Ini Alasan Mengapa Orang Abad 20 Tidak Pernah Tersenyum saat Di Foto

ENSIPEDIA.ID, Kendal – Mengamati foto-foto orang zaman dahulu adalah kegiatan yang asyik untuk dilakukan. Selain menambah wawasan tentang seorang tokoh, melihat foto-foto tersebut juga dapat memberi gambaran bagi kita tentang bagaimana kondisi kehidupan saat itu. 

Foto demi foto tercipta dan tersebar di internet saat ini. Hasil jepretan kala itu bisa kita lihat jelas sekarang dan kita bisa mengamatinya. Namun, pernahkah kamu memperhatikan ekspresi orang-orang tersebut? Bukankah tak ada senyuman yang terukir di pipi mereka? Lalu, mengapa mereka tak tersenyum saat di foto? Nah, simak penjelasan di bawah ini.

Faktor Budaya dan Kehidupan Sosial

Potret Tempo dulu | Brilio.net

Seorang profesor bernama Christina Kotchemidova mempelajari tentang budaya dan sejarah senyuman dalam fotografi dan ditulis ke dalam artikelnya. 

Ia menuturkan, terdapat makna lebih dalam tentang alasan mengapa orang jaman dahulu tidak tersenyum ketika difoto. Hal ini karena senyuman dianggap tidak sopan bagi kaum bangsawan. 

Fotografi bukan hanya tentang jepretan, tetapi sebuah seni. Oleh karena itu, seni harus dibuat dengan keseriusan. Para fotografer akan menciptakan nuansa elegan dan tenang pada setiap foto bangsawan, akhirnya ekspresi datarlah yang sesuai untuk menggambarkan suasana tersebut.

Terdapat juga penggambaran bahwa senyum hanyalah untuk kaum rendahan alias rakyat biasa. Jadi, golongan atas tidak boleh meniru apa yang kaum bawah lakukan, seperti tersenyum ketika difoto. 

Faktor Teknologi

Kamera lama | teknikfotografi

Teknologi yang ada pada zaman dahulu jelas berbeda dengan yang sekarang kita gunakan. Keterbatasan kamera pada saat itu menjadi salah satu kendala dan penyebab mengapa orang zaman dahulu tidak senyum ketika difoto. 

Kurator teknologi di Museum George Eastman mengatakan “Jika Anda melihat proses awalnya, itu sudah sangat rumit. Pengaturan cahaya adalah hal yang paling lama dilakukan.” 

Dari penuturannya, bisa kita ketahui bahwa dahulu untuk mengambil satu gambar itu dibutuhkan waktu yang lama. Belum lagi fotografer harus mengatur setting-an cahaya pada kamera yang tentunya menentukan baik buruknya hasil jepretan. 

Akibat kamera yang lama dalam memproses foto, tentunya akan membuat orang-orang lelah untuk menahan senyuman. Kalau tidak percaya, coba kalian praktekkan deh, XD. 

Faktor Penampilan 

Keluarga Kartini | Wikimedia

Ada anggapan bahwa orang zaman dahulu tidak tersenyum saat di foto adalah karena terdapat masalah pada gigi mereka. Kondisi gigi yang buruk memicu rasa malu seseorang untuk menampakkannya kepada umum, terlebih jika di lingkup bangsawan. 

Banyak yang kurang setuju dengan anggapan ini, tetapi berbeda dengan Angus Trumble, yaitu seorang Direktur National Potrait Gallery di Australia. Ia yakin bahwa hal itu benar adanya. 

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, menurut Angus manusia cenderung menutupi kekurangannya ketika sedang dalam kegiatan formal. Hal ini terbukti terbawa sampai masyarakat modern, bahwa jika ada suatu masalah pada penampilannya ia akan berusaha untuk menyembunyikannya. Apakah ensipedian juga begitu? 

Pemotretan Adalah Hal yang Jarang 

Di abad 20, sesi pemotretan adalah hal yang langka atau jarang dilakukan. Satu kali sesi foto akan membutuhkan biaya yang mahal untuk operasional, belum lagi biaya menyewa studio. 

Hal ini dikarenakan kamera adalah alat yang dapat dibilang masih jarang ditemukan dan yang dapat menyewanya hanyalah para bangsawan dan orang “berpunya.” 

Dengan langkanya sesi pemotretan, orang yang berkesempatan tidak ingin merusak foto mereka, yaitu dengan tampil sebaik mungkin. Salah satunya dengan menonjolkan suasana klasik mewah dan elegan. 

Nah, itu tadi beberapa faktor dan alasan mengapa orang di abad 20-an tidak tersenyum ketika di foto. 

 

 

 

 

 

 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles