Rusia Invasi Ukraina: Sanksi Apa Saja yang Akan Diterima Rusia?

ENSIPEDIA.ID, KENDAL – Sejak serangan Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu, banyak negara yang mengecam tindakan tersebut. Kini militer Rusia mulai mendesak masuk ke ibukota Ukraina, Kyiv. Presiden Volodymyr Zelenskyy meminta bantuan dari komunitas internasional.

Amerika Serikat dan sekutunya sepakat akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia. Sanksi ini bertujuan untuk membuat “membengkaknya ekonomi Rusia,” kata Menlu Prancis Jean Yves Le Drian.

Apa Saja Sanksi yang Mereka Terapkan? 

Ilustrasi Rusia Vs Ukraina

Amerika Serikat 

Dikutip dari laman alzajeera, Departemen Keuangan AS mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi kepada dua bank terbesar Rusia; Sberbank dan VTB Bank yang keduanya disupport oleh pemerintah Rusia. Selain itu, Oktritie, Sovcombank, Novikombank dan beberapa eksekutif senior lainnya juga masuk dalam daftar penerima sanksi.

Bank-bank AS juga akan memutuskan hubungan perbankan mereka dengan pemberi pinjaman terbesar negeri beruang merah, Sberbank, dalam jangka waktu 30 hari.

Pejabat di Washington DC, mengatakan bahwa VTB, Otkritie, Novikombank, dan Sovcombank masuk dalam daftar Specially Designated Nationals (SDN) yaitu sebuah sanksi embargo dari pemerintah AS. SDN dikelola langsung oleh Office of Foreign Assets Control (OFAC) dari Departemen Keuangan AS.

Label ini secara efektif mengeluarkan bank-bank tersebut dari sistem keuangan AS, melarang perdagangan mereka dengan warga AS, dan membekukan aset mereka yang berada di Amerika Serikat.

Jika diperinci, AS telah memberlakukan sanksi terhadap 24 individu, dua bank besar milik Rusia, sembilan perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan, dan tujuh pejabat yang terkait dengan rezim saat ini.

Uni Eropa

Para kepala pemerintahan UE menetapkan akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia di sektor ekonomi, energi, transportasi dan mencatat lebih banyak orang Rusia ke dalam daftar hitam (blacklist).

“Kami memukul sistem Putin di mana ia harus dipukul, tidak hanya secara ekonomi dan finansial, tetapi juga di jantung kekuatannya,” kata Menlu Jerman Annalena Baerbock.

Tak hanya kelompok pemerintahan saja yang masuk dalam daftar hitam, tetapi juga tokoh-tokoh penguasa Rusia.

“Kami tak hanya mendaftarkan oligarki, tetapi kami sekarang juga mendaftarkan presiden, Tuan Putin dan menteri luar negeri, Tuan lavrov,” tambah Baerbock.

Namun, belum jelas apakah sanksi yang diterapkan pada Putin dan Lavrov itu akan berpengaruh signifikan terhadap mereka atau hanya sebagai simbolis (formalitas) saja.

Langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah larangan Putin dan Lavrov untuk melakukan perjalanan ke UE. Namun, langkah-langkah tersebut akan dibahas dan ditinjau ulang mengingat hal itu akan memperumit hubungan ketika semua pihak ingin menyelesaikan permasalahan di meja perundingan.

Jepang

Jepang akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia pada sektor keuangan dan ekspor peralatan militer.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menuturkan pada konferensi pers bahwa Tokyo akan mengincar lembaga keuangan dan individu Rusia untuk dijatuhi sanksi, serta menghentikan ekspor keperluan militer seperti semikonduktor.

“Jepang harus dengan jelas menunjukkan bahwa kami tidak akan pernah mentolerir segala upaya untuk mengubah status quo dengan paksa,” tutur Kishida.

Britania Raya 

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberikan sanksi besar negaranya terhadap Rusia yang menargetkan perbankan, orang terdekat Putin, dan orang Elite Rusia yang hidup mewah di London.

Dalam 10 point sanksi yang dikeluarkan oleh Inggris, di antaranya adalah pembekuan aset pada bank-bank terbesar Rusia seperti VTB, dan menghentikan perusahaan-perusahaan besar Rusia untuk meningkatkan “perekonomiannya” di Inggris.

Inggris juga melarang maskapai penerbangan milik Rusia, Aeroflot mendarat di tanahnya, serta menghentikan ekspor beberapa barang berteknologi canggih.

Kanada

Kanada mengumumkan akan menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia, yaitu menargetkan sebanyak 62 individu dan entitas yang akan dikenai sanksi, termasuk pula di bank-bank besar milik Rusia, serta menutup semua perizinan ekspor.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan sanksi-sanksi berat yang akan diterapkan sebagai akibat dari serangan militer yang dilakukan oleh Rusia ke Ukraina yang dinilai “sembrono” dan berbahaya.

Lanjut, sanksi-sanksi ini luas jangkauannya dan akan membebankan orang-orang elite Rusia yang terlibat dalam langkah tersebut, seperti Menteri Pertahanan, Keuangan, dan Kehakiman Rusia. Kanada juga memprioritaskan warga Ukraina yang ingin datang atau mengungsi ke Kanada.

Taiwan

Taiwan mengumumkan akan turut memberi sanksi terhadap Rusia atas apa yang dilakukannya terhadap Ukraina.

“Kami sangat mengutuk tindakan invasi semacam itu dan akan bergabung dengan negara-negara demokratis untuk bersama-sama sanksi menjatuhkan,” kata Perdana Menteri Taiwan Su Tseng Chang.

Dikutip dari aljazeera, Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC), pemasok utama Apple dan terdaftar sebagai perusahaan paling berharga di Asia, mengatakan bahwa pihaknya memiliki sistem kontrol ekspor yang kuat dan akan mengikuti aturan yang ada.

Selandia Baru 

Selandia Baru membidik sektor transportasi dan ekspor perlengkapan militer terhadap Rusia sebagai sanksi.

“Dunia berbicara dan mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada Rusia bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah salah dan mereka akan menghadapi kecaman dari dunia,” kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacina Ardern.

Ardern menyayangkan tindakan tersebut karena banyak orang yang tidak berdosa dapat kehilangan nyawanya akibat keputusan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles