Kabar Duka, Tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia

ENSIPEDIA.ID, Jember – Cendekiawan muslim yang juga mantan ketum PP Muhammadiyah Buya Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (27/5) pukul 10.15 WIB. Buya Syafii Maarif meninggal dunia di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta.

Berita duka tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir melalui website Muhammadiyah.or.id. Haedar menyatakan duka cita atas meninggalnya salah satu tokoh penting dari PP Muhammadiyah.

“Semoga beliau khusnul khotimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dilapangkan di kuburnya, dan ditempatkan di jannatun na’im. Mohon dimaafkan kesalahan beliau dan do’a dari semuanya,” tulis Haedar.

Buya Syafii Maarif lahir di Sumatera Barat pada 31 Mei 1935 dan wafat dalam usia 86 tahun. Diketahui bahwa kesehatan beliau belakangan ini memang menurun. Presiden Joko Widodo pada 26 Maret 2022 juga turut menjenguk cendekiawan muslim tersebut di rumahnya.

Adapun menurut keterangan dari tim dokter Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman, Buya Syafii meninggal akibat henting jantung.

“Pagi tadi henti jantung, kemudian dilakukan resusitasi jantung dan paru-paru selama 1 jam,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS PKU Gamping dr. Evita Devi Noor Rahmawati, dilansir dari Antara.

Setelah dilakukan resusitasi, jantung dari tokoh Muhammadiyah tersebut sempat berdenyut kembali.

“Karena sumbatan berat, henti jantung kembali terjadi 40 menit, kemudian di ruang ICU penanganan kembali. Pertolongan terakhir tidak bisa kembali seperti awal sehingga kami nyatakan meninggal dunia,” kata Evita.

Sebelumnya, diketahui Buya Syafii Maarif mengalami serangan jantung pertama pada bulan Maret 2022 dan dirawat di RS PKU Gamping. Ia kemudian dirawat kembali pada 14 Mei 2022 setelah mengalami serangan jantung untuk kedua kalinya. Sejak Saat itu, tim dokter RS PKU Gamping bersama tim medis kepresidenan berkoordinasi mengupayakan kateterisasi jantung Buya Syafii.

“Ternyata hasilnya memang pembuluh darah jantungnya ini sudah sulit, sumbatannya terlalu banyak, terlalu keras dan memang sudah sulit untuk pemasangan ring ataupun suatu operasi bypass,” kata Evita.

Ia melanjutkan, “Kami dari tim medis,dokter jantung, dan tim dokpres pun sudah ke sini sendiri dan melihat sendiri. Kami memutuskan untuk pengobatan yang optimal terlebih dahulu.”

Pengobatan intensif tersebut membuahkan hasil. Bahkan pihak rumah sakit sudah merencanakan untuk memulangkan Buya Syafii. Namun, pada Kamis (25/5) malam beliau mengeluhkan sesak napas. Hasil evaluasi tim medis, pasien mengalami serangan jantung ulang.

“Semalaman sudah mengeluhkan, merasa tidak nyaman. Namun, ternyata tadi pagi beliau mengalami henti jantung,” katanya

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles