Burung Bangkai; Burung dengan Kemampuan Pencernaan Super!

ENSIPEDIA. ID, Kendal – Memakan bangkai hewan bagi manusia adalah hal yang menjijikkan karena dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya. Kita biasa diajarkan bahwa jika terdapat unggas atau hewan ternak yang mati untuk langsung dikubur dan jangan pernah diolah.

Beberapa virus memang tidak berbahaya bagi hewan, tetapi berbeda dengan manusia yang justru sebaliknya. Oleh karena itu, dunia kesehatan pun sangat tidak menganjurkan untuk mengonsumsi bangkai walaupun sedang dalam keadaan sulit.

Namun siapa sangka, ternyata ada hewan yang memiliki kemampuan sistem pencernaan yang sangat kuat sehingga tidak terkena penyakit walaupun memakan bangkai, siapakah dia?

Mari Berkenalan dengan Burung Bangkai! 

Burung hering kalkun, yang termasuk ke dalam hering dunia baru | Pixabay

Burung hering, burung bangkai atau burung nasar adalah burung yang suka memakan bangkai, baik mati dengan cara alami, celaka (tertabrak) ataupun dibunuh.

Ciri fisiknya adalah kepalanya yang botak dengan sedikit bulu halus, tubuhnya yang besar menjulang hingga tinggi 1 meter dan sayapnya yang dapat terbuka lebar. Ia dapat ditemukan di seluruh benua kecuali Antartika dan Oseania.

Burung bangkai dibedakan menjadi dua macam, yaitu burung bangkai dunia lama dan dunia baru. Mereka berdua dari keluarga yang berbeda. Hering dunia lama berasal dari famili Accipitridae, sedangkan yang baru Cathartidae.

Contoh dari spesies hering dunia lama adalah cinereous dan hering berjanggut. Mereka sepupu dari hewan pemangsa kondang seperti elang dan rajawali. Sedangkan hering dunia baru seperti hering kalkun dan burung bangkai hitam masih satu kerabat dengan burung air seperti bangau. Yang menjadi persamaan antara keduanya adalah, mereka sama-sama memakan bangkai. Sementara perbedaannya adalah hering dunia lama hanya mengandalkan penglihatan dalam mencari bangkai, sedangkan hering dunia baru dapat menggunakan indra penciuman yang dapat mengendus bau bangkai hingga 2 kilometer.

Meskipun berasal dari keluarga yang berbeda, evolusi lah yang membuat mereka memiliki bentuk fisik dan selera makan yang sama.

Bagaimana Perutnya bisa Memiliki Kekuatan “Super”? 

Burung hering cinereous, termasuk dalam hering dunia lama | Pixabay

Seperti namanya, burung bangkai mampu memakan bangkai tanpa membuatnya terkena penyakit, inilah kekuatan super yang menjadi ciri khas mereka.

Ahli biologi bernama Lars Hestbjerg Hansen dari salah satu universitas di Denmark menjadi salah satu peneliti yang meneliti sistem pencernaan burung hering. Ia dan peneliti lain menuturkan bahwa burung hering punya usus terkuat di bumi. “Saluran Gastrointestinal (pencernaan) nasar/hering adalah lingkungan yang berbahaya.”

Mereka meneliti dua spesies burung bangkai dunia baru, yaitu burung bangkai kalkun dan burung bangkai hitam yang umumnya ditemukan di Amerika Utara.

Peneliti yang lain mengatakan “hering-hering ini akan memakan semua vertebrata (Hewan yang memiliki tulang belakang) yang telah mati, tetapi mereka lebih suka organisme yang belum terlalu lama mati.”

Artinya, mereka lebih suka ular yang baru mati 1 hari, daripada kerbau yang telah mati selama 3 minggu.

Saat makanan masuk ke dalam lambung burung hering, sistem perlindungan akan langsung memusnahkannya; asam lambung. Diketahui, burung hering memiliki lambung dengan pH 0,7 yang artinya itu adalah keadaan yang sangat asam dan berbahaya. Untuk perbandingan, asam lambung manusia berada pada angka 2 pH.

Dengan pH yang semakin rendah, maka tingkat keasaman akan semakin tinggi. Hal ini menyebabkan burung hering mampu melenyapkan tulang belulang, padahal mayoritas hewan tidak bisa karena tulang tersusun dari protein yang susah diurai oleh enzim. Oh iya, bukan cuma tulang, burung hering ternyata juga mampu melarutkan peluru timah yang umum digunakan oleh para pemburu, lho! Walaupun perutnya kuat, tetapi mereka tidak dapat mentolerir keracunan timbal yang justru mengancam tubuhnya.

Selain asam lambungnya yang begitu kuat, sistem pencernaannya juga memiliki bakteri yang patogenik (dapat menimbulkan penyakit) pada hewan lain. Bakteri Clostridia dan Fusobacteria adalah yang paling umum ditemukan di dalamnya. Clostridia sendiri dapat menimbulkan penyakit botulisme yang dapat menyebabkan kelumpuhan otot pada manusia dan hewan.

Walaupun peneliti baru memeriksa 2 spesies burung hering, mereka percaya bahwa kekuatan super di pencernaannya masih sama.

Perlu diketahui, ada 16 jenis burung hering di dunia yang saat ini terancam punah. Tanpa burung bangkai, mungkin dunia akan dipenuhi dengan penyakit-penyakit berbahaya dan bangkai hewan yang berserakan di seluruh dunia.

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles