PNS Eselon III dan IV Akan Diganti dengan Teknologi Kecerdasan Buatan?

ENSIPEDIA.ID, Kendal – Teknologi kecerdasan buatan atau AI telah dikembangkan oleh berbagai peneliti untuk menjadi bekal kehidupan modern di masa mendatang. Nantinya, mereka diharapkan dapat mempermudah pekerjaan manusia.

Banyak negara yang sudah menggunakan teknologi ini, dan semoga saja Indonesia segera menyusul melakukan pengujian dan menerapkan hal tersebut.

Pasti, wacana negatif PNS eselon III dan IV dengan kecerdasan buatan memiliki dua dampak, yaitu positif dan negatif. Positifnya, dengan diterapkannya teknologi ini digadang-gadang akan membawa dunia ke era baru kehidupan yang lebih modern dengan membawa berbagai perubahan lainnya di bidang teknologi. Sedangkan negatifnya adalah banyak orang takut akan kehilangan pekerjaan karena tergantikan oleh teknologi kecerdasan buatan.

Pada 2019, Presiden Jokowi pernah mengungkapkan wacana ini sebagai solusi dalam membuat pegawai dapat lebih efektif dan efisien, terutama di lingkup kepemerintahan. Bagian yang dituju untuk diganti dengan kecerdasan buatan adalah PNS dengan jabatan di tingkat eselon III dan IV.

Data PNS di Indonesia

Data PNS aktif di Indonesia dari tahun ke tahun | kabar baik

Jika dilihat lewat data, jumlah PNS aktif di Indonesia cenderung menurun dari tahun ke tahun yang dimulai pada 2015 silam. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh dua hal, yaitu kuota penerimaan PNS yang dikurangi, dan adanya perampingan yang dilakukan oleh masing-masing instansi.

Pada tahun 2015, terdapat 4.593.604 PNS yang aktif dan pada tahun 2021, angka tersebut mengalami penurunan menjadi 4.081.824.

Jumlah PNS yang Akan Diganti dengan Kecerdasan Buatan

Teknologi Kecerdasan Buatan | Pixabay

Walau pun terdapat lebih dari 4 juta PNS di Indonesia, nyatanya hanya PNS dengan jabatan struktural lah yang termasuk dalam wacana penggantian. Jumlahnya sekitar 11 persen dari 4 juta PNS atau sebanyak 434,370 PNS.

Lebih spesifik lagi, jabatan struktural terdiri dari eselon IV dan yang digadang akan membuat keunggulan hanya buatan dari eselon III dan IV saja. Tugas dari eselon III dan IV adalah menjadi pengawas dan administrator di masing-masing instansi.

Wacana Serupa yang Dibuat oleh Negara-negara Lain 

Ilustrasi kecerdasan buatan | Pixabay

Sejumlah negara di Eropa sudah lebih dulu memiliki rencana penggantian pekerjaan manusia dengan kecerdasan buatan. Namun, berbeda dengan Indonesia, mereka mencanangkan akan mengganti anggota parlemen dengan teknologi kecerdasan buatan. Wow!

Menurut Katadata , berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 2.769 responden dari 11 negara oleh IE University’s Center for the Governance of Change, sebanyak 51% responden menyatakan mendukung saat ditanya mengenai pendapat mereka mengenai pengurangan jumlah anggota parlemen dan menggantinya dengan teknologi AI.

Sementara itu, diketahui sebanyak 75% warga Tiongkok setuju dan mendukung penggantiannya anggota parlemen dengan teknologi kecerdasan buatan.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Presiden Jokowi menuturkan keinginannya menghapus PNS eselon III dan IV, lalu menyisakan jabatan struktural eselon I, II dan III.

“Ini bukan barang yang sulit. Barang yang mudah dan memudahkan kita untuk memutuskan sebagai pimpinan di daerah maupun nasional,” ujar Jokowi saat itu.

Dengan adanya teknologi AI yang dipekerjakan, nantinya akan lebih mempermudah proses pekerjaan di pemerintahan.

“Nanti dengan big data, dengan jaringan yang kita miliki, memutuskannya akan cepat sekali kalau kita AI, tidak bertele-tele dan tidak muter-muter,” tambahnya.

Hal ini tidak semerta-merta langsung dilakukan, tetapi juga membutuhkan tahapan-tahapan yang mungkin akan lama waktunya.

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles