Mengintip Anggaran Pengadaan Fantastis di Senayan

ENSIPEDIA.ID – DPR RI mengusulkan pengajuan anggaran untuk penggantian gorden bagi para wakil rakyat yang terhormat. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang diusulkan mencapai Rp 48,7 miliar. Gorden tersebut nantinya akan digunakan untuk rumah dinas anggota DPR yang berada di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Dikutip dari CNN Indonesia, Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI menjelaskan bahwa proyek pengajuan penggantian gorden diusulkan oleh anggota dewan kepada Setjen DPR RI. Ia beranggapan bahwa gorden rumah dinas belum pernah diganti sejak beberapa tahun.

“Ya rumahnya lihat saja tuh, gordennya sudah banyak yang enggak ada. Tapi masalah spek dan lain-lain, kita enggak ikut campur ya,” ungkapnya saat diwawancarai pada Senin (28/3/2022).

Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar menjelaskan bahwa rencana penggantian gorden ini telah diusulkan sejak tahun 2019 silam dan belum pernah diganti selama 13 tahun.

“Sejak 13 tahun lalu sampai sekarang enggak pernah diganti,” kata Indra.

Indra merinci bahwa anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan gorden dan vitrase di 505 rumah dinas. Setiap rumah dirincikan membutuhkan dana sekitar 90 juta rupiah, termasuk pajak dan konsultan.

Menurut peneliti Forum Masyarakat Pemerhati Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menilai bahwa anggaran tersebut terlalu fantastis apabila digunakan hanya untuk mendandani rumah wakil rakyat. Ia beranggapan bahwa pengadaan ini tidak memiliki urgensi dan tak masuk akal dalam perencanaannya.

“Satu-satunya penjelasan paling masuk akal adalah kebutuhan pengadaan gorden untuk kepentingan proyek yang menguntungkan para pengelola anggaran atau bahkan anggota DPR tertentu yang ikut bermain dalam proyek pembelian gorden tersebut,” ujar Lucius.

Ray Rangkuti, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia saat diwawancarai oleh Liputan 6 mengungkapkan bahwa proyek anggaran ini terlalu aneh. Proyek tender baru diberitakan setelah masuk di ujung tender.

“Selain fantastis dananya, manfaatnya juga tidak jelas. Tapi efek dana dari pengadaan itu bukan main besarnya,” ungkapnya.

Selain pengadaan gorden, ada masih bayak lagi anggaran pengadaan untuk kebutuhan anggota dewan yang dinilai fantastis.

1. Pelapisan Aspal Senilai 11 Miliar

DPR RI juga mengajukan anggaran terkait pelapisan aspal di kompleks wakil rakyat. Anggaran yang diajukan untuk proyek tersebut senilai Rp 11 miliar.

Dilansir dari situs Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan LKPP, pada Senin (28/3/2022), proyek tersebut diberi nama Pelapisan Aspal Hotmix Area Komplek DPR RI dengan kode RUP 35120066 yang bersumber dari APBN 2022.

Alasan dari pengaspalan tersebut ialah karena kondisi aspal di Kompleks Parlemen sudah sering tergenang air.

“Jadi pada awal Oktober akan hadir sekitar 40 parlemen dunia akan hadir di sini, untuk mempersiapkan ke sana, tentu kami akan merapikan semua tampilan-tampilan DPR mulai dari pintu gerbang, taman, dan semua jalan-jalan,” jelas Sekjen DPR.

2. Pengadaan AC Rumah Dinas Senilai Rp 3,03 Miliar

Sebelumnya, Sekjen DPR RI juga mengajukan penggantian AC (Air Condicioner) di rumah dinas DPR RI, di Kompleks Kalibata.

Alasan dari penggantian AC ini karena kebanyakan AC di ruang keluarga sudah tidak berfungsi lagi.

Tapi pada umumnya semua AC di ruang keluarga itu sudah tidak berfungsi secara baik karena umurnya sebenarnya sudah lebih dari 8 tahun rata-rata,” tukas Indra.

3. Pengajuan Sarana Olahraga Sebenar Rp 3,5 Miliar

Selain itu, Kesekjenan DPR RI juga mengajukan pengadaan sarana olahraga pada paket pengadaan Februari 2022. Indra mengungkapkan bahwa ada banyak sarana olahraga di RJA Kalibata yang sudah tidak memadai dan harus diperbaiki.

“Yang berkaitan dengan sarana olahraga, kami memang memperbaiki semua sarana olahraga, baik tenis, futsal, badminton, maupun alat gym, alat fitness, kami perbaiki untuk dipergunakan semua stakeholder yang ada di Senayan,” kata Indra.

4. Anggaran Multifitamin Senilai 2 Miliar, Walapun Akhirnya Dibatalkan

Pada September 2021 silam, Sekjen DPR RI mengajukan anggaran untuk multivitamin anggota dewan senilai Rp 2 miliar ke APBN.

Namun demikian, pengadaan ini akhirnya dibatalkan karena melihat opini yang beredar di masyarakat.

“Setelah mendengar masukan publik terutama keinginan dari teman teman wartawan di DPR tadi pagi jam 10 saya putuskan untuk dibatalkan,” ujar Indra saat mengumumkan pembatalan ini, pada (2/9/2021).

Latest articles