Bukan Hanya Tumbuhan yang Berfotosintesis, Ternyata Hewan Ini Juga Bisa!

ENSIPEDIA.ID, Kendal – Alam adalah segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan dan dianggap sebagai satu keutuhan (KBBI). Alam menyimpan banyak hal luar biasa, seperti makhluk hidup yang bermacam-macam jenisnya dengan berbagai keunikannya.

Tumbuhan misalnya, ia dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis, yaitu sebuah proses yang membutuhkan karbon dioksida, air dan sejumlah cahaya matahari untuk menghasilkan glukosa dan oksigen sebagai energi untuknya. Fotosintesis hanya dapat terjadi bila makhluk tersebut memiliki klorofil (zat hijau pada tumbuhan).

Selama ini, orang-orang hanya mengetahui bahwa tumbuhan saja yang berfotosintesis, padahal ada hewan yang juga dapat melakukannya.

Perkenalkan, Elysia Chlorotica Namanya!

Siput laut bernama E. Chlorotica terlihat sedang menikmati cahaya matahari | Biodiversitywarriors

Dikenal dengan nama Zamrud Siput Laut Hijau, ia merupakan salah satu gastropoda yang mendiami wilayah lautan dangkal dan teluk di pantai Amerika Utara, dari Florida ke Nova Scotia. Dilansir dari delphipages.live, ia mampu tumbuh hingga 2,4 inci atau 5 cm panjangnya.

Memiliki ciri fisik antara lain: tubuhnya yang lebih lebar dibanding spesies lain, memiliki bintik kecil, mirip dengan daun hijau dan kepalanya seperti siput pada umumnya.

Bagaimana Ia Dapat Berfotosintesis?

Bagian-bagian Kloroplas | Gurupendidikan.com

Bukan hanya penampilan E. Chlorotica yang bentuknya seperti daun, tetapi sifatnya juga. Saat sinar matahari datang, ia akan menghampiri cahaya tersebut dan kemudian berjemur.

Pada saat usia remaja, ia akan memakan Vaucheria litorea atau alga coklat beracun, iya! Mereka benar-benar beracun. Setelah memakannya, ia akan “mencuri” pigmen klorofil yang dimiliki oleh si alga dan kemudian ia akan mengubahnya menjadi klorofilnya sendiri untuk keperluan pribadinya.

Alga yang sudah dimakan tadi masuk ke sistem pencernaan, tetapi hanya sebagian yang diproses, sementara kloroplasnya utuh. Pigmen klorofil terkandung di dalam kloroplas yang kemudian memberikan warna hijau untuk E. Chlorotica. Klorofil tersebut berada pada sel-sel pencernaanya yang tampak terlihat seperti urat daun.

Tak hanya menyimpan kloroplas, ia juga akan mengambil plastida dari alga yang dimakannya, lalu akan disimpan di pencernaannya dan digunakan saat masa-masa sulit saja, yaitu ketika ia tidak menemukan makanan.

Peneliti masih belum mengetahui seberapa lama ia mampu menyimpan kloroplas untuk keperluan pribadinya. Yang pasti, ia dapat memanfaatkan klorofil tersebut untuk beraktivitas layaknya tumbuhan yaitu dengan melakukan fotosintesis yang kemudian menjadi karbohidrat baginya.

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles