan karya dari salah seorang anak miskin yang dilahirkan di tangga pintu sekolah di New York, Sylvester Gardenzio Stallone namanya.

4. Kecerdasan Musikal

Kecerdasan musikal merupakan bagian dari kecerdasan jamak yang kaitannya erat dengan kepekaan dalam mendengarkan suara musik, kemampuan menyanyi, dan juga memainkan alat musik.

Kecerdasan musikal mencakup kepekaan dan kemahiran terhadap tempo, nada, irama, pola-pola ritme, instrumen, serta ekspresi musik, hingga seseorang dapat menyanyikan lagu, memainkan alat musik dan menikmati musik.

Ludwig van Beethoven merupakan salah satu diantara banyaknya manusia yang mempunyai kecerdasan musikal tinggi. Ia merupakan seorang komponis musik Jerman yang terkenal pada masanya.

5. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan Interpersonal dapat dikatakan kecerdasan yang paling banyak didambakan oleh setiap orang, hal ini dikarenakan orang dengan kecerdasan interpersonal mudah dalam bergaul dan juga supel.

Pada intinya, kecerdasan interpersonal adalah sebuah keahlian dalam diri pribadi untuk bekerja sama dengan orang lain. Seseorang yang mempunyai kecerdasan ini, akan mampu menjali komunikasi secara efektif, menyukai bekerja secara berkelompok, serta dapat membina hubungan yang harmonis dengan individu lain.

Kecerdasan ini merupakan kecerdasan yang sangat penting bagi setiap orang dengan status sebagai makhluk sosial. Setiap individu pasti akan membutuhkan individu lain, banyak kegiatan manusia yang memiliki keterkaitan dengan manusia lain.

Seokarno atau orang lebih mudah menyebutnya dengan Bung Karno, seorang bapak proklamator Indonesia yang mempunyai kecerdasan interpersonal yang cukup mumpuni. Berkat kecerdasannya tersebut ia lihai dalam berpidato maupun berorasi.

6. Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan Intrapersonal adalah suatu kecerdasan yang terkandung dalam diri pribadi manusia guna memahami dan mengenali diri pribadinya sendiri. Kecerdasaan ini dapat membantu dalam hal mengenali diri dan batasan diri.

Kecerdasan Intrapersonal juga meliputi keahlian dalam menganalisis diri, mengenal dengan dirinya sendiri, apa yang diinginkan, yang terbaik bagi diri sendiri, bagaimana memberikan tanggapan terhadap kondisi tertentu, serta menyikapinya dengan baik dan intropeksi diri.

Dengan adanya kecerdasan ini, kita dapat memiliki pemahaman yang baik tentang diri sendiri sehingga mampu menggali potensi yang dimiliki, dan membantunya dalam mengekspresikan diri serta dapat berkreasi secara optimal.

Plato merupakan salah seorang yang dikatakan mempunyai kecerdasan Intrapersonal yang tinggi. Murid dari Socrates dan guru dari Aristoteles ini, merupakan penulis philosophical dialogues. Karyanya yang terkenal adalah Republik.

7. Kecerdasan Kinestetik

Apakah sobat ensipedian menyukai olahraga? Mungkin Anda mempunyai kecerdasan kinestetik. Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan seorang manusia dalam menggunakan anggota tubuh serta fisiknya, dalam suatu kegiatan mengungkapkan ide dan perasaan, keterampilan serta membuat sesuatu.

Biasanya, orang dengan kecerdasan kinestetik selalu memperlihatkan animo serta talenta tertentu yang sesuai dengan kemampuannya. Kemampuan fisik dalam kecerdasan kinestetik, meliputi kekuatan; kelenturan; keseimbangan; kemampuan koordinasi; keterampilan; dan kecepatan.

Oscar Pistorius merupakan salah seorang tokoh yang dapat disebut sebagai orang yang mempunyai kecerdasan kinestetik tinggi. Ia merupakan altet paralimpik Afrika Selatan pemegang rekor 100m, 200m, 400m skala internasional.

8. Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan naturalis ialah sebuah kecerdasan yang dipunyai oleh seorang manusia, berkaitan mengenai menangkap suatu pola dan melihat hubungan-hubungan antara unsur-unsur yang ada di alam.

Umumnya, orang yang memiliki kecerdasan naturalis, mempunyai kemampuan untuk mengklarifikasikan berbagai hewan, gunung, tanaman, ataupun awan di lingkungan ekologisnya masing-masing.

Bagi anak-anak yang sudah memiliki kecerdasan naturalis yang tinggi biasanya menunjukkan minatnya pada fenomena alam ataupun lingkungan, atau mungkin menunjukkan minat pada hal yang tidak biasa, seperti biologi, zoologi, botani, geologi, astronomi, meteorologi, atau paleontologi.

The Origin of Species merupakan karya buku dari orang yang dikaruniai kecerdasan naturalis yang tinggi. Dengan kecerdasannya itu, Charles Darwin menciptakan teori evolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles