Kisah Otto Warmbier, Liburan ke Korea Utara yang Berujung Tragis

ENSIPEDIA.ID, Jember – Mendengar nama Korea Utara bagi sebagian orang terasa sangat mengerikan dan menakutkan karena terkenal dengan pemimpinnya yang otoriter serta memiliki rudal yang sewaktu-waktu bisa diluncurkan. Kekejaman Korea Utara tersebut dibuktikan dengan kisah dari wisatawan asal Amerika Serikat, Otto Warmbier.

Otto Warmbier merupakan salah seorang warga berkebangsaan Amerika Serikat yang baru lulus dan hendak melanjutkan pendidikannya di Hongkong. Ia kemudian berlibur ke salah satu negara misterius di dunia, yakni Korea Utara. Untuk berkunjung ke negaranya Kim Jong Un tersebut, Warmbier terlebih dahulu memesan tour dari China yang bernama Young Pioneer Tour dan selanjutnya akan diarahkan ke Korea Utara.

Menurut pengakuan dari ayah Otto Warmbier, Fred, mengatakan jika Young Pioneer Tour mengiklankan bahwa perjalanan ke Korea Utara tersebut akan aman bagi warga Amerika Serikat. Terlebih lagi Otto Warmbier memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap negara yang beribukota di Pyongyang tersebut karena jarang terlihat di media sosial.

Sayangnya, bukan rasa penasaran terhadap Korea Utara hilang, Otto Warmbier justru mendapatkan kasus yang mengakibatkannya ditangkap dan dihukum oleh pemerintah setempat. Lantas, bagaimanakah kisah Warmbier selam di Korea Utara? Simak penjelasannya di bawah ini.

Kronologi Awal Penangkapan Warmbier

Pada 29 Desember 2015, Warmbier terbang melalui Beijing untuk ke Korea Utara dengan grup turnya yang didalamnya termasuk sepuluh warga negara Amerika Serikat untuk berlibur sekaligus merayakan tahun baru selama lima hari. Pada hari pertama, rombongan tersebut merayakan malam tahun baru dengan berpesta pora di Lapangan Kim Il-sung, Pyongyang sebelum kembali ke Hotel Yanggakdo.

Satu hari berselang, Warmbier ditangkap di Bandara Internasional Pyongyang saat menunggu keberangkatan dari Korea Utara. Danny Gratton, wisatawan asal Inggris yang satu rombongan dengan Warmbier menggambarkan bagaimana proses penangkapan tersebut

“Kami dua orang terakhir yang menjalani pemeriksaan paspor. Kami menyerahkan paspor dan orang itu menunjuk ke Otto dan menunjuk ke pintu. Dua petugas keamanan datang dan membawanya pergi,” ujar Danny Grotton.

“Saya bilang, ‘Well, kita tidak akan bertemu denganmu lagi’. Dia semacam menertawakanku dan itulah terakhir kali kami melihatnya,” imbuhnya.

Korean Central News Agency (KCNA) pada 22 Januari 2016 memberitakan bahwa Warmbier telah ditahan karena dianggap melakukan tindakan bermusuhan dengan negara tanpa merinci lebih lanjut dari alasan penangkapan tersebut. Hingga akhirnya pada 29 Februari 2016 Warmbier melakukan konferensi pers yang berisi pengakuan bahwa ia telah berusaha mencuri poster propaganda pemerintah Korut di area khusus staff lantai dua Hotel Yanggakdo. Poster tersebut bertuliskan (dalam Bahasa Korea) “”Mari kita mempersenjatai diri dengan patriotisme Kim Jong-il !”

Menurut fakta yang ada di persidangan, Warmbier diketahui berusaha mencuri poster propaganda tersebut pada pukul 2 pagi saat malam tahun baru. Merusak atau mencuri barang-barang yang di dalamnya tertera nama atau gambar pemimpin Korea Utara dianggap sebagai kejahatan yang berat di sana. Pada akhirnya Warmbier dihukum melakukan kerja paksa selama 15 tahun lamanya.

Pembebasan dan Kematian Warmbier

Pemerintah Amerika Serikat yang pada waktu itu dipimpin oleh Barack Obama melakukan berbagai upaya negosiasi dengan pemerintah Korea Utara demi terbebasnya salah satu rakyatnya dari jerat hukum negara lain. Pada 13 Juni 2017 melalui Menteri Luar Negeri, Rex Tillerson mengumumkan bahwa Korea Utara telah membebaskan Otto Warmbier setelah 17 bulan lamanya.

Warmbier kemudian dibawa oleh helikopter medis ke Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat dalam keadaan koma. Menurut pengakuan dokter dari University of Cincinnati Medical Center mengungkapkan bahwa kondisi Warmbier sangat parah dan menderita kerusakan jaringan diseluruh bagian otaknya. Hal tersebut diperkuat dengan bukti bahwa Warmbier tidak bisa berbicara, bergerak, dan merespon komunikasi verbal dalam bentuk apapun.

Seminggu berselang, Otto Warmbier ditemukan meninggal dunia. Dalam konferensi pers, tim dokter yang merawatnya mengungkapkan bahwa ia telah menderita kerusakan selama di penjara di Korea Utara selama 17 bulan dan berada dalam kondisi kesadaran yang tidak responsif. Sayangnya, hal tersebut dibantah oleh pemerintah Korea Utara dan menyebutkan bahwa Warmbier sakit karena keracunan makanan dan terlalu banyak mengkonsumsi pil tidur.

 

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles