Dianggap Tidak Efisien dan Membebani APBN, Subsidi Listrik dan BBM Terancam Dihilangkan

ENSIPEDIA.ID – Melalui Kementerian Keuangan, pemerintah memberikan sinyal untuk menghapus subsidi yang kurang efisien khususnya seperti pada bahan bakar minyak (BBM) dan listrik. Hal ini dilakukan atas evaluasi program pemberian subsidi yang dinilai tidak efisien dan tidak tepat sasaran.

Rencana ini diungkapkan oleh Direktur Penyusunan APBN Kementrian Keuangan, Rofyanto Kurniawan dalam sesi konsultasi publik RUU APBN 2023 pada 25 Juli 2022 kemarin.

“Tentunya kita harus makin mendorong belanja produktif. Ini harus jadi kesadaran kita bersama, bahwa subsidi itu enggak efisien. Subsidi BBM, susbdi listrik itu enggak efisien,” kata Rofyanto.

Ia juga menambahkan bahwasanya program subsidi yang dilakukan oleh pemerintah saat ini masih banyak yang tidak tepat sasaran. Hal ini dilihat dari kondisi masyarakat menengah ke atas yang terkadang masih menerima subsidi.

“Subsidi tuh hanya untuk rakyat miskin dan rakyat yang membutuhkan. Yang mampu, yang menengah atas, mustinya enggak perlu mendapatkan subsidi,” lanjutnya.

Namun penghilangan subsidi ini di-skemakan tidak sekaligus dihapus, melainkan dilakukan secara bertahap. Pertimbangan ini dilakukan agar APBN tidak membengkak.

“Jadi memang secara bertahap, secara berangsur-angsur harus dikembalikan ke harga keekonomiannya. Supaya belanjanya bisa produktif,” imbuh Rofyanto.

Dia mengatakan, saat ini pemerintah tengah fokus memperbaiki efektivitas dan efisiensi belanja. Karena berdasarkan data Kementerian Keuangan, subsidi energi tahun ini sudah melonjak mencapai angka Rp520 triliun.

Latest articles