PPKM Level 3 saat Nataru Dibatalkan, Ini Gantinya!

ENSIPEDIA.ID, Kendal – Pada bulan lalu, pemerintah sempat mengumumkan akan menerapkan kembali PPKM Level 3 saat natal dan tahun baru (Nataru) yang dimulai dari tanggal 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. 

Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang pernah terjadi pada bulan Juni-Juli lalu. 

Nah, baru-baru ini pemerintah merevisi kebijakannya tersebut. Apa kebijakan barunya? 

Pemerintah Mengubah Kebijakannya

Ilustrasi perang melawan pandemi | Pixabay

Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan bahwa keputusan itu diambil karena Indonesia disebut lebih siap menghadapi nataru sebelum tahun lalu. 

Ia melanjutkan, jumlah tes dan telusur juga lebih tinggi dari tahun lalu. Vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Jawa-Bali sudah mencapai 76%, sementara dosis kedua telah sampai di angka 56%. 

“Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti penilaian situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan,” kata Luhut, Selasa (7/12) kemarin.

Moeldoko, Kepala Kantor Staf Kepresidenan menggambarkan sektor kesehatan-ekonomi sebagai gas dan rem. Ketika kasus penyaluran melonjak tinggi, maka rem akan diinjak. Namun, jika kasus terus menurun roda perekonomian akan digas dan diputar kembali. 

Di masa pandemi, kesehatan dan ekonomi adalah dua sektor yang paling diperhatikan oleh pemerintah. 

Selain itu, dilansir dari kemendagri.go.id, ada 3 poin yang menjadi alasan mengapa PPKM level 3 batal diterapkan saat nataru. 

1. Tidak semua daerah memiliki tingkat kerawanan pandemi yang sama.

2. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat empat tingkatan terhadap risiko pandemi Covid-19. Level 1 adalah rendah, level 2 sedang atau rata-rata, level 3 adalah tinggi dan level 4 sanggat tinggi. Kabar baiknya, Indonesia masuk ke dalam negara dengan risiko rendah yang dinilai dari berbagai indikator, di antaranya seperti kondisi konfirmasi positif covid-19. 

“Kita bersyukur atas itu, sehingga Bapak Presiden memberikan Arahan agar kita tidak menerapkan (PPKM) level 3 tapi membuat pengaturan spesifik mengenai antisipasi atau penanganan pandemi Covid19 di masa Nataru,” kata Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. 

3. Situasi pandemi sangat dinamis (mengalami perubahan) dan terus terjadi di berbagai daerah. 

“Kita tidak dapat konsisten membuat pengaturan pandemi Covid ini karena situasi yang kita hadapi dinamis, dinamikanya bukan harian, bahkan jam, tapi kita mengatur jadwalnya, sehingga perubahan pengaturan sudah kita lakukan berkali-kali pandemi,” tuturnya. 

Selanjutnya, kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah adalah melakukan pembatasan-pembatasan spesifik yang berlaku saat Nataru dan berjalan mulai dari 24 Desember hingga 2 Januari 2022. 

Walau pun PPKM batal diterapkan, masyarakat diimbau untuk tetap disiplin prokes dan mengurangi mobilitasnya selama Nataru berlangsung.

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles