ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Pada tanggal 14 Agustus 2021, untuk pertama kalinya hujan turun di lapisan es Greenland. Secara ekologi hal ini akan menjadi sebuah pertanda buruk yang mengkhawatirkan. Hujan ini juga menyebabkan temperatur di puncak gunung meningkat. Lapisan es yang terbentuk di planet kita ini biasanya tidak akan mengalami pencairan, meskipun musim panas sedang berlangsung. Oleh sebab itu, fenomena hujan di Greenland ini menjadi fenomena alam yang mengejutkan banyak orang.
Fenomena hujan ini dikenal juga dengan istilah antisiklon. Kondisi ini membuat cuaca panas bertahan sehingga menciptakan sebuah gelombang panas di suatu daerah dalam jangka waktu yang lama. Antisiklon di Greenland disebabkan oleh suhu udara yang hangat dan uap air yang ditekan oleh udara yang tinggi dari tenggara Greenland dan Pulau Baffin.
Hujan ini membuat es di Greenland mencair sekitar 872 ribu kilometer persegi atau setara dengan ukuran Negara Namibia di Afrika.
IPCC juga mengeluarkan peringatan bahwa pemanasan yang melebihi 2° akan memicu runtuhnya lapisan es yang besar. Sehingga menjadi salah satu titik kritis utama yang menjadi perhatian para ilmuwan.
Perubahan ini juga berdampak pada masyarakat adat yang tinggal di Greenland. Selain kenaikan permukaan air laur, air lelehan dari Greenland juga diperkirakan akan menghambat arus teluk yang akan mengubah pola monsun tropis. Hal ini akan berdampak pada hutan hujan.
Dampak yang Akan Diterima Oleh Seluruh Dunia Jika Es di Greenland Mencair
Mencairnya lapisan es di Greenland diakibatkan adanya krisis iklim. Krisis iklim ini terjadi akibat dari aktivitas manusia terutama dari pembakaran bahan bakar fosil. Seperti minyak bumi dan batu bara. Hal inilah yang akan mengakibatkan hilangnya ekosistem alami arktik dan memicu naiknya muka air laut di seluruh dunia. Selain itu, peristiwa ini juga akan membawa dampak besar di berbagai kota di dunia, seperti akan terjadinya gelombang panas dan banjir bandang.
Sekarang teman-teman sudah mengerti ‘kan, alasan mengapa para ahli khawatir akan turunnya hujan di puncak es Greenland. Pada November mendatang, para pemimpin dunia juga akan berkumpul untuk menyikapi aksi nyata menghadapi krisis iklim yang sedang melandai dunia.