Tolak Kepala Sekolah Korup, Siswa SMAN 1 Kontunaga di Kabupaten Muna Segel Sekolah

ENSIPEDIA.ID, Kendari – Ratusan pelajar SMAN 1 Kontunaga di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara melakukan aksi demonstrasi penyegelan sekolah. Hal tersebut ditengarai oleh penolakan siswa terhadap kepala sekolah yang diduga melakukan penyelewengan terhadap dana BOS.

Dalam aksi yang dilakukan oleh siswa SMAN 1 Kontunaga pada Selasa (07/06/2022) tetsebut, gerbang sekolah disegel dan terdapat spanduk bertuliskan “Koruptor Dilarang Masuk”.

Menurut keterangan Ketua Osis SMAN 1 Kontunaga, Dwiki Juliansyah, aksi ini dilakukan atas dasar keterbukaan penggunaan dana BOS. Menurutnya, kepala sekolah SMAN 1 Kontunaga telah mempermalukan nama baik sekolah.

“Penggunaan dananya sampai saat ini tidak jelas. Di sekolah sama sekali tidak ada pembangunan, yang ada hanya pembangunan pos satpam dan taman. Itupun, anggaranya diutang,” ungkap Dwiki.

Para siswa sudah tidak ingin lagi dipimpin oleh kepala sekolah yang korup. Mereka melakukan aksi untuk menuntut pencopotan kepala sekolah.

“Kami tidak inginkan kasek yang korup. Karena bisa merusak nama baik sekolah,” lanjut Dwiki.

Kepala SMAN 1 Kontunaga, Asmatifa diduga melakukan penyelewengan terhadap dana BOS. Ia sempat memindahkan dana BOS dari rekening sekolah ke rekening pribadinya.

Kasus Kepala SMAN 1 Kontunaga juga telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Pihak inspektorat juga telah melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan dari Inspektorat Dinas Pendidikan Sultra, tidak ada penyimpangan terhadap dana tersebut. Namun, mekanisme yang dilakukan oleh kepala sekolah tidak sesuai dengan petunjuk teknik (juknis).

Asmatifa selaku Kepala SMAN 1 Kontunaga membenarkan adanya pemindahan dana tersebut. Ia beralasan bahwa pemindahan dana tersebut bukan berdasarkan kemauannya, melainkan ada kepentingan yang mendesak.

“Tetapi itu bukan kemauan saya melainkan keadaan tertentu dan waktu sementara saja. Mengenai masalah pemindahan itu, jangan dipermasalahkan karena saya sudah diperiksa oleh pihak Inspektorat dan tidak ada penyimpangan penggunaan anggaran,” beber Asmatifa.

Akibat dari aksi tersebut, jadwal ujian harus ditunda. Hari aksi penyegelan bertepatan dengan jadwal ujian yang harus dilakukan oleh siswa. Para siswa melakukan penyegelan terhadap gerbang sehingga para guru tidak bisa masuk ke area sekolah.

“Tidak bisa kita masuk ini karena gerbang terkunci dari dalam,” salah seorang guru di SMAN 1 Kontunaga.

Latest articles