Membawa Berkah, Omzet Warkop di Mandalika Capai 1 Juta Perhari

ENSIPEDIA.ID, Jember – Gelaran World Superbike yang diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat membawa berkah tersendiri bagi penduduk setempat yang berjualan nasi dan warung kopi.

Antusiasme penonton serta para pembalap dimanfaat oleh warga setempat untuk mengais rezeki. Mereka nembuka warung kopi serta berjualan nasi yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Kami sangat senang dan menyambut baik Sirkuit Mandalika ini,” kata Mariani, pemilik warung kopi di Dusun Rangkep, Desa Kuta, Kecamatan Pujut atau depan pintu masuk Sirkuit Mandalika di Praya, Lombok Tengah, Jumat, seperti dilansir dari antaranews.

Sejak dimulainya pembangunan sirkuit dengan nama resmi Pertamina Mandalika International Street Circuit ini, omzet penjualannya mengalami peningkatan drastis. Hal ini tentu meningkatkan perekonomian masyarat setempat.

“Tentu ini rezeki dan peluang bagi kami untuk berusaha, meskipun hanya menjual kopi dan makanan ringan,” ujarnya.

Sebelum dimulainya pembangunan sirkuit dengan panjang lintasan 4,31 km serta memiliki 17 tikungan tersebut, omzet penjualannya berada pada kisaran angka 150rb. Akan tetapi, ketika pembangunan dimulai serta dihelatnya balapan World Superbike (WBSK), pendapatannya mencapai 1 juta.

“Sehari saat ini dapat berjualan Rp1 juta, kadang Rp500 ribu sebelum ada kegiatan. Itu semua dari penjualan kopi, soto dan gorengan dan makanan ringan lain, Harga tentunya sesuai, yang pe ting ada untungnya. Kopi Rp7 ribu dan soto Rp15 ribu” imbuhnya.

Hal senada juga dialami oleh Fitri, penjual nasi sekitaran Sirkuit Mandalika. Ia mengungkapkan bahwa omzet penjualannya naik ketika pembangunan sirkuit tersebut dimulai. Kenaikan tersebut bertambah ketika perhelatan WBSK dimulai.

Ia mengatakan bahwa pada hari sebelum pembangunan dan perhelatan WBSK di Sirkuit Mandalika, pendapatannya berkisar 200rb hingga 400rb. Namun, semua itu melonjak drastis, bahkan pendapatannya mencapai 1,5 juta per harinya.

“Allhamdulilah karena ramai, banyak yang beli, “Harga nasi campur Rp15 ribu-Rp20 ribu,” ungkapnya.

Fitri juga berharap bahwa event-event balap lebih sering diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, agar perekonomian masyarakat setempat meningkat.

“Harapan kami banyak kegiatan yang digelar, supaya ramai,” tutupnya.

Sebelumnya, H Lalu Pathul Bahru, Bupati Lombok Tengah juga mengatakan bahwa adanya gelaran WBS di Sirkuit Mandalika akan membawa efek yang besar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pasca pandemi COVID-19.

“Ini akan menjadi awal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kemajuan pembangunan di Lombok Tengah khususnya serta kebangkitan pariwisata NTB,” tuturnya.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles