Polemik Kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia yang Ditolak Kelompok Mahasiswa

ENSIPEDIA.ID – Partai Mahasiswa Indonesia resmi memiliki badan hukum setelah terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM tertanggal 21 Januari 2022 berdasarkan Keputusan Menkumham Nomor M.HH-6.AH.11.01 tahun 2022. Kehadiran partai ini juga bisa dilihat berdasarkan surat Penyampaian Data Partai Politik yang Telah Berbadan Hukum berkop Kemenkumham, nomor M.HH-AH.11.04-19 yang ditandatangani Menkumham, Yasona Laoly pada 17 Februari 2022 kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam surat tersebut, Partai Mahasiwa Indonesia berada dalam urutan 69 dari 75 partai politik yang disampaikan oleh Kemenkumham. Partai ini berhak ikut dalam Pemilu 2024 apabila lolos rangkaian verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum.

Kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia di muka publik pertama kali disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, saat melakukan audiensi terhadap mahasiswa yang sedang berdemonstrasi pada 21 April 2022 silam.

“Telah lahir partai baru, ada namanya Partai Buruh. Lalu kemudian ada juga Partai Mahasiswa Indonesia. Sudah sah di Departemen Hukum dan HAM,” ungkap Dasco di kompleks Senayan, Kamis (21/4/2022).

Tentang Partai Mahasiswa Indonesia

Partai ini diketuai oleh Eko Pratama, seorang mahasiswa beralmamater dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Ia juga dikenal sebagai Koordinator Pusat BEM Nusantara. Ia pernah menjadi sorotan saat melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden pada 8 April 2022.

Eko menyampaikan bahwa pendirian partai tersebut merupakan pemikiran panjang untuk mempersiapkan penampungan aspirasi rakyat.

“Setelah melaksanakan renungan panjang akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan partai ini sebagai upaya melanjutkan perjuangan-perjuangan menyampaikan aspirasi rakyat,” kata Eko Pratama.

Sekretariat partai ini berada di Jl Cikini Raya Nomor 60 Blok 60i, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Sebelumnya, menurut data dari Kemenkumham, partai ini beralamat di Jl Duren Tiga Raya Nomor 19D, Pancoran, Jakarta Selatan. Namun, pihak partai telah mengklarifikasi alamat yang digunakan saat ini yaitu berada di Jakarta Pusat.

Berdasarkan dokumen Kemenkumham, Partai Mahasiswa Indonesia merupakan reinkarnasi dari Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 45.

Partai Mahasiswa Indonesia merupakan perubahan dari Partai Kristen Indonesia 1945,” kata Direktur Tata Negara Kementerian Hukum dan HAM.

Ditolak Kelompok Mahasiswa

Kemunculan Partai Mahasiswa Indonesia mengundang tanggapan dari berbagai pihak. Salah satu yang menentang adanya partai ini ialah kelompok mahasiswa itu sendiri.

Menurut Koordinator BEM SI, Kaharuddin, ia menolak kehadiran partai tersebut karena diduga sarat akan kepentingan politik dan bisa menodai nama mahasiswa.

“Di sana ada kepentingan politik atau segelintir orang yang ingin memakai nama mahasiswa Indonesia. Kami dari BEM SI tegaskan untuk menolak keras pemakaian nama mahasiswa Indonesia dari partai yang dibentuk, karena perlu menjaga independensi dari mahasiswa itu sendiri, baik dari politik praktis atau kepentingan partai politik,” ungkap Kaharuddin saat diwawancarai BBC Indonesia (24/4/2022).

Hal senada diungkapkan oleh Ridho Alamsyah, dari BEM Nusantara yang berseberangan dari kubu Eko. Ia menolak dengan tegas pendirian partai tersebut karena dapat mengkhianati perjuangan mahasiswa. Seperti yang sedang terjadi bahwa mahasiswa sedang bergerak melancarkan rentetan aksi menolak naiknya harga-harga bahan pokok.

Menurut Ridho, menggunakan orientasi partai politik sangatlah bertentangan dengan cita-cita perjuangan mahasiswa yang berusaha melawan kekuasaan. Mahasiswa bergerak dengan kehendak moralitas, bukan kepentingan politik.

Latest articles