Kenapa Api Berwarna?

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Kenapa warna api bisa jadi merah, biru, putih, atau bahkan hitam? Apa penyebab semua itu? Nah kali ini aku akan coba bahas tentang itu semua. 
Api bisa terbentuk karena reaksi kimia, yaitu proses kimiawi yang mengubah suatu zat kimia menjadi zat kimia yang lain. Api terjadi karena adanya reaksi antara bahan bakar dengan oksigen pada sumber panas, sehingga terjadi reaksi pembakaran. Teori ini biasa disebut dengan teori segitiga api.
Nah, warna api sangat ditentukan dengan seberapa efisien reaksi pembakaran yang sedang berlangsung. Semakin efisien pembakarannya, semakin panas suhu yang dihasilkan. Semakin panas suhunya, semakin tidak terlihat pula radiasi elektromagnetik yang terpancar dari api. 
Api berwarna merah umumnya bersuhu 600 – 1.000 derajat celcius. Api berwarna biru bersuhu sekitar 1.500 derajat celcius. Api berwarna putih bersuhu diatas 2.000 derajat celcius. Sedangkan api yang paling panas adalah api berwarna hitam dan konon adalah api yang terdapat di dalam neraka.
Karena api putih memiliki suhu yang tinggi, sehingga banyak industri yang memproduksi material besi dan sejenisnya menggunakannya untuk proses pembakaran. Warna api juga dipengaruhi oleh jenis zat bahan bakar yang mengalami reaksi pembakaran.
Contohnya, pembakaran kalium nitrat menghasilkan api berwarna ungu, pembakaran tembaga menghasilkan api berwarna biru, pembakaran boron menghasilakan api berwarna hijau, dan beberapa jenis zat lainnya.
Nah, itulah penjelasan mengapa warna api bisa bermacam-macam. Semoga penjelasan singkat ini bisa menambah sedikit pengetahuan kalian yaa.

Latest articles