Ahli dalam Bidang Penerbangan, Berikut 3 Karya Peninggalan Habibie

ENSIPEDIA.ID, Jember – Baharuddin Jusuf Habibie memang telah meninggal dua tahun yang lalu, namun karya nya akan tetap dikenang dan masih digunakan dalam dunia penerbangan baik skala nasional maupun internasional.

Kejeniusannya dalam dunia penerbangan memang sudah tidak dapat diragukan lagi. Hal ini tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri baik bagi pribadinya ataupun bagi bangsa Indonesia. Berikut karya-karya B.J Habibie yang diakui oleh dunia internasional.

Habibie Factor

ahli-dalam-bidang-penerbangan-berikut-3-karya-peninggalan-habibie

Karya Habibie yang paling berpengaruh dalam dunia penerbangan adalah ‘Habibie Factor’. Habibie Factor merupakan sebuah teori yang menemukan cara untuk menghitung keretakan yang ada pada pesawat (crack propagation on random).

Sebelum munculnya karya Habibie ini, dalam mendeteksi keretakan pada pesawat, industri penerbangan menambah massa kontruksi yang dipakai, yang mengakibatkan beban pesawat bertambah.

Dengan adanya salah satu karya habibie yang dapat mendeteksi keretakan pada pesawat bahkan hingga ke tingkat atom, membuat pesawat tidak menambah bobotnya lagi.

Pesawat N-250

ahli-dalam-bidang-penerbangan-berikut-3-karya-peninggalan-habibie

B.J Habibie merupakan kepala tim pembuatan pesawat terbang Indonesia N-250. Rancangan pesawat ini, mulanya dibuat empat pesawat, namun pada prakteknya hanya membuat dua protipe N-250, yaitu Gatot Kaca dan Krincing Wesi.

Dua pesawat karya Habibie ini terbang perdana sekitar tahun 1995-1996, Gatot Kaca terbang pada tanggal 10 Agustus 1995 dengan 50 penumpang dan Krincing Wesi terbang pada tanggal 19 Desember 1996 dengan 68 penumpang.

Saat proses peluncurannya, kedua karya habibie ini menjadi primadona IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) dalam usaha guna merebut pasar dengan kelas 50 hingga 70 penumpang.

Pesawat ini hampir saja memperoleh sertifikasi dari Automated Flight Following (AFF). Namun, sayangnya terjadi krisis moneter yang terjadi pada tahun 1996, sehingga mengakibatkan pupusnya impian dari suami Ainun ini.

Pesawat R80

ahli-dalam-bidang-penerbangan-berikut-3-karya-peninggalan-habibie

Meskipun pesawat N-250 pupus karena krisis moneter, bukan berarti impiannya untuk mewujudkan pesawatan buatan bangsa pupus. Habibie bersama putranya, Ilham Akbar Habibie membentuk perusahaan PT Regio Aviasi Nusantara yang bergerak di bidang perancangan, pengembangan, dan manufaktur pesawat terbang.

Produk dari perusahaan tersebut adalah pesawat RAI R80 yang merupakan kelanjutan dari proyek pesawat N-250. Pesawat R80 telah diluncurkan tahun 2012 dan terbang untuk pertama kalinya pada tahun 2017. Nantinya pesawat RAI R80 berkapasitas 80-92 orang.

Hingga saat ini, pesawat karya Habibie masih memasuki proses rancangan lanjutan. R80 juga dilengkapi dengan teknologi fly by wure serta diklaim irit bahan bakar. Sayangnya, B.J Habibie harus meninggalkan kita semua, sebelum pesawat rancangannya jadi dengan sempurna.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles