Kecurangan Seleksi CPNS 2021 Semakin Canggih, Dari Pasang Remote Access hingga Jawab Soal Hanya 8 Detik

ENSIPEDIA.ID, Kendari – Isu tentang kecurangan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sedang ramai-ramainya. Hal ini dikonfirmasi oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo. Menurutnya, indikasi kecurangan tersebut berada di titik lokasi (Tilok) mandiri instansi Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Selain Menpan-RB, informasi ini juga diterima oleh Kepala BKN, Satya Pratama. Berdasarkan laporan tindak kecurangan tersebut, BKN telah melakukan pengusutan atas kasus tindak kecurangan seleksi CPNS. Dalam penyidikan yang dilakukan, BKN bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Siber dań Sandi Negara (BSSN) didukung oleh Panselnas CPNS.

Berikut fakta yang didapatkan terkait dugaan tindak kecurangan seleksi CPNS.

Menggunakan Sistem Remote Access

Remote Accesa dilakukan dengan cara merusak sistem akses komputer ujian CAT. Dengan dibobolnya akses, seseorang dilokasi ujian dapat mengakses komputer yang sedang digunakan peserta ujian. Orang yang berada di luar lokasi dapat membantu peserta ujian dalam menjawab soal dengan cepat.

Menpan-RB memberikan keterangan terkait Remote Access. Pelaku kecurangan menginstal software remote access pada perangkat keras ujian.
“Cara kerja kecurangannya dengan menginstal software remote akses sehingga PC yang digunakan peserta bisa diakses dari luar lokasi ujian. Software ini dipasang/diinstall oleh Kepala BKPSDM bersama dua orang lainnya pada malam hari. Hasil bukti rekaman CCTV dihapus, tapi bisa direcovery oleh tim BKN dan BSSN,” ungkap Tjahjo, dikutip dalam okezone.com.

Pengerjaan Soal 8 Detik

Hasil audit yang dilakukan oleh panselnas, menghasilkan fakta bahwa ada peserta yang menjawab soal dengan rata-rata kecepatan 8 detik per soal. Sebelumnya, Menpan-RB meginstruksikan untuk melakukan audit trial untuk memantau aktivitas peserta ujian.

“Peserta tersebut hanya menampilkan soal kurang lebih 30 soal dalam hitungan detik (rata-rata 7 detik). Setelah menampilkan soal dalam hitungan detik, kemudian menjawab soal juga dalam hitungan detik (rata-rata 8 detik). Ini sangat tidak mungkin terjadi, karena rata-rata waktu bagi peserta minimal 50-54 detik. Artinya dengan waktu yang begitu pendek, tidak mungkin orang bisa membaca soal bisa sangat cepat. Ini terjadi juga di soal-soal Tes Intelegensi Umum yang berisi hitung-hitungan,” terang Tjahjo, melanjutkan.

Peserta yang Melakukan Kecurangan Terancam Dipidanakan

Kecurangan yang dilakukan oleh pelaku diduga dibantu oleh oknum panitia seleksi. Meskipun hal ini masih diselidiki. Selain didiskualifikasi karena melakukan kecurangan, peserta juga akan diusut dan diancam untuk dipidanakan.

Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa akan menindak tegas peserta maupun oknum yang terlibat dalam kecurangan tersebut.

“Saya sebagai Menpan-RB sangat setuju peserta CPNS didiskualifikasi dan proses pidana sampai tuntas,” lanjut Tjahjo.

BKN dan instansi terkait sedang melakukan uji forensik terkait ujian CPNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Latest articles