Mengapa PKI Tak Langsung Dibubarkan setelah Memberontak pada 1948?

ENSIPEDIA.ID, KENDAL – PKI merupakan salah satu partai yang pernah berjaya dalam sejarah politik Indonesia. Namun, ia beserta pengikutnya juga pernah mencetak sejarah kelam bagi bangsa Indonesia.

Pemberontakan PKI Madiun

Potret keganasan PKI | VOI

Pemberontakan PKI Madiun atau pemberontakan PKI 1948 adalah sebuah gerakan yang terorganisir oleh sekelompok orang dari Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun pada tahun 1948 dengan tujuan menggulingkan pemerintahan yang sah yakni Republik Indonesia. Tujuan PKI yang lain yaitu membentuk Pemerintahan Soviet Republik Indonesia.

Gerakan PKI Madiun dipimpin oleh Muso bersama Amir Sjarifuddin sebagai pemimpin Front Demokrasi Rakyat (FDR). Mereka mengumumkan pembentukan Negara Soviet Republik Indonesia pada 18 September 1948.

Saat melancarkan aksinya, PKI Madiun bukan hanya menyasar tokoh pemerintahan, tetapi merembet ke rakyat sipil hingga tokoh agama.

Dilansir dari 99.co, korban PKI kala itu sebanyak 1.920 orang. Ada beberapa tokoh yang ikut menjadi korban kekejaman PKI Madiun, di antaranya yang paling terkenal yaitu Kiai Husen, seorang anggota DPRD yang kini menjadi ikon Monumen Kresek.

Mengenai pemberontakan ini, Presiden Indonesia kala itu, Ir. Soekarno berpidato di RRI Yogyakarta.

“…Saudara-saudara! Camkan benar apa artinja itu: Negara Republik Indonesia jang kita tjintai, hendak direbut oleh PKI Muso. Kemarin pagi PKI Musso, mengadakan coup, mengadakan perampasan kekuasaan di Madiun dan mendirikan di sana suatu pemerintahan Soviet, di bawah pimpinan Muso. Perampasan ini mereka pandang sebagai permulaan untuk merebut seluruh Pemerintahan Republik Indonesia…Saudara-saudara, camkanlah benar-benar apa artinja jang telah terdjadi itu. Negara Republik Indonesia hendak direbut oleh PKI Musso!”

Mengapa PKI Tak Dilarang Soekarno?

Soekarno, bapak proklamator penggagas asas Nasakom | National tempo

PKI merupakan salah satu partai terbesar yang ada di Indonesia, dan menempati posisi ketiga sebagai partai komunis terbesar di dunia. Diperkirakan, jumlah anggota PKI pada 1960 sebanyak 3 juta jiwa.

Alasan terbesar mengapa PKI tak dilarang walau pernah memberontak adalah karena dicetuskannya asas Nasakom oleh Soekarno sendiri.

Asas ini dirumuskan sebagai bentuk pengakuan atas tiga pilar utama kekuatan politik Indonesia di awal kemerdekaan, yaitu nasionalis yang diwakili oleh Indische Partij (IP), kemudian agama oleh Sarekat Islam (SI) dan terakhis komunis (marxisme) oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tak hanya itu, Soekarno bahkan menyebut Nasakom merupakan bentuk perwujudan Pancasila dan UUD 1945 dalam politik. Hal ini tampak makin jelas setelah ia berpidato pada tanggal 17 Agustus 1961, yang berbunyi:

“Siapa yang setuju kepada Pancasila, harus setuju kepada Nasakom; siapa yang tidak setuju kepada Nasakom, sebenarnya tidak setuju kepada Pancasila,” seru Sukarno dikutip dari tirto.id.

“Sekarang saya tambah: Siapa setuju kepada Undang-Undang Dasar 1945, harus setuju kepada Nasakom; Siapa tidak setuju kepada Nasakom, sebenarnya tidak setuju kepada Undang-Undang Dasar 1945,” tambahnya.

Oleh karena itu, kekuasaan dan kekuatan PKI sebagai partai komunis terbesar di Indonesia semakin berkembang setiap tahunnya. Hingga puncaknya mereka ingin mengambil alih kekuasaan pemerintahan pada tahun 1965.

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles