Survei Indikator Politik Indonesia: Mayoritas Masyarakat Kian Takut Menyatakan Pendapat

ENSIPEDIA.ID – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menemukan bahwa mayoritas warga Indonesia semakin takut dalam menyampaikan pendapat. Kecemasan mereka dalam menyuarakan aspirasi pada umumnya disebabkan oleh ancama jeratan hukum UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Indikator, Burhanudin Muhtadi.

“Masyarakat setuju atau sangat setuju dengan pendapat bahwa saat ini masyarakat semakin takut untuk menyatakan pendapatnya,” ungkapnya.

Hasil survei ini menyatakan bahwa 64,9% masyarakat Indonesia semakin takut menyampaikan pendapat. Sekitar 21,4% menyatakan tidak setuju dengan pendapat masyarakat semakin takut menyampaikan pendapat. Sementara itu, 15,7% di antaranya menjawab tidak tahu atau tidak mau menjawab.

Ketakutan dalam menyampaikan pendapat tidak terlepas dari UU ITE. Mayoritas dari responden (59,5 persen) menyatakan bahwa UU ITE harus segera di revisi. Hal tersebut agar UU ITE tidak lagi mengancam kebebasan berekspresi.

“Hanya sekitar 33,9% warga yang tahu atau pernah dengar tentang rencana revisi UU ITE. Tetapi mayoritas warga setuju/sangat setuju UU ITE direvisi sebanyak 59,5%, terutama jika tahu tentang usulan revisi sebesar 83,6%,” jelas Burhanudin.

Survei ini dilakukan pada 11 sampai dengan 12 Februari 2022 dengan populasi survei seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dan memilih. Artinya, populasi terdiri dari warga dengan minimal usia 17 tahun atau lebih.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel basis sebanyak 1.200 orang. Sampel berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Adapun margin of error dari survei ini ialah ±2.9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Latest articles