Melonjak Hingga 32 Kali Lipat, Kini Masyarakat Diminta Waspadai Penularan Campak

ENSIPEDIA. ID, KENDAL – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat ada lonjakan kasus campak di Indonesia. Pada 2021, kasus yang teridentifikasi sebanyak 132, sementara per Desember 2022 meningkat hingga 3.341 pasien. Konfirmasi ini menandai adanya peningkatan kasus campak sampai 32 kali lipat.

Virus campak yang kembali merebak membawa kekhawatiran di masyarakat, khususnya bagi para ibu-ibu. Bagaimana tidak, satu kasus ternyata bisa menularkan virus ke-18 orang. Oleh karena itu, Ketua UKK Infeksi dan Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A(K) mewanti-wanti masyarakat untuk memperhatikan penularan virus ini.

Mudahnya penularan yang terjadi menandakan angka reproduksi virus lebih tinggi dibanding COVID-19 Omicron, polio dan cacar air yang termasuk penyakit-penyakit dengan angka penularan tinggi.

dr. Anggraini menerangkan persentase cakupan vaksinasi harus di atas 91 persen sehingga masyarakat bisa mencapai herd immunity.

“Campak adalah infeksi yang berpotensi wabah karena penularannya adalah melalui udara dan sangat mudah menular, kejadian kasus di 2022 meningkat 32 kali lipat,” sebut dia.

Salah satu faktor yang memicu naiknya kasus campak adalah karena jumlah vaksinasi yang cenderung turun sejak 2015 hingga saat ini. Padahal, program pemerintah yang bernama Imunisasi Measles Rubella (MR) terakhir kali digalakkan pada 2017, tetapi terus melonggar karena adanya pandemi covid.

Untuk diketahui, campak sendiri termasuk penyakit pernapasan yang sangat menular. Virus ini pernah menjadi wabah di tahun 1980 di mana ada 20 juta orang terinfeksi di seluruh dunia dan menyebabkan 2,6 juta kematian tiap tahun.

Indonesia sendiri juga terdaftar dalam 10 negara dengan kasus campak terbanyak. Data dari 2010 – 2015 menunjukkan kasus konfirmasi penyakit campak sebanyak 23.164. Menurut Kementerian Kesehatan, 70 persen penyakit campak dan rubella menyerang anak di bawah 15 tahun.

 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai bidang sosial-hukum, sosial-budaya, geografi, dan astronomi.

Latest articles