Mata Manusia Berkedip 28.800 Kali Per Hari

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Berkedip merupakan sesuatu yang normal dan dialami oleh semua orang. Namun, apakah kamu pernah menyadari setiap kali mata berkedip? Atau pernahkah kamu menghitung jumlah kedipan mata? Rata-rata manusia berkedip hingga ribuan kali dalam sehari. Tapi, mengapa sering kali kita tidak menyadari saat sedang berkedip? Apa yang sebenarnya terjadi pada saat kita sedang berkedip?

Fungsi dari Kedipan Mata

Semua bagian pada tubuh manusia memiliki fungsinya masing-masing, tak terkecuali kedipan mata. Kedipan mata berfungsi untuk meratakan air mata ke seluruh permukaan mata, terutama kornea.
Tujuannya untuk membasahi atau melembapkan, karena bagian kornea dari mata sangat mudah mengalami iritasi apabila dibiarkan kering.
Selain melembapkan, kedipan juga berfungsi sebagai refleks untuk mencegah partikel asing yang akan masuk ke mata dan sebagai mekanisme perlindungan mata terhadap cahaya terang.
Tak hanya itu, kedipan mata dapat berfungsi sebagai bentuk istirahat sejenak untuk otak. Hal tersebut berdasarkan pada penelitian dari Universitas Osaka di Jepang.
Nah, Ketika otak tidak terkonsentrasi pada sebuah aktivitas atau tugas, daerah otak yang dikenal sebagai ‘jaringan mode default’ hidup kembali dan membiarkan pikiran beralih ke ‘mode menganggur’.

Lalu, mengapa kita sering tidak sadar pada saat sedang berkedip?

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa rata-rata setiap orang berkedip adalah sebanyak 15 sampai 20 kedipan per menit atau sama dengan 4 detik sekali kedipan. Berarti dalam 1 jam mata dapat berkedip hingga 1.200 kali dan 28.800 kali dalam waktu 24 jam.
Berdasarkan penuturan Christopher Frith, seorang dosen neuropsikologi di University College London, ternyata pada saat mata berkedip, aktivitas pada area otak yang mengatur kepekaan penglihatan diredam sesaat.
Adanya peredaman inilah yang membuat saraf mencegah otak untuk menyadari bahwa kelopak mata telah tertutup. Karenanya, kita sering tidak sadar saat mata sedang berkedip.
Sementara itu, Caspar Schwiedrzik, mengungkapkan bahwa wilayah otak yang disebut korteks prefrontal medial, yaitu bagian otak yang memainkan peran penting dalam ingatan jangka pendek. Bagian otak tersebut, mampu menyimpan informasi visual saat mata berkedip.
Ketika seseorang berkedip, objek atau sesuatu yang dilihatnya tersimpan oleh otak dan secara visual terhubung dengan apa yang dilihatnya pada saat mata terbuka kembali.
Intinya, kita sering tidak sadar saat berkedip karena kedipan mata terjadi sangat cepat, yaitu sekitar 250 milidetik atau 0,25 detik. Selain itu, otak telah mengatur kerja saraf supaya kita tak menyadari setiap kedipan.

Lantas pada saat berkedip, kenapa mata tidak terasa gelap?

Ketika mata berkedip, retina tidak mendapatkan cahaya atau tidak ada cahaya yang jatuh pada retina. Namun, hal tersebut tidak lantas membuat retina mengalami kegelapan. Ketika berkedip, mata tetap bisa mengamati lingkungan sekitar tanpa melewatkan satu kejadian pun.
Itulah mengapa, penglihatan kita tetap normal dan berjalan sebagaimana mestinya tanpa gangguan sedikitpun hanya karena berkedip.

Fakta lain dari kedipan mata

Kedipan mata dapat membantu dokter dalam mendiagnosis kondisi medis seseorang. Contohnya, ketika seseorang berkedip dalam jumlah yang lebih. Hal tersebut dapat menunjukan gejala atau tanda-tanda dari sindrom Tourette, stroke, dan gangguan pada sistem saraf.
Fakta lain yang perlu diketahui, bahwa kedipan mata kanan dan kiri selalu terjadi secara bersamaan. Apabila, kedipan hanya terjadi di salah satu bagian mata saja, maka itu disebut ‘kedipan maut nan menggoda’. Hahaha…
Demikanlah informasi seputar kedipan mata, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Latest articles