Kisah Peter the Dolphin, Cinta Terlarang Beda Spesies

ENSIPEDIA.ID, Jember – Terkadang rasa jatuh cinta itu dapat menimpa siapa saja dan kepada siapa saja. Salah satunya adalah yang dialami Peter the Dolphin, seorang lumba-lumba yang jatuh cinta terhadap instrukturnya.

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr. John C. Lilly, seorang ahli saraf, melakukan penelitiannya bahwa seekor lumba-lumba dapat berbicara bahasa Inggris. Karena menurutnya, otak lumba-lumba 40% lebih besar daripada otak menusia.

Berdasarkan hal tersebut, Lilly memerintahkan asistennya, Margaret Howe Lovatt untuk mengajari Peter, seekor lumba-lumba jantan, agar dapat berbicara layaknya manusia. Margaret kemudian hidup bersama Peter the Dolphin tersebut. Mereka menghabiskan waktu bersama-sama, mulai dari mandi, makan hingga tidur.

Minggu Pertama Eksperimen

Dr Lilly menempatkan Margaret dan Peter the Dolphin di Dolphin House yang telah dibuatnya. Setiap harinya, Margaret mengenakan baju renang dan memotong rambutnya, agar ketika berinteraksi dengan lumba-lumba lebih mudah. Asisten dari Dr. Lilly tersebut mengajarkan Peter untuk menirukan suaranya melalui lumbang sembur yang dipunyainya.

Agar semakin mempermudah Peter the Dolphin dalam menirukannya, Margaret berinsiatif memoles wajahnya menjadi sangat putih dan memakai lipstik merah yang tebal. Maksud dari aksinya tersebut adalah, agar Peter dapat melihat bibir Margaret dengan jelas.

Selain itu, terkadang Peter juga mengajak Margaret bermain, seperti memainkan bola dan saling melempar handuk. Hubungan Margaret dengan muridnya itu semakin dekat, sehingga membuat sang lumba-lumba selalu tidur tepat disamping Margaret.

Minggu-minggu Selanjutnya

Pada minggu kedua, hubungan mereka berdua semakin dekat dan mungkin Peter the Dolphin jatuh cinta terhadap Margaret Howe Lovatt. Bagaimana tidak, ketika Margaret menerima telepon, sang lumba-lumba memperlihatkan tanda kecemburuannya, yakni dengan membuat suara yang bising.

Peter the Dolphin juga suka menghabiskan waktunya untuk bercermin dan mendapatkan perhatian dari instrukturnya itu. Ini menunjukkan bahwa Peter selalu ingin bersama dengan Margaret Howe Lovatt, orang yang selalu menemani di kesehariannya.

Hal yang aneh terjadi pada minggu keempat dari penelitian tersebut. Peter the Dolphin mengalami rangsangan seksual, hal ini dibuktikan dengan beberapa kali kesempatan mengelilingi dan menyentuh bagian-bagian tubuh dari Margaret. Hal senada pun dirasakan oleh sang instruktur.

Akhirnya tim penelitian menghalanginya untuk bertemu dengan Peter, sang lumba-lumba yang sedang jatuh cinta padanya. Namun, sang instruktur tetap bersikukuh untuk tetap kembali kepada Peter dan membiarkannya menyentuh bagian genital dengan lembut.

Perasaan ini tentu bukan perasaan yang biasa saja, karena hal tersebut dapat dirasakannya ketika berinteraksi dengan Peter saja. Apa yang dilakukan oleh mereka berdua merupakan sebuah kesenangan bersama.

Perpisahan Margaret dan Peter the Dolphin

Sebuah masalah besar terjadi pada penelitian Dr. Lilly, yakni dana dari penelitian telah habis. Peter belum menunjukkan berkembangnya signifikan daripada kedekatannya dengan Margaret. Akhirnya Dolphin House ditutup, begitu pun dengan hubungan antara manusia dengan lumba-lumba tersebut.

Peter the Dolphin kemudian dipindahkan ke sebuah laboratorium yang mulanya adalah bank di Mimai, Florida. Akan tetapi temlat tersebut tidak senyaman tinggal di Dolphin House.

Tak pernah diduga oleh siapa pun, Peter the Dolphin memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menolak bernapas sehingga tenggelam ke dasar tangki air. Peter seolah-olah tidak ingin berpisah dengan Margaret dan tidak ingin berpisah dengan instruktur yang sangat amat ia cintai itu.

Pada akhirnya Peter tewas dan Margaret memutuskan untuk menikah dengan salah seorang fotografer proyek, John Lovatt. Menurut pengakuannya seperti dokumentasi yang di lakukan oleh BBC, Margaret mengakui bahwa Peter lebih dari seorang lumba-lumba biasa.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles