Serba Salah Menteri Nadiem: Tutup Sekolah Saya Disalahkan, Buka Sekolah Juga Disalahkan

ENSIPEDIA.ID – Seorang pejabat pemerintahan adalah orang yang digaji untuk terus dikritik. Kritikan bertujuan agar sistem pelayanan akan kebijakan publik di negeri ini bisa menjadi keputusan yang terbaik bagi semua orang. Begitu pula yang dialami oleh Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan teknologi (Mendikbudristek) yang menjadi bulan-bulanan kritikan. Menurutnya, ia akan senantiasa menerima dan rela dikritik terkait kebijakan pembukaan atau penutupan sekolah.

Seperti yang kita ketahui bahwa, semenjak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Semua sekolah ditutup dan pembelajaran dialihkan melalui sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) berbasis online. Seiring dengan evaluasi dan adaptasi kebiasaan baru, sudah banyak sekolah yang membolehkan kembali siswanya untuk kembali belajar tatap muka, walaupun dengan protokol kesehatan yang ketat.

Melihat data yang diterima oleh Nadiem Makarim, saat ini ada banyak masyarakat yang  menginginkan pembelajaran tatap muka atau dengan kata lain pembukaan kembali sekolah. Masyarakat yang setuju dengan dibukanya kembali sekolah sekitar 80-85%. Angka yang cukup besar.

Nadiem Makarim/Tirto.id

“Itu menjadi pegangan saya, saya di sisinya orang tua dan murid-murid kita. Itu yang jadi pegangan kita, enggap apa-apa kalau saya sedikit dikritik-kritik. Enggak apa-apa,” kata Nadiem (28/9/2021) dalam kanal YouTube Republika Official.

Pembukaan sekolah merupakan pro-kontra sejak dahulu. Pembukaan sekolah akan membuat semakin mudahnya penyebaran virus Covid-19 pada kluster sekolah. Itu akan sangat membahayakan anak-anak. Di sisi lain, melihat kefektifitasan pembelajaran jarak jauh, ada hal-hal yang tidak didapatkan jika siswa bertemu langsung dengan pendidik dan teman sebayanya.

Namun menurut Nadiem, pemerintah akan kembali membuka sekolah. Empat kementrian telah menyiapkan regulasi yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Dia juga mengatakan bahwa tidak akan ada lagi sekolah yang ditutup.

“Kalau misalnya ada klaster ataupun terkena infeksi ada SOP-nya. Sekarang udah enggak jaman lagi menutup daerah sekolah, tidak akan delta varian lagi, insya allah tidak ada lagi,” ungkap Nadiem.

Perihal kritikan yang diterimanya perihal pembukaan sekolah, ia melihat pembukaan ini sebagai pengorbanan yang harus dilakukan oleh seorang pengambil keputusan.

“Tutup sekolah saya disalahkan, buka sekolah saya disalahkan. Enggak apa-apa, sudah biasa namanya juga pengorbananlah,” pungkasnya dalam acara Bangkit Bareng-Bareng melalui YouTube (28/9/2021).

Latest articles