Serba-Serbi Demo 11 April: Pengeroyokan Ade Armando Hingga Rara Panggil Hujan Bubarkan Demonstran

ENSIPEDIA.ID – Ribuan mahasiswa melakukan aksi demostrasi di depan gedung DPR RI pada Senin, 11 April 2022. Gerakan ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

Terdapat beberapa aspirasi yang menjadi tuntutan mahasiswa. Menurut Koordinator Media Aliansi BEM SI, Luthfi Yufrizal terdapat 6 tuntutan yang mahasiswa perjuangkan, yaitu sebagai berikut:

Pertama, mendesak Presiden Joko Widodo untuk bersikap tegas terkait penolakan penundaan pemilu dan masa jabatan 3 periode.

Kedua, menuntut Jokowi untuk mengkaji ulang UU IKN (Ibu Kota Negara).

Ketiga, mendesak Jokowi untuk tetap menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran.

Keempat, mendesak Jokowi untuk memberantas mafia minyak goreng.

Kelima, mendesak Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria yang ada di Indonesia.

Keenam, menuntu dan mendesan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk menyelesaikan janji-janji kampanye di sisa masa jabatan mereka.

Namun, aksi massa tidak berjalan damai. Menjelang sore hari, kericuhan pecah di lokasi demonstrasi.

Berikut merupakan hal-hal menarik yang terjadi pada saat Demo 11 April:

1. Diwarnai Dinamika Perubahan Lokasi Aksi

Pergerakan mahasiswa (ANTARA FOTO/Fianda Sjofjan Rassat)

Sebelumnya, Aliansi BEM SI merencanakan aksi di depan Istana Negara. Namun, pada hari H kegiatan, lokasi aksi dipindahkan ke Gedung DPR RI.

“Iya, betul sekali, iya kita ke DPR RI,” kata Luthfi.

Perubahan lokasi aksi bertujuan untuk menghindari penyusupan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini juga untuk memastikan wakil rakya melaksanakan konstitusi dan fungsi pengawasan dengan baik.

2. Pengeroyokan Ade Armando

Pengeroyokan Ade Armando (Taufik Idharudin)

Ade Armando, seorang dosen Universitas Indonesia dan pegiat media sosial dikroyok massa di depan kompleks Senayan DPR RI. Kehadiran Ade Armando di lokasi aksi ditengarai oleh niatannya memantau dan memberikan dukungan kepada BEM SI yang terpecah.

“Saya tidak ikut demo. Tetapi saya memantau dan saya ingin menyatakan dukungan, tetapi saya dengar BEM SI pecah,” ungkap Dosen UI tersebut sebelum terjadi pengeroyokan.

Namun demikian, beberapa saat kemudian, Ade Armando beradu argumen dengan kelompok emak-emak dan dinilai sebagai provokator. Tak lama, Ade dipukuli oleh seorang pria bertopi dan menjadi bulan-bulanan massa.

Ade pun diselamatkan oleh pihak kepolisian dengan wajah dan tubuh yang sudah babak belur.

3. Satu Anggota Brimob Meninggal Setelah Mengamankan Aksi di Kendari

Alm. Ipda Imam Agus Husen

Seperti yang kita ketahui bahwa aksi 11 April dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Salah seorang anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara, Ipda Imam Agus Husen, meninggal setelah mengamankan aksi di Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut.

Informasi yang masih beredar bebas di masyarakat, kematian Ipda Imam diduga akibat dari sesak napas dan nyeri dada. Beliau kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara dan dinyatakan menghembuskan napas terakhir pada 17.30 WITA.

4. Pawang Hujan Rara Diminta Turunkan Hujan Bubarkan Pendemo

Kondisi lokasi demo yang diguyur hujan (ANTARA FOTO)

Pawang Hujan yang sempat viral di Sirkuit Mandalika, Rara Isti Wulandari angkat bicara terkait demo 11 April. Ia mengklaim bahwa hujan deras yang membubarkan massa aksi demo atas andil dirinya.

Dilansir dari akun Instagram-nya, Rara menjelaskan bahwa hujan dapat memberikan kedamaian kepada demonstran.

“Meskipun terlambat, hujan tetap terpanggil atas izin Tuhan YME, agar semua kembali pada energy frequency vibrasi mau damai,” tulisnya di akun Instagram.

Latest articles