Gorys Keraf, Sang Ahli Bahasa Indonesia

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Bulan Oktober merupakan Bulan Bahasa bagi bangsa Indonesia. Peringatan tersebut secara rutin diselenggarakan oleh Kemendikbud sejak tahun 1980 sebagai salah satu cara untuk memperingati Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang disepakati pada Sumpah Pemuda. Ada satu tokoh yang sangat berjasa bagi perkembangan bahasa Indonesia, dia adalah Gorys Keraf.

Biografi Singkat Gorys Keraf

Gorys Keraf | belbuk.com
Gorys Keraf | belbuk.com

Gorys Keraf lahir di Lembata, Nusa Tenggara Timur pada 17 November 1936. Beliau adalah seorang ahli bahasa ternama. Selain menjadi seorang ahli bahasa, beliau adalah tokoh Katolik Indonesia.

Gorys Keraf menyelesaikan pendidikan SMP-nya di Seminari Hokeng pada tahun 1954. Kemudian, beliau melanjutkan sekolah SMA-nya di Syuradikara Ende dan tamat pada tahun 1958. Setelah itu, beliau berkuliah di Fakultas Sastra Indonesia Universitas Indonesia kejuruan Linguistik (1964). Pada tahun 1978, beliau mendapatkan gelar Doktor pada bidang linguistik dari Universitas Indonesia dengan disertasi “Morfologi Dialek Lamalera”.

Beliau merupakan dosen tetap di FSUI sejak tahun 1963. Selain itu, beliau juga mengajar di Pascasarjana Hukum UI, FISIP UI, Universitas Tarumanegara, dan Universitas Trisakti.

Karyanya yang Sangat Berpengaruh

Tata Bahasa Indonesia | perpusnas.go.id
Tata Bahasa Indonesia | perpusnas.go.id

Pada tahun 1970, Gorys Keraf mengeluarkan buku pertamanya, Tata Bahasa Indonesia (1970). Buku tersebut membuat namanya dikenal masyarakat luas. Setahun setelahnya, beliau kembali mengeluarkan buku yang berjudul Komposisi (1971). Kedua buku tersebut memiliki pengaruh yang besar bagi pengajaran bahasa Indonesia.

Seorang ilmuwan bahasa dari Unika Atma Jaya, Bambang Kaswanti Purwo, menyatakan ada dua buku yang paling banyak dibaca dan berpengaruh besar bagi pelajar dan mahasiswa selama lebih dari 25 tahun. Kedua buku tersebut ialah Tata Bahasa Baru Indonesia (jilid 1 dan 2) yang ditulis oleh Sutan Takdir Alisjahbana, dan buku Tata Bahasa Indonesia karangan Gorys Keraf.

Menurut Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) pada tahun 1989, pengaruh buku Tata Bahasa Indonesia yang besar di kalangan pelajar dan mahasiswa menjadikan buku tersebut sebagai buku yang paling banyak dibajak dan dijual secara ilegal pada kurun waktu 1970-an dan 1980-an.

Akhir Hayat

Gregorius Keraf | goodreads.com
Gregorius Keraf | goodreads.com

Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada 30 Agustus 1997, di usia yang ke-61 tahun. Selama beliau hidup, beliau banyak membagikan ilmunya dengan cara menjadi guru dan dosen. Selain itu, karya-karyanya yang tak ternilai sangat berpengaruh bagi perkembangan pengajaran bahasa Indonesia.

Latest articles