Pro-Kontra Usulan Pemilu Serentak 2024 Diundur

ENSIPEDIA.ID, KENDAL – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar baru-baru ini menyampaikan sebuah usulan yang menimbulkan berbagai reaksi dari politikus lainnya. Ia mengusulkan agar pelaksanaan pemilu 2024 ditunda dan diundur satu atau dua tahun berikutnya. Tentunya usulan ini memicu tanggapan dari banyak pihak, ada yang bersifat pro dan ada yang kontra. Berikut ini kami berikan rangkumannya untuk Anda.

Alasan Muhaimin Iskandar Menyampaikan Usulannya 

Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengusulkan agar pemilu 2024 diundur | Liputan6

Sosok yang menjabat sebagai Ketua Umum PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI itu mengusulkan hal tersebut agar pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 dapat berjalan dengan baik dan tidak terganggu.

“Ditunda satu atau dua tahun agar momentum perbaikan ekonomi ini tidak hilang dan kemudian tidak terjadi freeze untuk mengganti stagnasi selama dua tahun masa pandemi,” ucap pria yang akrab disapa Gus Muhaimin itu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2022).

Selain itu, menurut Muhaimin transisi atau perpindahan kekuasaan pasca pemilu dilaksanakan biasanya akan membuat kondisi perekonomian negara menjadi labil. Lanjut, ia juga khawatir terhadap timbulnya ancaman-ancaman konflik saat pemilu berlangsung.

PAN Setuju Bila Pemilu 2024 Diundur

Logo PAN | Wikipedia

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyampaikan beberapa alasan yang melatarbelakangi statement-nya itu.

Alasan pertamanya adalah Indonesia dan dunia masih dalam kondisi pandemi dan harus menjadi perhatian utama.

“Pertama, situasi pandemi yang masih berlangsung dan memerlukan perhatian khusus,” ucap Zulkifli kepada wartawan, Jumat (25/2/2022).

Kedua, serupa dengan Muhaimin, Zulkifli menyampaikan perekonomian Indonesia masih belum stabil dan diperlukan banyak upaya untuk memulihkannya. Oleh karena itu, sebaiknya pemulihan ekonomi tidak diganggu oleh jalannya pemilu 2024.

Ketiga, konflik internasional antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung hingga saat ini yang menyebabkan tidak menentunya harga minyak dunia. Hal ini akan berpengaruh pada Indonesia yang kemungkinan akan menaikkan harga BBM dan listrik. Perekonomian akan menjadi lebih tidak stabil jika tidak diantisipasi dengan baik.

Zulkifli juga ragu anggaran pemilu akan membengkak dari rencana awalnya dan menjadi tidak efektif dalam penggunaan dana negara. Dana tersebut akan lebih efisien bila difokuskan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.

Berbanding Terbalik, Partai Demokrat Justru Menolak Usulan Pemilu 2024 Diundur

Logo Partai Demokrat | Wikipedia

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkritisi usulan diundurnya pemilihan umum serentak 2024.

Dilansir dari bisnis.com, AHY mengklaim bahwa dirinya telah mengunjungi 34 provinsi dan ratusan kabupaten/kota di Indonesia dan tak ada satu pun masyarakat yang setuju pemilu serentak 2024 diundur. Justru, masyarakat saat ini lebih khawatir dengan keadaan perekonomian Indonesia yang tak kunjung membaik.

“Kalau pun ada (yang membaik) lambat, prioritas pun tidak jelas. Ekonomi juga dirasakan sulit oleh masyarakat. Kok tiba-tiba ini mengatakan bahwa masyarakat ingin perpanjang. Ingin diundur. Itu masyarakat yang mana,” ucap AHY dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (27/2/2022).

Lanjut, AHY menyanyangkan pemikiran seperti itu. Ia tak setuju dengan usulan tersebut dan beranggapan bahwa usulan itu hanya memain-mainkan suara rakyat.

“Menurut saya memalukan cara berfikir seperti itu. Memain-mainkan suara rakyat. Lalu seolah-olah ini desakan rakyat. Rakyat yang mana,” lanjutnya.

Ketum Partai Demokrat itu juga menegaskan tak ada siapapun yang boleh melanggar konstitusi.

“Menurut saya ini pernyataan yang tidak logis. Apa dasarnya? Yang jelas itu tidak sesuai dengan konstitusi kita, bahwa ada masa kepemimpinan yang harus dipatuhi bersama, baik ditingkat nasional, provinsi, sampai dengan kabupaten/kota,” kata AHY pada Sabtu (26/2/2022).

Sejalan dengan Demokrat, PDIP Tegaskan Menolak Usulan Diundurnya Pemilu 2024

Logo PDI Perjuangan | Wikipedia

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa PDIP akan setia pada konstitusi dan tidak ingin mengkhianati semangat reformasi terkait pembatasan masa jabatan presiden.

Hasto meminta para pejabat lebih baik mengurusi hal-hal yang akhir-akhir ini menjadi pokok perbincangan rakyat, yaitu kelangkaan minyak goreng dan naiknya harga kedelai ketimbang berkhayal pemilu 2024 diundur.

“Bagi PDI Perjuangan prioritas praktek kekuasaan saat ini adalah bersama rakyat mengatasi berbagai dampak pandemi, serta bagaimana pemerintah fokus mengatasi kelangkaan minyak goreng, kenaikan harga kedelai yang berdampak pada industri rakyat tahu-tempe dan berbagai masalah penting lainnya daripada berimajinasi tentang penundaan Pemilu 2024,” ujar Hasto yang dikutip dari siaran pers hari ini (27/2/2022).

Urusan rakyat ini jauh lebih penting ditangani daripada menunda Pemilu, mengingat antara Pemerintah dan DPR RI sudah sepakat untuk menyelenggarakan Pemilu pada tanggal 14 Februari 2024,” tambahnya.

Perludem: Wacana Ini Cukup Meresahkan

Logo Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Khoirunnisa Nur Agustyati juga menolak wacana pengunduran pemilu 2024.

“Ini cukup meresahkan, yang namanya Pemilu demokratis itu harus patuh pada peraturan dan kepastian hukum,” ucapnya dalam acara sebuah virtual pada Sabtu (26/2/2022).

Jadi kita perlu menyuarakan ini, perlu menolak sebetulnya wacana penundaan Pemilu tahun 2024,” tambahnya.

Perempuan yang akrab disapa Ninis itu mengatakan bahwa pemilu 2024 mendatang tentunya sudah disepakati oleh pihak-pihak yang terkait, seperti KPU, DPR RI dan pemerintah.

Beberapa pihak lainnya juga tidak setuju dengan usulan penundaan Pemilu Serentak 2024, di antaranya seperti MUI dan Muhammadiyah yang mengatakan bahwa pemilu harus sesuai dengan fatwa ulama, presiden maksimal hanya 2 periode.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles