Kasus Ditutup, Dugaan Pemerkosaan terhadap 3 Anak di Luwu Timur Berakhir Tanpa Pidana

ENSIPEDIA.ID – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan ke tahap penyelidikan terkait kasus dugaan pemerkosaan seorang bapak kepada 3 orang anaknya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Hal ini ditengarai oleh kurangnya bukti yag ditemukan sehingga kasus ini harus ditutup.

Kronologi Laporan

Pada 9 Oktober 2019 silam, ibu korban melaporkan dugaan tindak kekerasan kepada Kepolisian Resort Luwu Timur. Polisi kemudian melakukan visum terhadap ketiga korban.

Pada 6 Oktober 2020, Polda Sulsel melakukan gelar perkara dan menyimpulkan untuk menghentikan proses penyelidikan.

Pada tahun 2021, sebuah lembaga bernama Project Multatuli mengangkat kembali isu ini. Mereka melakukan reportase dan mewawancarai ibu korban atau mantan istri terlapor. Kasus tersebut kemudian viral dan tranding di dunia maya dengan hastag #PercumaLaporPolisi. Kasus ini kembali dibuka oleh Polda Sulsel.

Kasus Kembali Ditutup

Dalam sebuah konferensi pers di lobi Mabes Polda Sulawesi Selatan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Selatan bersama Kapolres Luwu Timur, PPPA Prov. Sulawesi Selatan, dan PPPA Kab. Luwu Timur mengumumkan untuk kembali menutup kasus ini, (20/05/2022).

“Hasil gelar tadi itu tidak cukup bukti jadi kasus ini ditutup,” ucap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombespol Komang Suartana.

Alasan utama penutupan kasus ini dikarenakan tak ada bukti kuat. Hasil visum menyatakan tidak ada bukti pelecehan yang dilakukan oleh tersangka.

Polda Sulsel juga memastikan bahwa kasus ini ditutup secara permanen karena pelapor maupun terlapor tidak ada lagi.

“Saya pastikan lagi, baik pelapor maupun terlapor itu tidak ada lagi. Dan soal laporan balik itu nanti kita lihat,” ujarnya.

Mereka juga mengumumkan bahwa kasus ini ditutup berdasarkan hasil gelar perkara yang tidak menemukan bukti yang dapat memidanakan. Selain itu, Komang juga menyebutkan bahwa tetap akan ada pendampingan atas pemulihan terhadap korban.

“Pertama tidak tepat ditingkatkan ke tahap penyidikan karena tidak adanya peristiwa pidana. Kedua, dilaksanakan rekomendasi ahli dalam rangka perlindungan pemulihan yang difasilitasi oleh LPSK,” lanjutnya.

Latest articles