Oknum TNI dan Polri Diduga Terlibat dalam Kasus Krangkeng Manusia Bupati Langkat

ENSIPEDIA.ID, Jember – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan adanya temuan keterlibatan oknum TNI dan Polri dalam kasus Krangkeng Manusia yang menyeret nama Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin, S.E. Komnas HAM juga sudah mendapatkan data nama dan pangkat oknum yang terlibat.

“Ada temuan soal pengetahuan dan keterlibatan oknum anggota TNI-Polri. Jadi kita mendapat keterangan ada beberapa oknum anggota TNI-Polri terlibat dalam proses kerangkeng tersebut. Kami mengetahui jumlah dan nama masing-masing dan informasi penunjang lainnya, termasuk pangkat dan lain sebagainya,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam.

Anam mengatakan bahwa terdapat kekerasan dan tindakan merendahkan martabat manusia yang telah dilakukan oleh oknum tersebut. Menurut Anam, Komnas HAM sudah meminta pihak kepolisian untuk melakukan pendalaman mengenai tindakan tercela tersebut.

“Lalu terdapat tindakan kekerasan dan merendahkan martabat oleh oknum-oknum tersebut. Yang berikutnya terhadap oknum kepolisian yang menyarankan pelaku kriminal untuk menjadi penghuni kerangkeng, saat ini dilakukan pendalaman pelanggaran hukum atas permintaan Komnas HAM,” jelasnya.

Anam menuturkan bahwa peran dari oknum polisi tersebut adalah melakukan pelatihan fisik kepada para penghuni krangkeng manusia. Sedangkan, oknum TNI melakukan tindak kekerasan terhadap penghuni krangkeng.

“Jadi ada oknum yang terlibat di sini dalam proses kerangkeng ini ada oknum TNI dan ada oknum kepolisian. Jadi kalau dikatakan misalnya melatih fisik gitu, terus sharing soal metodologi latihan fisik, termasuk gantung monyet misalnya. Yang berikutnya ada salah satu oknum anggota TNI yang juga melakukan kekerasan. Kami mendapatkan informasi tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anam juga menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) untuk melakukan pendalaman karena terdapat oknum TNI yang terlibat dalam kasus ini.

“Kami juga berkoordinasi dengan teman-teman TNI AD, khususnya POMAD, kami melayangkan surat kepada POMAD untuk meminta bantuan dalam surat tersebut meminta bantuan pendalaman dan penyelidikan karena ada oknum TNI yang terlibat dalam proses kerangkeng,” ucapnya.

Dengan adanya temuan baru ini, semoga kasus krangkeng manusia yang menyeret nama Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin segera dapat dilaksanakan dengan seadil-adilnya.

 

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles