Pendidikan yang Diharapkan Ki Hadjar Dewantara

ENSIPEDIA.ID, Sukabumi – Hari ini, tanggal 2 Mei 2022, kita sedang memperingati Hari Pendidikan Nasional yang bertepatan dengan hari kelahiran Bapak Bangsa Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara. Berbicara soal pendidikan, pernahkah terbesit di dalam pikiran kamu bahwa pendidikan seperti apa yang diharapkan oleh Ki Hadjar Dewantara, dari mulai definisinya sampai ke konsep pendidikan yang dicetuskan olehnya? Jika kamu penasaran dan tertarik, mari kita kupas bersama-sama.

Menurut kacamata Ki Hadjar Dewantara, apabila kita mengenyam pendidikan secara berkala maka akan dapat membentuk pribadi yang berkarakter, berpikir, berperasaan, dan berjiwa merdeka serta kepercayaan atas kemampuan kita sendiri. Dan, roh pendidikannya berasaskan kebangsaan dengan balutan kebudayaan.

Pada saat zaman penjajahan kolonial Belanda, akses pendidikan hanya boleh didapatkan oleh segelintir kelompok, di antaranya adalah kaum bangsawan dan juga kolonialis. Sebab inilah yang mengetuk pintu hati serta menggerakkan raga Ki Hadjar Dewantara untuk segera membentuk konsep dan sistem pendidikan yang bisa diakses oleh semua orang, terutama bagi pribumi. Pendidikan versi beliau dinamakan sebagai Panca Dharma atau rumusan asas-asas 1922 yang terdiri dari lima prinsip dasar, yakni kodrat alam, kemerdekaan, kebudayaan, kebangsaan, dan kemanusiaan yang diterapkan pada organisasi pendidikan Taman Siswa yang didirikannya.

Berbeda dengan pemikir asing yang hidup sezaman dengannya, seperti Ivan Illich atau Rabrindranath Tagore, yang menganggap sekolah sebagai mimpi buruk yang harus dihindari. Mereka memaknai sekolah layaknya pabrik yang berfungsi untuk mencetak peserta didik dalam sebuah kemasan yang sudah ditentukan pendistribusiannya. Sedangkan Ki Hadjar Dewantara berbeda haluan dengan pemikiran seperti itu. Beliau menempatkan sekolah sebagai tempat bermain, namun kegiatannya diisi dengan praktik keilmuan yang berkebudayaan tanpa harus menekankan tuntutan-tuntutan yang destruktif.

Lingkungan pendidikan yang memberikan rasa nyaman dan aman serta menyenangkan pun menjadi sebuah daya tarik tersendiri untuk menggaet minat peserta didik supaya dapat menciptakan suasana bahagia tanpa harus merasa tertekan atas pendidikan itu sendiri.

Jadi, dapat kita simpulkan bahwa konsep pendidikan yang ditawarkan oleh Ki Hadjar Dewantara ini memiliki ciri khas yang tidak menafikan nilai-nilai budaya tradisional sehingga bisa menimbulkan rasa nasionalisme dari pendekatan itu sendiri. Ditambah dengan metode pengajarannya yang dipayungi kebahagiaan sebagai pondasi utamanya. Kemudian, dilihat dari konsep Panca Dharmanya pun bisa kita nilai bahwasanya Ki Hadjar Dewantara adalah sesosok pemikir yang visioner dan progresif yang menggabungkan nilai-nilai prinsipiil demi terciptanya suatu bangsa yang berpendidikan nan berkebudayaan tanpa harus memasukkan jeratan atau tuntutan yang dapat merugikan bagi si pendidik maupun terdidik.

Lantas, apakah pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara sudah terimplementasi dengan baik atau malah lenyap tanpa meninggalkan jejak di dunia pendidikan kita saat ini?

Mikhael
an ordinary guy who wants to live as a human being.

Latest articles